Sumbardaily.com, Padang - Upaya memperkuat kualitas pendidikan dan meningkatkan kesempatan belajar bagi pelajar dari keluarga kurang mampu kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang.
Melalui program beasiswa pendidikan, lembaga tersebut menyalurkan bantuan senilai Rp1.300.400.000 kepada ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Padang.
Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi mengatakan, penyaluran ini merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga dalam memastikan zakat tersalurkan sesuai sasaran, khususnya untuk mendukung sektor pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut dialokasikan untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs dengan total penerima sebanyak 2.015 pelajar. Rincinya, 1.585 pelajar SD/MI dan 430 pelajar SMP/MTs.
“Proses penyaluran akan berlangsung selama tujuh hari dan dilaksanakan langsung di kantor Baznas Kota Padang. Bantuan diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah seperti tas dan buku, serta uang tunai Rp500 ribu untuk siswa SD dan Rp700 ribu untuk siswa SMP,” kata Yuspardi, Kamis (20/11/2025).
Ia menegaskan bahwa memastikan tepat sasaran adalah komitmen utama Baznas. Bantuan ini, menurut Yuspardi, diharapkan bukan hanya meringankan beban ekonomi keluarga penerima, tetapi juga memotivasi pelajar agar terus berprestasi.
“Pendidikan adalah prioritas kami. Investasi terbaik adalah pada sumber daya manusia, dan masa depan Kota Padang bergantung pada kecerdasan serta pendidikan generasi mudanya,” katanya.
Program ini, kata Yuspardi, diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia serta membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar untuk mengakses pendidikan tanpa terbebani keterbatasan ekonomi.
"Di tengah tantangan biaya pendidikan yang terus meningkat, bantuan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat yang transparan dan berkesinambungan dapat memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi muda," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kota Padang, Edi Oktafiandi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai program beasiswa ini sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan.
Ia menekankan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban agama, tetapi juga instrumen pemberdayaan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Rasulullah SAW bersabda bahwa zakat tidak akan mengurangi harta, justru Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang lebih besar. Inilah yang menjadi landasan moral bagi kita dalam menyalurkan bantuan pendidikan ini,” katanya.
Bantuan yang digulirkan tidak hanya mencakup biaya perlengkapan belajar, tetapi juga dukungan finansial bagi pelajar yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Para penerima berasal dari berbagai tingkat pendidikan, dari SD hingga perguruan tinggi dan seluruhnya telah melalui mekanisme verifikasi yang ketat. (shy)
















