Sumbardaily.com - Keberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Padang tahun ini diwarnai kisah menyentuh tentang pengabdian seorang anak kepada orang tua.
Seorang anggota kepolisian, Robi Purnama, menjadi sorotan setelah diketahui berangkat ke Tanah Suci bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mendampingi sang ayah.
Robi sebenarnya baru terjadwal berangkat haji pada tahun 2044 setelah mendaftar pada 2019. Namun, ia mendapatkan kesempatan berangkat lebih awal melalui penggabungan porsi mahram untuk mendampingi ayahnya.
Kesempatan tersebut menjadi sangat berarti, terlebih ibundanya yang lebih dulu mendaftar pada 2012 telah meninggal dunia pada 2019.
“Alhamdulillah, saya bisa mendampingi papa. Ini bukan menggantikan ibu, tapi mendampingi beliau dengan porsi penggabungan Mahram,” ujar Robi dikutip dari Kemenhaj Sumbar, Minggu (3/5/2026).
Perjalanan ini bukan sekadar ibadah bagi Robi, tetapi juga menjadi wujud nyata bakti seorang anak. Ia mengaku haru sekaligus bersyukur dapat menjalankan rukun Islam kelima bersama ayahnya.
Kisah ini berawal sejak Robi diterima sebagai anggota Polri pada 2012. Setahun kemudian ia dimutasi ke Kepulauan Mentawai, lalu pada 2015 berpindah tugas ke Sawahlunto hingga saat ini.
Dari penghasilan pertamanya sebagai aparat negara, Robi langsung mendaftarkan kedua orang tuanya untuk berhaji.
“Alhamdulillah, gaji pertama saya gunakan untuk mendaftarkan orang tua. Ini yang bisa saya berikan,” katanya.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk balas jasa kepada orang tua yang telah membesarkannya. Ia bahkan mengaku lebih memilih memprioritaskan ibadah haji dibanding kebutuhan duniawi seperti rumah atau kendaraan.
“Kalau rumah hanya untuk dunia. Haji ini untuk dunia dan akhirat,” ujarnya.
Meski bahagia dapat berangkat bersama ayahnya, Robi tidak menutupi rasa sedih karena sang ibu tidak sempat menunaikan ibadah haji. Ia pun bertekad untuk memanjatkan doa terbaik bagi ibunya selama berada di Tanah Suci.
“Saya ingin mendoakan ibu agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.
Selama mendampingi ayahnya, Robi mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Ia terbiasa merawat orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, menjaga orang tua merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar.
“Namanya orang tua, kita harus menjaga. Itu sudah menjadi kewajiban,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan petugas di Embarkasi Padang yang dinilai sigap, khususnya dalam melayani jemaah lanjut usia. Ayahnya langsung mendapatkan fasilitas kursi roda, sementara kebutuhan konsumsi juga diantar hingga ke kamar.
“Bapak saya langsung difasilitasi kursi roda. Makanan juga diantar ke kamar. Petugas sangat membantu,” katanya.
Selain fokus mendampingi ayahnya, Robi juga menyatakan kesiapannya untuk membantu jemaah lain selama berada di Tanah Suci.
“Kalau ada yang butuh bantuan, insyaAllah saya bantu semampunya,” ujarnya.
Di balik tugasnya sebagai aparat penegak hukum, Robi menunjukkan bahwa pengabdian kepada orang tua tetap menjadi prioritas utama. Perjalanan hajinya kali ini tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga simbol ketulusan seorang anak dalam membalas kasih sayang orang tua. (*)
















