Sumbardaily.com – Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut di Sumatera Barat (Sumbar) diminta meningkatkan kewaspadaan pada 14-17 Agustus 2026. BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan kondisi cuaca perairan Sumbar berubah-ubah dengan hujan di sejumlah wilayah dan gelombang laut yang berpotensi mencapai 2,5 meter.
Prakiraan tersebut berlaku untuk sejumlah kawasan perairan Sumbar, mulai dari Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, hingga wilayah perairan Kepulauan Mentawai.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Kondisi cuaca maritim dinilai dapat berubah sehingga informasi terkini menjadi penting bagi keselamatan masyarakat pesisir maupun pengguna jasa transportasi laut.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tinggi gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter serta dinamika perubahan cuaca maritim selama rentang waktu 14 hingga 17 Agustus 2026,” ujar Sahat Mauli Pasaribu, dalam keterangannya dikutip Kamis (13/8/2026).
Cuaca 14-15 Agustus
Pada periode 14 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 15 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca di wilayah perairan Sumbar diprakirakan berada pada kondisi berawan hingga hujan sedang.
Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, serta Perairan Timur Sipora.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, dan Perairan Timur Siberut.
Pada periode tersebut, angin diperkirakan bergerak dari arah Tenggara hingga Timur dengan kecepatan 3-11 Knots.
Kondisi gelombang laut secara umum berada pada kategori sedang hingga tinggi. Potensi tinggi gelombang hingga 2,5 meter dapat terjadi di seluruh wilayah perairan yang masuk dalam prakiraan, yakni Perairan Agam-Pasaman Barat.
Kemudian Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, serta Perairan Timur Sipora.
Cuaca 15-16 Agustus
Memasuki periode 15 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca diperkirakan berubah dari cerah berawan hingga hujan sedang.
Hujan ringan masih berpotensi terjadi di Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, dan Perairan Timur Sipora.
Sementara hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terkonsentrasi di Perairan Barat Siberut. Angin pada periode ini diprakirakan bertiup dari arah Tenggara menuju Timur dengan kecepatan 3-12 Knots.
Untuk kondisi gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan statusnya berada pada tingkat sedang hingga tinggi. Potensi tinggi gelombang hingga 2,5 meter masih dapat terjadi secara merata di seluruh sektor perairan yang tercantum dalam prakiraan.
Wilayah tersebut mencakup Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, dan Perairan Timur Sipora.
Cuaca 16-17 Agustus
Pada periode 16 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 17 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, kondisi atmosfer laut diprakirakan didominasi cuaca berawan tebal hingga hujan sedang.
Sebagian besar wilayah perairan masih memiliki potensi hujan ringan. Wilayah tersebut meliputi Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, dan Perairan Timur Sipora.
Adapun hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Perairan Barat Siberut dan Perairan Timur Siberut.
Angin diprediksi bertiup dari arah Tenggara hingga Timur dengan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dua periode sebelumnya, yakni sekitar 3-9 Knots.
Kondisi gelombang secara umum berada pada kategori rendah hingga sedang. Meski demikian, potensi gelombang setinggi 2,5 meter masih perlu diwaspadai di seluruh wilayah perairan yang masuk dalam prakiraan.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tersebut yakni Perairan Agam-Pasaman Barat, Perairan Barat Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Padang-Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Pagai, Perairan Timur Siberut, serta Perairan Timur Sipora.
Dengan adanya potensi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di laut perlu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan perjalanan. Pengguna transportasi laut juga diimbau memastikan kondisi cuaca mendukung aktivitas mereka.
Jadwal Pasang Surut 14 Agustus
Selain prakiraan cuaca dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur juga memproyeksikan kondisi pasang surut air laut untuk Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan prakiraan tersebut, fase pasang terjadi dalam dua rentang waktu. Pasang pertama diperkirakan berlangsung pada pukul 04.00-08.00 WIB, sedangkan pasang berikutnya terjadi pada pukul 17.00-21.00 WIB.
Sementara itu, fase surut diprakirakan berlangsung pada pukul 12.00-14.00 WIB serta pukul 23.00-01.00 WIB.
Prakiraan cuaca, gelombang, dan pasang surut tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat pesisir serta pengguna jasa transportasi laut yang beraktivitas selama periode 14-17 Agustus 2026.
BMKG Maritim Teluk Bayur mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan diperlukan karena kondisi cuaca maritim dapat mengalami perubahan dan berpengaruh terhadap keamanan aktivitas di wilayah perairan Sumbar. (*)
















