Sumbardaily.com - Pergerakan angkutan laut dalam negeri Sumbar menunjukkan perubahan pada Juli 2026. Aktivitas bongkar muat barang perdagangan dalam negeri di sejumlah pelabuhan tercatat mencapai ratusan ribu ton sepanjang bulan tersebut.
Data itu mencakup kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Teluk Bayur, Muaro, dan Air Bangis. Ketiga pelabuhan tersebut menjadi bagian dari pencatatan perkembangan angkutan laut dalam negeri di Sumatera Barat.
Berdasarkan keterangan BPS Sumbar, jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri pada Juli 2026 tercatat sebanyak 317,58 ribu ton. Angka tersebut mengalami peningkatan 47,80 persen dibandingkan Juni 2026 yang berada di angka 214,88 ribu ton.
“Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri Juli 2026 sebanyak 317,58 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 47,80 persen dibanding bulan sebelumnya,” demikian keterangan BPS Sumbar dikutip dari keterangan BPS Sumbar, Sabtu (5/9/2026).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, volume barang yang dimuat juga mengalami pertumbuhan. Pada Juli 2025, jumlah barang yang dimuat tercatat 233,15 ribu ton. Dengan demikian, pada Juli 2026 terjadi peningkatan sebesar 36,21 persen.
Perubahan volume muatan terlihat di tiga pelabuhan yang menjadi objek pencatatan. Pelabuhan Teluk Bayur mencatat volume barang dimuat sebanyak 297,35 ribu ton pada Juli 2026. Jumlah tersebut naik 39,84 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 212,63 ribu ton.
Jika dibandingkan Juli 2025, volume barang yang dimuat melalui Teluk Bayur juga meningkat 28,77 persen. Pada periode tersebut, jumlahnya tercatat 230,92 ribu ton.
Sementara itu, Pelabuhan Muaro mencatat jumlah barang yang dimuat sebanyak 2,73 ribu ton pada Juli 2026. Angka ini meningkat 23,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,20 ribu ton.
Dibandingkan Juli 2025, volume barang yang dimuat melalui Pelabuhan Muaro juga meningkat 24,54 persen. Saat itu, jumlah barang yang tercatat mencapai 2,19 ribu ton.
Perubahan paling besar terjadi di Pelabuhan Air Bangis. Volume barang yang dimuat pada Juli 2026 mencapai 17,50 ribu ton, sedangkan pada Juni 2026 hanya tercatat 0,05 ribu ton.
Kondisi tersebut membuat volume barang yang dimuat melalui Air Bangis meningkat 35.339,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bila dibandingkan Juli 2025 yang hanya mencapai 0,04 ribu ton, kenaikannya tercatat 42.438,27 persen.
Dengan tambahan dari tiga pelabuhan tersebut, total barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri Sumbar mencapai 317,58 ribu ton pada Juli 2026.
Barang Dibongkar Capai 331,14 Ribu Ton
Selain aktivitas pemuatan, kegiatan pembongkaran barang juga tercatat dalam perkembangan angkutan laut dalam negeri Sumbar Juli 2026.
BPS Sumbar mencatat jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut dalam negeri pada Juli 2026 sebanyak 331,14 ribu ton. Angka itu meningkat 12,82 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 293,52 ribu ton.
Dibandingkan Juli 2025, jumlah barang yang dibongkar juga mengalami peningkatan sebesar 20,59 persen. Pada Juli tahun sebelumnya, volume barang yang dibongkar tercatat 274,59 ribu ton.
Rincian berdasarkan pelabuhan menunjukkan Teluk Bayur menjadi penyumbang terbesar volume barang yang dibongkar. Pada Juli 2026, jumlah barang yang dibongkar di Pelabuhan Teluk Bayur mencapai 330,70 ribu ton.
Jumlah tersebut naik 12,72 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 293,39 ribu ton. Jika dibandingkan Juli 2025, volume pembongkaran di Teluk Bayur meningkat 20,63 persen dari 274,15 ribu ton.
Pelabuhan Muaro juga mencatat perubahan pada periode yang sama. Volume barang yang dibongkar pada Juli 2026 tercatat 0,40 ribu ton, meningkat 355,17 persen dibandingkan Juni 2026 yang hanya 0,09 ribu ton.
Namun, bila dibandingkan Juli 2025, volume barang yang dibongkar di Muaro turun 7,26 persen. Pada Juli 2025, jumlahnya tercatat 0,43 ribu ton.
Di Pelabuhan Air Bangis, jumlah barang yang dibongkar pada Juli 2026 mencapai 0,04 ribu ton. Angka tersebut naik 10,17 persen dibandingkan Juni 2026 yang berada di 0,04 ribu ton.
Jika dibandingkan Juli 2025, jumlah barang yang dibongkar di Air Bangis meningkat 318,81 persen. Pada Juli tahun sebelumnya, volumenya tercatat 0,01 ribu ton.
Secara keseluruhan, aktivitas bongkar barang perdagangan dalam negeri di Sumatera Barat mencapai 331,14 ribu ton pada Juli 2026.
Data BPS Sumbar tersebut menjadi bagian dari laporan “Perkembangan Transportasi Provinsi Sumatera Barat, Juli 2026” Nomor 58/09/13/Th. XXIX yang diterbitkan pada 1 September 2026.
Angkutan Udara Ikut Mengalami Perubahan
Selain aktivitas pelabuhan, BPS Sumbar juga mencatat perkembangan transportasi udara melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Pada Juli 2026, jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dari BIM mengalami penurunan 5,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, jumlah penumpang yang datang ke BIM meningkat 2,19 persen.
Untuk penerbangan domestik, jumlah penumpang yang berangkat pada Juli 2026 mencapai 76,46 ribu orang. Jumlah tersebut turun 4,73 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 80,26 ribu orang.
Bila dibandingkan Juli 2025, jumlah penumpang domestik yang berangkat turun 13,48 persen. Sementara itu, penumpang yang berangkat menggunakan penerbangan internasional pada Juli 2026 mencapai 18,48 ribu orang.
Jika penerbangan domestik dan internasional digabungkan, jumlah penumpang yang berangkat dari BIM mencapai 94,94 ribu orang. Angka itu turun 5,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 14,66 persen dibandingkan Juli 2025.
Untuk penumpang yang datang, penerbangan domestik membawa 73,94 ribu orang pada Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 72,13 ribu orang.
Penumpang yang datang melalui penerbangan internasional mencapai 20,01 ribu orang. Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang datang ke BIM mencapai 93,96 ribu orang atau meningkat 2,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan Juli 2025, jumlah tersebut turun 10,93 persen.
Dari sisi penerbangan, jumlah pesawat domestik yang berangkat dari BIM pada Juli 2026 tercatat 582 penerbangan. Angka tersebut turun 0,17 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 583 penerbangan dan turun 3,16 persen dibandingkan Juli 2025.
Penerbangan internasional yang berangkat tercatat 126 penerbangan. Secara keseluruhan, pesawat yang berangkat dari BIM mencapai 708 penerbangan, turun 1,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 6,35 persen dibandingkan Juli 2025.
Sementara itu, pesawat domestik yang datang ke BIM tercatat 584 penerbangan atau turun 0,34 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 586 penerbangan. Dibandingkan Juli 2025, jumlah tersebut turun 2,01 persen.
Penerbangan internasional yang menuju BIM mencapai 125 penerbangan. Secara keseluruhan, jumlah pesawat yang datang mencapai 709 penerbangan, turun 1,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 6,09 persen dibandingkan Juli 2025.
Angkutan Laut Luar Negeri dan Kereta Api
BPS Sumbar juga mencatat aktivitas barang melalui angkutan laut luar negeri. Pada Juli 2026, jumlah barang yang dimuat mengalami peningkatan 1,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebaliknya, jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut luar negeri mengalami penurunan 61,73 persen dibandingkan Juni 2026.
Pada moda transportasi kereta api, jumlah penumpang pada kelas ekonomi lokal pada Juli 2026 mengalami penurunan 4,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah barang yang dimuat melalui kereta api juga turun 0,58 persen.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan perubahan aktivitas transportasi Sumatera Barat pada Juli 2026, terutama pada arus barang melalui pelabuhan. Dalam angkutan laut dalam negeri Sumbar, jumlah barang yang dimuat mencapai 317,58 ribu ton, sedangkan barang yang dibongkar mencapai 331,14 ribu ton. (*)
















