Sumbardaily.com - Kementerian Haji dan Umrah mulai memperkuat kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di tingkat pusat maupun daerah melalui jalur mutasi antarinstansi. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan kelembagaan kementerian baru yang dibentuk dalam Kabinet Merah Putih.
Di Sumatera Barat, proses penguatan sumber daya manusia itu ditandai dengan pelaksanaan seleksi kompetensi berbasis Computer Assisted Competency Test (CAT) bagi ASN yang ingin bergabung ke lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.
Sebanyak 11 peserta mengikuti seleksi kompetensi yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Padang di Kantor UPT BKN Padang.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan awalnya terdapat 12 ASN yang mendaftar melalui aplikasi ASN Karir. Namun, satu peserta tidak hadir pada saat pelaksanaan ujian sehingga hanya 11 orang yang mengikuti tahapan seleksi.
“Pelaksanaan CAT menjadi bagian dari proses penguatan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah yang saat ini masih dalam tahap pengembangan kelembagaan di daerah,” ujar Rifki, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, untuk wilayah Sumatera Barat tersedia 16 formasi yang dibuka melalui jalur mutasi antar kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Formasi tersebut mencakup sejumlah bidang strategis yang dibutuhkan dalam mendukung operasional kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah di daerah.
Beberapa formasi yang tersedia di antaranya pelaksana pengelola layanan operasional, perencana ahli pertama, pranata keuangan APBN mahir, analis hukum ahli pertama, analis SDM aparatur ahli pertama, hingga pengelola pengadaan barang dan jasa.
Menurut Rifki, ASN yang dinyatakan lulus nantinya akan ditempatkan di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat maupun kantor Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kabupaten dan kota.
“ASN yang lulus nantinya akan ditempatkan di Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat maupun kantor Kemenhaj kabupaten dan kota,” katanya.
Ia menegaskan, seleksi kompetensi menjadi tahapan penting untuk memastikan kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah dapat terpenuhi secara profesional, objektif, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Seleksi ini menjadi bagian penting dalam penguatan SDM di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Karena itu, seluruh tahapan harus berjalan tertib dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” sebut Rifki.
Sementara itu, Kepala UPT BKN Padang, Fahriza, mengatakan penilaian kompetensi peserta dilakukan menggunakan aplikasi Computer Assisted Competency Test (CACT) yang telah disiapkan oleh BKN.
Melalui sistem tersebut, panitia dapat mengukur berbagai aspek kompetensi peserta secara lebih objektif dan terukur, termasuk kemampuan manajerial, sosial kultural, serta literasi digital.
“Penilaian dilakukan untuk mengukur kompetensi manajerial, sosial kultural, dan literasi digital peserta,” ujar Fahriza.
Ia menjelaskan, sebelum ujian dilaksanakan, pihak BKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pusat Penilaian Kompetensi BKN dan panitia dari Kementerian Haji dan Umrah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Menurutnya, seluruh rangkaian pelaksanaan ujian berlangsung lancar tanpa kendala teknis yang berarti selama proses seleksi berlangsung.
“Alhamdulillah, pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tidak ada kendala selama proses ujian berlangsung,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat yang diwakili pelaksana teknis kepegawaian, Delfisman, juga menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi berlangsung tertib dan sesuai mekanisme.
Berdasarkan pantauan selama kegiatan berlangsung, peserta dinilai mampu menyelesaikan seluruh tahapan ujian dengan baik. Hal tersebut menunjukkan kesiapan peserta dalam mengikuti proses seleksi kompetensi yang menjadi bagian dari penguatan kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah.
Delfisman berharap peserta yang mengikuti seleksi mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya sehingga dapat mendukung pelayanan serta tata kelola kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah di daerah secara optimal.
Pelaksanaan seleksi mutasi ASN ini menjadi langkah awal dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, khususnya di Sumatera Barat. Selain memperkuat struktur organisasi, proses seleksi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola kelembagaan yang profesional di tingkat daerah.
Dengan dibukanya formasi strategis di berbagai bidang, pemerintah berharap Kementerian Haji dan Umrah dapat didukung oleh ASN yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan dan administrasi kelembagaan di masa mendatang. (*)
















