Sumbardaily.com – Dominasi atlet Payakumbuh menjadi sorotan utama dalam ajang Kejurnas Jambi Open Aerobic Gymnastics 2026, setelah berhasil menyumbang mayoritas medali emas untuk kontingen Sumatera Barat (Sumbar).
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kekuatan atlet daerah, tetapi juga menegaskan posisi Payakumbuh sebagai motor utama prestasi senam aerobik di tingkat nasional.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Gedung Persani Provinsi Jambi, atlet Payakumbuh berhasil menyumbangkan tiga dari total empat medali emas yang diraih Sumbar.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata hasil pembinaan berkelanjutan serta kerja keras atlet dan pelatih dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional.
Ketua Umum Pengkot Persani Kota Payakumbuh, Muslim, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak.
“Prestasi ini lahir dari proses pembinaan yang berkelanjutan dan kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak. Kami berharap capaian ini terus meningkat dan memotivasi atlet lain untuk berprestasi lebih tinggi,” ujar Muslim dikutip, Selasa (28/4/2026).
Sejak awal kompetisi, atlet Payakumbuh sudah menunjukkan dominasinya. Alesha Alicia Novea membuka perolehan emas melalui nomor Pre ND IW. Keunggulan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Tsafani Izzatununisa yang tampil stabil dan berhasil meraih emas pada nomor ND IW.
Dominasi semakin terlihat ketika Tsafani kembali tampil bersama Adiba Khanza Zahra di nomor ND TR dan sukses mempersembahkan medali emas ketiga bagi Sumatera Barat.
Selain tiga emas, kontribusi Payakumbuh juga datang dari medali perak yang diraih Alika Kirana Susanto pada nomor Pre ND IW. Raihan ini semakin mempertegas peran strategis Payakumbuh dalam menopang prestasi Sumbar di ajang tersebut.
Ketua Harian Pengkot Persani Kota Payakumbuh, Afrizon Nasri, menyebut capaian ini menjadi indikator positif kesiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Kejuaraan ini kami jadikan ajang mengukur kemampuan sekaligus mematangkan teknik atlet. Atlet Payakumbuh yang tampil merupakan andalan daerah dan bagian dari Pelatda Sumbar untuk Porprov,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kontingen Sumbar berhasil mengoleksi empat medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Satu medali emas lainnya disumbangkan oleh Azzam Alvano Addka.
Sementara itu, tambahan medali perak diraih oleh Mutiara Anggraini dan Rahmat David Saputra pada nomor Senior MP serta nomor Senior TR bersama Ade Kurniawan. Adapun medali perunggu disumbangkan oleh Raysha Zahra Hapstari dari nomor Youth IW.
Pelatih Sumbar, Aldi Kristian, menilai para atlet Payakumbuh mampu menunjukkan performa optimal dengan disiplin tinggi sepanjang kompetisi.
“Anak-anak tampil sesuai program latihan yang kami siapkan. Mereka bisa menjaga fokus, teknik, dan mental saat bertanding. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi Porprov, tentu kami akan terus melakukan evaluasi agar performa mereka semakin maksimal,” kata Aldi.
Peran Aldi yang juga berasal dari Payakumbuh dinilai memberikan kontribusi besar terhadap kesiapan atlet, khususnya dalam peningkatan kualitas teknik dan strategi bertanding.
Meski berhasil meraih hasil membanggakan, tim pelatih dan pengurus tidak ingin berpuas diri. Fokus berikutnya adalah mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2026 dengan lebih matang melalui peningkatan intensitas latihan serta evaluasi menyeluruh.
“Kami tidak ingin cepat puas dengan hasil ini. Fokus kami sekarang menatap Porprov 2026 dengan persiapan yang lebih matang, peningkatan intensitas latihan, dan evaluasi menyeluruh agar atlet Payakumbuh mampu tampil lebih maksimal dan kembali menyumbang prestasi terbaik untuk daerah,” pungkasnya.
Keberhasilan dalam Kejurnas Jambi Open Aerobic Gymnastics 2026 ini sekaligus memperkuat posisi Payakumbuh sebagai salah satu daerah unggulan dalam cabang olahraga senam aerobik di Sumbar, sekaligus menjadi modal penting menghadapi kompetisi yang lebih besar ke depan. (*)
















