Kejar Predikat Tertinggi Kota Sehat Nasional, Pemko Padang Mulai Benahi 136 Indikator Sejak 2026

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2027 bersama OPD, camat, dan Forum Kota Sehat di Balai Kota Padang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menghadiri Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027 di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (2/6/2026). Pemko Padang menargetkan meraih predikat Swasti Saba Wistara sekaligus menjadi Kota Sehat terbaik nasional pada 2027. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com - Ambisi Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk meraih predikat Kota Sehat terbaik nasional pada 2027 mulai dijalankan dari sekarang. Tidak hanya mengejar penghargaan, Pemko Padang menyiapkan langkah besar dengan membenahi 136 indikator penilaian yang akan menentukan peluang meraih predikat tertinggi Swasti Saba Wistara.

Persiapan tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2027 yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Selasa (2/6/2026) pagi.

Rapat itu dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang sekaligus Ketua Pembina Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang, Swesti Fanloni, Ketua FKS Kota Padang Rukayah Anwar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat se-Kota Padang, pengurus FKS Kota Padang, serta narasumber dari Universitas Andalas (Unand), Prof Asrinaldi dan Andri Rusta.

Langkah percepatan ini dilakukan setelah Kota Padang mencatatkan capaian membanggakan pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2025 dengan meraih predikat Swasti Saba Wiwerda atau kategori perak. Tak hanya itu, Padang juga berhasil memperoleh nilai tertinggi di Sumatera Barat (Sumbar).

Namun capaian tersebut belum membuat Pemko Padang berpuas diri. Target yang kini dibidik jauh lebih tinggi, yakni Swasti Saba Wistara atau kategori emas yang merupakan predikat tertinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat tingkat nasional.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menegaskan bahwa program Kota Sehat memiliki posisi strategis dalam arah pembangunan daerah yang tengah dijalankan pemerintah kota.

"Kota Sehat adalah bagian dari visi kejayaan Kota Padang. Karena itu, kami menargetkan Padang meraih predikat Kota Sehat terbaik nasional pada 2027," katanya.

Menurut Fadly, seluruh unsur yang terlibat dalam pembangunan kota harus bergerak bersama untuk mencapai target tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor utama karena penilaian Kota Sehat mencakup banyak aspek yang saling berkaitan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah, Forum Kota Sehat, pemerintah kecamatan, akademisi, dunia usaha, hingga seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan bekerja secara lebih terstruktur serta masif.

Selain itu, evaluasi terhadap hasil penilaian sebelumnya harus dilakukan secara menyeluruh. Dengan cara tersebut, berbagai kekurangan yang masih ditemukan pada penilaian terdahulu dapat segera diperbaiki sebelum memasuki tahap verifikasi nasional.

"Seluruh indikator penilaian harus menjadi perhatian khusus kita bersama. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan terhadap hasil penilaian sebelumnya, sehingga kita dapat memastikan setiap kekurangan dapat diperbaiki sejak sekarang," ucap Fadly.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Padang sekaligus Ketua Pembina FKS Kota Padang, Swesti Fanloni, menjelaskan bahwa tantangan menuju predikat Swasti Saba Wistara tidaklah ringan.

Meskipun Kota Padang menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Sumbar pada penilaian 2025, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan.

Dalam sistem penilaian Kabupaten/Kota Sehat, terdapat sembilan tatanan utama dengan total 136 indikator yang harus dipenuhi secara optimal.

Kesembilan tatanan tersebut meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum sehat, sekolah sehat, pasar sehat dan pariwisata sehat, industri dan perkantoran sehat, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.

Karena itu, Pemko Padang mulai menyiapkan evidence atau data dukung tahun 2026 yang nantinya menjadi baseline dalam penilaian tahun 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kelembagaan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Seluruh organisasi perangkat daerah juga diminta melengkapi dokumen pendukung sesuai bidang kewenangan masing-masing.

Selain kelengkapan administrasi, kualitas dokumentasi dan pelaporan kegiatan juga menjadi perhatian agar seluruh indikator dapat dibuktikan secara valid saat proses verifikasi berlangsung.

Swesti menegaskan bahwa orientasi utama program Kota Sehat tidak semata-mata mengejar penghargaan tingkat nasional. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

"Sesuai arahan Wali Kota, tujuan utama program KKS ini bukan semata-mata meraih penghargaan, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, nyaman dan layak huni bagi seluruh masyarakat," katanya.

Di sisi lain, Ketua FKS Kota Padang, Rukayah Anwar mengungkapkan bahwa tahapan penilaian KKS 2027 sebenarnya telah berjalan. Salah satu proses yang sedang dilakukan adalah penginputan data melalui aplikasi SiPantas.

Menurutnya, Forum Kota Sehat bersama OPD terkait akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi secara intensif guna memastikan seluruh indikator maupun evidence yang dibutuhkan dapat terpenuhi sebelum verifikasi nasional dilaksanakan.

Rukayah optimistis target peningkatan predikat yang dicanangkan Pemko Padang dapat diwujudkan apabila seluruh pihak mampu menjaga konsistensi kerja dan memperkuat kolaborasi.

"Kami optimistis Kota Padang dapat meningkatkan predikat dari Swasti Saba Wiwerda menjadi Swasti Saba Wistara pada 2027. Sehingga dengan itu Padang menjadi salah satu kota sehat terbaik di Indonesia," imbuhnya. (*)

Baca Juga

Suasana pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu sekolah negeri di Kota Padang. Sejumlah orang tua calon murid terlihat mengantre dan berkonsultasi dengan petugas terkait proses pendaftaran tahun ajaran 2026/2027.
Penerimaan Murid Baru 2026 di Padang Dimulai 22 Juni, Simak Jalur dan Jadwal Lengkapnya
Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir menghadiri Rakor Percepatan Penetapan dan Integritas LP2B Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernur Sumbar bersama pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Padang Kekurangan 1.667 Hektare Lahan Pertanian, Ini Usulan Maigus Nasir
Hari Lahir Pancasila 2026, Pelajar di Padang Gaungkan Persatuan dan Toleransi
Hari Lahir Pancasila 2026, Pelajar di Padang Gaungkan Persatuan dan Toleransi
Persoalan Banjir di Padang Belum Tuntas, Pemko Alokasikan Rp110 Miliar untuk Drainase
Persoalan Banjir di Padang Belum Tuntas, Pemko Alokasikan Rp110 Miliar untuk Drainase
Kabar Gembira Warga Padang! Urus Izin Usaha Bisa di Area Car Free Day dan NIB on the Spot
Kabar Gembira Warga Padang! Urus Izin Usaha Bisa di Area Car Free Day dan NIB on the Spot
Jangan Kalap! Ini Porsi Aman Konsumsi Daging Kurban Menurut Ahli Kesehatan
Jangan Kalap! Ini Porsi Aman Konsumsi Daging Kurban Menurut Ahli Kesehatan