Sumbardaily.com - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh desas-desus mengenai penyebab kebakaran yang melanda Los Batiah di Pasar Blok Timur, Kamis (15/10/2026) dini hari. Pemerintah meminta warga dan pedagang menunggu hasil penyelidikan kepolisian serta mengutamakan fakta di tengah musibah yang menghanguskan sekitar 24 petak dagangan tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh Rida Ananda turun langsung meninjau lokasi kebakaran untuk melihat kondisi area terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan. Peninjauan dilakukan setelah Rida bersama jajaran Pemko Payakumbuh menunaikan salat Subuh berjemaah di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Ibuh.
Dalam kunjungan tersebut, Rida menyampaikan belasungkawa kepada para pedagang yang terdampak kebakaran. Musibah ini menjadi ujian baru bagi masyarakat, terutama karena trauma dan kerugian ekonomi akibat kebakaran serupa di Blok Barat Pasar Payakumbuh beberapa waktu lalu dinilai belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah daerah memahami bahwa kejadian tersebut kembali menimbulkan beban bagi pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pasar. Karena itu, penanganan pascakebakaran menjadi perhatian pemerintah, mulai dari memastikan keamanan lokasi, mendata kerusakan, hingga mengidentifikasi kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.
"Petugas pemadam kebakaran kita menerima laporan pukul 00.58 WIB dan tiba di lokasi tiga menit kemudian, lalu langsung melakukan pemadaman. Penanganan berakhir pukul 02.37 WIB dengan mengerahkan delapan unit armada gabungan dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota," ujar Rida saat berada di lokasi kejadian.
Kecepatan kedatangan petugas menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi hanya tiga menit setelah laporan diterima, kemudian segera melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak menyebar ke bangunan lain di kawasan pasar.
Proses penanganan kebakaran berlangsung hingga pukul 02.37 WIB. Sebanyak delapan unit armada gabungan dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota dikerahkan untuk membantu memadamkan api di lokasi kejadian.
Di tengah penanganan pascakebakaran, Pemko Payakumbuh juga menyoroti beredarnya berbagai dugaan mengenai penyebab munculnya api. Pemerintah meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih ketika proses penyelidikan masih berlangsung.
Masyarakat dan pedagang diminta memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih ditelusuri melalui penyelidikan berdasarkan bukti-bukti forensik.
Pemerintah menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar agar dugaan yang belum terbukti tidak berkembang menjadi spekulasi liar. Warga diharapkan mengutamakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyebarkan asumsi mengenai kejadian tersebut.
Sementara itu, peninjauan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah diarahkan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman serta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak kebakaran.
"Hal pertama yang perlu dipastikan saat ini adalah kondisi di lapangan benar-benar aman. Selain itu juga melihat dampak kebakaran secara menyeluruh agar penanganan selanjutnya bisa dilakukan," kata Rida.
Selain memastikan keamanan area terdampak, Pemko Payakumbuh menyatakan akan menyiapkan skema bantuan bagi para korban. Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban ekonomi pedagang yang mengalami kerugian akibat kebakaran.
Namun, penyaluran bantuan memerlukan pendataan yang cermat agar bentuk penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pedagang. Pemerintah perlu memastikan jumlah pihak yang terdampak, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan yang harus diprioritaskan dalam proses pemulihan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, kebakaran menghanguskan satu blok Los Batiah dengan ukuran sekitar 6 x 30 meter persegi. Selain bangunan utama yang terbakar, tiga petak toko di sekitarnya juga mengalami kerusakan ringan.
Hingga peninjauan dilakukan, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses penghitungan resmi oleh instansi terkait. Besaran kerugian belum dapat dipastikan karena pendataan terhadap dampak kejadian masih perlu dilakukan secara menyeluruh.
"Pendataan perlu dilakukan secara cermat, baik terhadap jumlah pedagang yang terdampak maupun tingkat kerusakan yang terjadi. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Pendataan tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Dengan data yang akurat, bantuan dan upaya pemulihan diharapkan dapat diarahkan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
Dalam penanganan kebakaran Los Batiah, sekitar 80 personel gabungan turut dikerahkan. Mereka terdiri atas petugas pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur bantuan lainnya.
Keterlibatan personel lintas instansi tersebut membantu mempercepat penanganan dan membatasi penyebaran api. Kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak menjalar ke dua blok bangunan pasar berlantai dua yang berada berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Upaya tersebut dinilai penting karena kebakaran berpotensi menimbulkan dampak yang jauh lebih luas apabila api tidak segera dikendalikan. Area yang berpotensi terdampak diperkirakan dapat mencapai satu hektare jika penyebaran api tidak berhasil diblokade.
Keberhasilan mengendalikan kobaran api turut mencegah potensi kerusakan yang lebih besar terhadap aset ekonomi masyarakat dan daerah. Nilai aset yang berpotensi terselamatkan dari perluasan kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Pemko Payakumbuh selanjutnya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan pemulihan pasar. Pemerintah juga akan terus memantau kondisi di lapangan guna menentukan penanganan yang diperlukan bagi kawasan terdampak dan para pedagang.
"Kita akan terus melihat kebutuhan di lapangan secara komprehensif dan mengoordinasikannya dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk pemulihan pasar," pungkas Rida. (*)















