Sumbardaily.com - Kebakaran hebat menggegerkan warga kawasan Karang Putih, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.
Kobaran api yang muncul dari sebuah rumah warga sempat menimbulkan kepanikan karena lokasi kejadian berada di lingkungan permukiman padat dengan akses jalan yang relatif sempit.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah yang beralamat di Karang Putih, Kelurahan Batu Gadang. Beruntung, respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.34 WIB. Setelah menerima informasi dari warga, armada langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Menurut laporan yang diterima Damkar Kota Padang, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Rahma Atsani Putri (23) yang melihat adanya api dan asap dari dalam rumah warga.
"Menyadari adanya potensi bahaya yang dapat mengancam lingkungan sekitar, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran," katanya.
Rumah yang terbakar, kata Rinaldi, merupakan milik Nila (40), seorang ibu rumah tangga. Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dengan luas bangunan yang terbakar sekitar 10 x 12 meter persegi.
"Meski kobaran api cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sebanyak dua kepala keluarga yang menghuni rumah tersebut selamat, dan tidak ada warga di sekitar lokasi kejadian yang harus mengungsi," ucap pria yang akrab disapa Abi tersebut.
Dari hasil pendataan sementara, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta. Namun di sisi lain, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan aset dan bangunan senilai kurang lebih Rp1 miliar yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran ini juga berpotensi mengancam lima bangunan lain yang berada di sekitar titik api. Area yang berpotensi terdampak diperkirakan mencapai 15 x 20 meter persegi.
"Kondisi lingkungan yang padat penduduk, ramainya masyarakat yang berkumpul saat kejadian, serta akses jalan yang sempit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menjalankan operasi pemadaman," katanya.
Untuk memadamkan api, sebanyak delapan armada dikerahkan ke lokasi kejadian. Armada tersebut terdiri dari lima armada milik Damkar Kota Padang dan tiga unit armada bantuan dari Damkar Semen Padang.
Selain armada, sebanyak 50 personel diterjunkan ke lokasi guna mempercepat proses pemadaman sekaligus memastikan api tidak merembet ke bangunan lain.
"Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal munculnya api yang menghanguskan rumah tersebut," imbuhnya. (*)













