Sumbardaily.com, Padang - Insiden kebakaran melanda bangunan kosong yang dulunya merupakan kompleks SMP Nasional di Jalan Ir Juanda Nomor 9, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, pada Senin (26/5/2025) sore. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian material mencapai Rp50 juta.
Berdasarkan laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, insiden bermula ketika seorang warga bernama Widya Akbari (35), yang berprofesi sebagai guru, menyaksikan kobaran api dan kepulan asap mengepul dari bangunan tidak berpenghuni tersebut. Saksi mata segera melaporkan kejadian ini kepada petugas pemadam kebakaran setempat.
Kronologi peristiwa menunjukkan bahwa laporan pertama diterima pukul 15.07 WIB. Dalam hitungan menit, tim tanggap darurat bergerak cepat dengan mengirimkan unit penyelamat pada pukul 15.10 WIB.
Petugas tiba di tempat kejadian perkara hanya dalam waktu enam menit, tepatnya pukul 15.16 WIB, setelah menempuh jarak sekitar 1,4 kilometer dari markas.
Operasi pemadaman berlangsung selama 40 menit dan berhasil diselesaikan pada pukul 15.56 WIB.
"Kami mengerahkan tiga unit armada dengan total 35 personel untuk menangani situasi darurat ini," kata Kepala Dinas (Kadis) Damkar Kota Padang, Budi Payan.
Area yang terdampak kebakaran mencakup luas sekitar 15 x 10 meter persegi. Meskipun demikian, upaya heroik tim pemadam berhasil menyelamatkan aset berharga di bangunan milik Panji (62) senilai Rp300 juta yang berpotensi ikut terbakar jika tidak ditangani dengan cepat.
"Kondisi geografis lokasi kejadian cukup menantang bagi petugas karena berada di area padat perumahan dengan akses jalan yang sempit, ditambah keramaian warga yang berkumpul menyaksikan proses pemadaman," katanya.
Dampak struktural dari peristiwa ini cukup signifikan, dengan satu bangunan mengalami kerusakan parah.
Diperkirakan terdapat dua bangunan lain yang berpotensi terdampak dengan luas area risiko mencapai 50 x 30 meter persegi. Namun, berkat respons cepat petugas, penyebaran api berhasil dibendung.
Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
Tim investigasi gabungan yang terdiri dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Kepolisian, PLN, dan aparat RT setempat tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap akar permasalahan.
Kabar menggembirakan dari insiden ini "adalah tidak adanya korban jiwa maupun luka-luka. Tidak ada warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut, mengingat bangunan yang terbakar memang dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni," katanya.
Dinas Damkar Kota Padang menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran.
"Kami mengingatkan warga untuk selalu siaga dan segera menghubungi layanan darurat jika menemukan indikasi kebakaran," katanya.
Untuk keperluan tanggap darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center Padang Sigap di nomor 112 atau langsung menghubungi Markas Dinas Pemadam Kebakaran yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Nomor 56 Padang melalui nomor telepon (0751) 28558 atau nomor mobile 0811-6606-113.
Selain itu, informasi terkini mengenai kegiatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang dapat diakses melalui berbagai platform media sosial, termasuk YouTube (@padangfirefigter), Instagram (@padangfirefighter), TikTok (@padangfirefighter), Facebook (@padangfirefighter), serta Padang Command Center 112.
"Kami imbau masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan lingkungan dari ancaman kebakaran, terutama pada bangunan-bangunan kosong yang rentan menjadi sumber bahaya. Koordinasi yang solid antara warga dan petugas terbukti efektif dalam meminimalkan dampak yang lebih luas," tuturnya. (red)














