Sumbardaily.com, Padang Panjang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang mencatat sejarah baru dengan dilantiknya Joni Sastra sebagai Dokter Ahli Utama pertama di institusi tersebut.
Pelantikan yang didasarkan pada Keputusan Presiden Joko Widodo ini dilaksanakan pada Jumat (28/6/2024) di Balai Kota Padang Panjang.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Padang Panjang, Winarno memimpin prosesi pelantikan yang berlandaskan Petikan Keputusan Presiden Nomor 43/M Tahun 2024 tertanggal 13 Juni 2024.
Momen ini menandai pencapaian signifikan bagi Joni Sastra yang telah mengabdikan diri selama 23 tahun di kota tersebut sejak lulus dari Universitas Padjadjaran pada tahun 2001.
Dalam sambutannya, Winarno menekankan keistimewaan posisi Dokter Ahli Utama. Jabatan ini merupakan puncak pengembangan karir Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Dengan SK pengangkatan yang ditandatangani langsung oleh Presiden," ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa pencapaian ini membawa implikasi perpanjangan batas usia pensiun hingga 65 tahun.
Winarno juga menyoroti bahwa kenaikan jabatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, inovasi, dan kinerja dalam pelayanan kesehatan di Padang Panjang.
"Kami berharap dr Joni dapat terus mengikuti perkembangan teknologi kesehatan untuk memaksimalkan pelayanan," tambahnya.
Menanggapi pelantikannya, Joni Sastra mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan karirnya. Ia menjelaskan proses panjang yang harus dilalui, mulai dari usulan RSUD, analisis jabatan dari Pemerintah Kota melalui BKPSDM, hingga rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
"Alhamdulillah, sejak lulus sekolah pada 2001, saya benar-benar mengabdikan diri di Padang Panjang. Kami memulai dari nol, ketika RSUD belum begitu dikenal dan pasien mata masih sangat sedikit," kenang Joni.
Salah satu prestasi signifikan Joni adalah inisiatifnya dalam mengadopsi teknologi terbaru untuk operasi katarak. Pada tahun 2004, Ia mengajukan kebutuhan mesin operasi katarak Phacoemulsification, teknik operasi katarak tanpa jahit yang saat itu belum tersedia di rumah sakit di Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.
"RSUD Padang Panjang menjadi perintis operasi Katarak Phaco di wilayah ini. Respon masyarakat sangat positif, hingga pasien kami bertambah pesat, tidak hanya dari Padang Panjang tapi juga dari luar provinsi," ungkapnya.
Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan reputasi RSUD Padang Panjang, tetapi juga mendorong pengembangan layanan kesehatan mata di rumah sakit tersebut.
"Dari awalnya hanya saya sendiri, sekarang kami memiliki tiga dokter mata di RSUD," tambah Joni. (red)
















