Jamin Keselamatan Operasional, KAI Divre II Sumbar Evaluasi Infrastruktur Jalur KA Secara Berkala

Jamin Keselamatan Operasional, KAI Divre II Sumbar Evaluasi Infrastruktur Jalur KA Secara Berkala

KAI Divre II Sumbar gelar cek lintas jalan kaki dan sosialisasi perlintasan sebidang kereta api untuk menjamin keselamatan operasional dan cegah kecelakaan. (Foto: Dok KAI Divre II Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) menjalankan program komprehensif berupa cek lintas jalan kaki dan sosialisasi perlintasan sebidang kereta api sebagai wujud nyata dalam menjamin keselamatan operasional kereta api dan upaya pencegahan terhadap potensi terjadinya kecelakaan. Program ini dilaksanakan pada Rabu (4/6/2025), dengan melibatkan seluruh jajaran manajemen perusahaan.

Kegiatan walkthrough kali ini difokuskan pada beberapa area yang dikategorikan sebagai zona berisiko tinggi. Lokasi pertama yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah kawasan rawan banjir di KM 58+200/900 pada segmen jalur Lubuk Alung - Kayutanam, tepatnya di Instalasi Stasiun Kayu Tanam yang berada di wilayah Kecamatan Dua Kali Sebelas Kayu Tanam.

Selanjutnya, tim juga melakukan inspeksi menyeluruh terhadap Bangunan Hidmat Sempit di BH 105 km 49+093 yang terletak pada rute yang sama, yakni Lubuk Alung - Kayutanam di kawasan Lubuk Pandan, Kecamatan Dua Kali Sebelas Enam Lingkung. Area ketiga yang mendapat perhatian khusus adalah zona yang rentan mengalami ambles dan banjir di km 45+200/600 pada jalur Lubuk Alung - Kayutanam, khususnya di Parit Melintang, Kecamatan Enam Lingkung.

Program ini juga mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kelengkapan fasilitas yang tersedia di Stasiun Kayu Tanam untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung operasional kereta api berfungsi dengan optimal.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan, memberikan arahan strategis dalam sesi safety briefing yang diselenggarakan sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan dimulai. Dalam arahannya, Muh Tri Setyawan menekankan urgensi tingkat kewaspadaan maksimal selama berlangsungnya seluruh rangkaian aktivitas pemeriksaan.

Ia secara tegas menginstruksikan kepada seluruh jajaran manajemen dan personel terkait untuk melakukan pengisian formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) secara teliti dan komprehensif. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya tindak lanjut yang cepat dan tepat terhadap setiap catatan temuan yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaan program walkthrough tersebut, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar menjalankan pemeriksaan yang sangat detail dan menyeluruh terhadap berbagai komponen vital infrastruktur perkeretaapian. Komponen-komponen yang menjadi fokus inspeksi meliputi kondisi rel kereta api, bantalan rel, ballast sebagai penopang, sistem wesel untuk perpindahan jalur, serta sistem persinyalan yang menjadi kunci keamanan operasional.

Pemeriksaan juga mencakup evaluasi terhadap tingkat keamanan emplasemen, kondisi dan status aset milik PT KAI, analisis lokasi serta kondisi perlintasan sebidang, dan efektivitas sistem drainase yang terpasang di sepanjang koridor jalur kereta api untuk mengantisipasi masalah banjir.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, memberikan penjelasan komprehensif bahwa kegiatan pemeriksaan infrastruktur semacam ini bukan merupakan program yang hanya dilaksanakan pada momen-momen tertentu saja. Menurutnya, program ini telah menjadi bagian integral dari agenda rutin perusahaan dengan tujuan strategis untuk mengidentifikasi setiap potensi bahaya yang mungkin muncul.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program rutin yang kami laksanakan dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi setiap potensi bahaya dan melakukan mitigasi risiko yang ada di lapangan serta meningkatkan keamanan operasional KA demi mewujudkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan perjalanan KA yang aman dan nyaman," jelasnya.

Bersamaan dengan program walkthrough, KAI Divre II Sumbar juga menyelenggarakan program sosialisasi keselamatan di berbagai titik perlintasan sebidang kereta api yang tersebar di wilayah operasionalnya. Sosialisasi pertama dilakukan di perlintasan sebidang kereta api resmi tidak dijaga yang berlokasi di Km 51+700 pada segmen jalur Lubuk Alung-Kayu Tanam, tepatnya di Nagari Sungai Asam, Kecamatan Dua Kali Sebelas Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.

Lokasi sosialisasi kedua adalah perlintasan resmi tidak dijaga di Km 45+5/6 pada rute Lubuk Alung - Kayutanam, yang berada di Nagari Parit Malintang. Sementara itu, lokasi ketiga adalah perlintasan resmi dijaga di Km 38+5/6 pada jalur Duku - Lubuk Alung, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Reza menyampaikan data statistik yang menunjukkan konsistensi dan intensitas program sosialisasi yang telah dijalankan perusahaan. Sepanjang tahun 2024, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan sebanyak 38 kali kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di berbagai lokasi strategis. Program sosialisasi ini tidak hanya terbatas pada area perlintasan sebidang KA, tetapi juga diperluas hingga ke institusi pendidikan atau sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional Divre II Sumbar.

Pada tahun 2025, intensitas program sosialisasi perlintasan sebidang KA semakin ditingkatkan dengan frekuensi pelaksanaan secara rutin minimal satu kali dalam satu minggu. Dalam setiap pelaksanaannya, tim sosialisasi menargetkan empat titik perlintasan yang berbeda untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas program.

Berdasarkan pencatatan hingga akhir bulan Mei 2025, KAI Divre II Sumbar telah berhasil melaksanakan program sosialisasi pada 69 titik perlintasan yang tersebar di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar. Capaian ini menunjukkan komitmen serius perusahaan dalam upaya edukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di area perlintasan kereta api.

Metodologi sosialisasi yang diterapkan bersifat langsung dan interaktif dengan memberikan himbauan kepada pengguna jalan raya yang melintasi perlintasan menggunakan sistem pengeras suara untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas. Tim sosialisasi juga mendistribusikan stiker-stiker bertema keselamatan dan melakukan pemasangan spanduk keselamatan yang memuat imbauan untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan bersama.

"Dengan sebanyak 28 perjalanan KA penumpang dan 24 perjalanan KA Barang (Klinker/Semen) yang dioperasikan Divre II Sumbar setiap harinya, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan raya yang hendak melewati perlintasan kereta api khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar agar tetap selalu waspada, tengok kanan kiri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," tegas Reza.

Reza menegaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan lalu lintas di area perlintasan kereta api merupakan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum serius. Berbagai bentuk pelanggaran seperti menerobos palang pintu kereta api, mengabaikan semboyan 35 yang berupa klakson peringatan, serta mengabaikan rambu-rambu lalu lintas lainnya dikategorikan sebagai tindak pidana lalu lintas yang dapat diproses secara hukum.

Pengguna jalan memiliki kewajiban mutlak untuk mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi seluruh rambu-rambu atau sinyal peringatan yang dipasang sebagai indikator bahwa kereta api akan segera melintasi area tersebut. Apabila masih terjadi pelanggaran yang berakibat pada kecelakaan, KAI Divre II Sumbar memiliki hak untuk menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut.

Reza juga menekankan pentingnya kepatuhan total terhadap rambu-rambu lalu lintas, termasuk kewajiban penggunaan helm bagi pengendara kendaraan roda dua dan memberikan prioritas mutlak bagi perjalanan kereta api. Pelanggaran di area perlintasan sebidang KA tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum sebagaimana telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Semoga dengan adanya kesadaran dari semua pihak, kita bersama-sama dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang KA khususnya di wilayah operasional Divre II Sumbar," harap Reza.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, program diakhiri dengan sesi safety talk yang berfungsi sebagai forum evaluasi menyeluruh terhadap hasil walkthrough yang telah dilaksanakan. Sesi ini juga bertujuan untuk memastikan adanya tindak lanjut yang konkret dan terukur terhadap seluruh catatan dan temuan yang diperoleh selama kegiatan pemeriksaan di lapangan, sehingga setiap potensi risiko dapat dimitigasi dengan tepat dan efektif. (red)

Baca Juga

Petugas KAI Divre II Sumbar melakukan inspeksi jalur kereta api menggunakan lori dresin di lintas Padang–Naras untuk memeriksa kondisi rel dan prasarana perkeretaapian.
Libur Sekolah Makin Dekat, KAI Divre II Sumbar Perketat Pengawasan Jalur dan Perlintasan
Tampilan platform Space by KAI yang menyediakan informasi berbagai aset strategis milik KAI Divre II Sumbar untuk peluang investasi dan pengembangan usaha.
Tak Lagi Lewat Iklan Cetak, KAI Divre II Sumbar Permudah Investor Akses Aset Bernilai Tinggi Lewat Space by KAI
KAI Kembali Tutup Tiga Perlintasan Liar di Sumbar, Total 21 Titik Sudah Ditertibkan
KAI Kembali Tutup Tiga Perlintasan Liar di Sumbar, Total 21 Titik Sudah Ditertibkan
Tampak depan Stasiun Kayu Tanam di Padang Pariaman yang menjadi titik keberangkatan KA Lembah Anai dan mencatat peningkatan jumlah penumpang pada 2026.
Jejak Kereta Bergerigi dan Kebangkitan Stasiun Kayu Tanam, Kini Layani Hampir 25 Ribu Penumpang
Kereta api KAI Divre II Sumbar melayani penumpang di Sumatera Barat sebagai bagian dari program transportasi massal rendah emisi dan dekarbonisasi sektor transportasi.
Hampir 3 Juta Penumpang Beralih ke Kereta, KAI Divre II Sumbar Klaim Tekan 10 Ribu Ton Emisi Karbon
Delegasi International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 disambut dengan pertunjukan budaya Minangkabau di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau oleh KAI Divre II Sumbar sebelum melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi.
Disambut di Stasiun BIM, 250 Delegasi dari 36 Negara Rasakan Pengalaman Naik Kereta Api Menuju IMLF 2026