Sumbardaily.com, Padang – PT Hutama Karya (Persero) mengukir prestasi membanggakan di penghujung tahun 2024 dengan mencatatkan total pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 1.042 kilometer.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen BUMN dalam mendukung perwujudan Asta Cita, khususnya pada aspek pengembangan infrastruktur nasional.
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Budi Harto, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, perusahaan berhasil menambah 83,9 kilometer ruas jalan tol baru.
"Pencapaian ini bertepatan dengan satu dekade penugasan pembangunan JTTS yang diamanatkan melalui Perpres Nomor 100 Tahun 2014 dan telah diperbarui dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2024," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/1/2025).
Performa kinerja Hutama Karya semakin mengkilap dengan perolehan kontrak baru senilai Rp34,84 triliun, melampaui target RKAP sebesar Rp28,91 triliun atau tumbuh 17%. Sektor jalan dan jembatan mendominasi portofolio kontrak dengan kontribusi 84,39%, diikuti sektor Sumber Daya Air (7,83%), dan sektor gedung (3,96%).
Di antara proyek strategis yang berhasil dimenangkan adalah Pembangunan Budidaya Udang Terintegrasi senilai Rp7,11 triliun melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) Adhi-HK-Minarta pada Januari 2024.
Hutama Karya juga dipercaya menangani Proyek Pembangunan Gedung Jampidsus bernilai Rp318 miliar.
Terobosan signifikan ditorehkan melalui proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim dengan nilai investasi Rp3,3 triliun.
Perusahaan plat merah ini juga memenangkan proyek Pembangunan Flyover Panorama I di Sumatera Barat dengan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT).
Sepanjang 2024, beberapa ruas JTTS baru telah diresmikan, termasuk Jalan Tol Indrapura-Kisaran seksi I (15,6 km) dan ruas Tebing Tinggi-Indrapura (28 km) pada Februari 2024.
Dilanjutkan dengan peresmian Jalan Tol Pekanbaru-Padang ruas Bangkinang-XIII Koto Kampar (24,7 km) pada Mei 2024, serta Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan Binjai-Pangkalan Brandan pada September 2024.
Keberhasilan operasional JTTS tercermin dari peningkatan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung mencatat LHR 9.297 kendaraan per hari, naik 5,27% dari tahun sebelumnya.
Sementara di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Selatan (JORR-S), LHR mencapai 145.053 kendaraan per hari, meningkat 8,72%.
Transformasi digital menjadi fokus utama Hutama Karya dalam meningkatkan efisiensi operasional. Implementasi sistem "HK SHIELD" memungkinkan pemantauan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (QHSSE) secara real-time.
Inovasi ini mengantarkan perusahaan meraih penghargaan The Best Company Concerned QHSE dari Indonesia QHSE Sustainability for Business Awards 2024.
Hutama Karya juga mengembangkan teknologi Mobile Laser Scanner untuk analisis performa jalan tol dan Advanced Standard Library untuk implementasi Building Information Modelling (BIM).
Prestasi ini diakui melalui penghargaan BIM 5D Multi-Project Software Utilization Award dan Grand Winner Better World Builder of the Year Award di ASEAN Innovation Awards 2024.
Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi pencapaian Hutama Karya yang kini tercatat sebagai salah satu BUMN dengan total aset mencapai Rp169,7 triliun.
"Upaya Hutama Karya dalam menyambungkan Jalan Tol Trans Sumatera sejalan dengan komitmen kami memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur," ungkapnya.
Keberlanjutan pembangunan JTTS diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk ruas tahap II, mencakup Betung-Jambi dan Palembang-Betung.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan efisiensi logistik antar wilayah.
Di sektor infrastruktur lainnya, Hutama Karya berhasil menyelesaikan sejumlah proyek monumental, termasuk Universitas Malikussaleh di Aceh, RSIA Sardjito di Yogyakarta, dan berbagai proyek di Bali.
Pencapaian di bidang energi ditandai dengan rampungnya proyek PLTGU Muara Tawar 650 MW di Bekasi dan PLTGU Tambak Lorok 779 MW di Semarang.
Dengan berbagai pencapaian strategis ini, Hutama Karya membuktikan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan, didukung inovasi teknologi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proyek yang dikerjakan. (red)













