Sumbardaily.com, Padang Panjang – Fluktuasi harga bahan pokok di Padang Panjang menunjukkan tren positif pada minggu kedua Maret 2025, dengan tiga jenis komoditas cabai mengalami penurunan harga yang signifikan. Data resmi menunjukkan lebih banyak komoditas yang mengalami penurunan harga dibandingkan yang mengalami kenaikan.
Analis Perekonomian pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Padang Panjang, Chandra Erfiko, menyampaikan bahwa tiga jenis cabai mengalami penurunan harga paling mencolok dalam pekan ini.
"Cabai rawit mengalami penurunan harga paling drastis, yaitu sebesar Rp12.500, dari semula Rp50.334 menjadi Rp37.834 per kilogram," jelas Chandra dalam keterangan resminya dikutip Senin (17/3/2025).
Tidak hanya cabai rawit, dua jenis cabai lainnya juga mengalami tren serupa. Cabai merah turun sebesar Rp10.800, dari Rp49.317 menjadi Rp38.517 per kilogram. Sementara itu, cabai hijau mengalami penurunan sebesar Rp3.333, dari Rp43.333 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai. Menurut Chandra, terdapat total tujuh komoditas yang mengalami penurunan harga pada minggu kedua Maret 2025.
"Selain tiga jenis cabai, komoditas lain yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam broiler, telur ayam ras, bawang putih, dan terong," tuturnya.
Daging ayam broiler tercatat turun Rp517 dari Rp31.000 menjadi Rp30.484 per kilogram. Telur ayam ras mengalami penurunan sebesar Rp267, dari Rp28.550 menjadi Rp28.284 per kilogram.
Bawang putih turun Rp350 dari Rp34.000 menjadi Rp35.500 per kilogram. Komoditas terong mencatatkan penurunan paling signifikan dalam kelompoknya, yakni sebesar Rp2.000, dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga. "Komoditas strategis yang mengalami kenaikan harga hanya terjadi pada bawang merah. Hal ini diindikasi karena stok yang mulai berkurang pada tingkat konsumen," jelas Chandra.
Harga bawang merah naik Rp1.500, dari Rp34.000 menjadi Rp35.500 per kilogram. Kacang hijau naik Rp333, dari Rp24.000 menjadi Rp24.333 per kilogram. Kacang tanah naik Rp333, dari Rp27.667 menjadi Rp28.000 per kilogram. Mie instan naik Rp167, dari Rp3.000 menjadi Rp3.167 per bungkus. Sementara bawang daun mencatat kenaikan sebesar Rp2.000, dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.
Chandra menambahkan bahwa komoditas utama lainnya relatif stabil. Beras kualitas I tetap pada harga Rp16.667 per kilogram, beras kualitas II Rp15.750 per kilogram, dan beras kualitas III Rp15.000 per kilogram. Gula pasir stabil pada harga Rp19.000 per kilogram dan tepung terigu segitiga biru pada Rp13.000 per kilogram.
Harga daging sapi bertahan pada level Rp141.667 per kilogram. Sementara itu, daging ayam kampung besar dipatok pada harga Rp90.000 per kilogram, daging ayam kampung sedang Rp80.000 per kilogram, dan daging ayam kampung kecil Rp70.000 per kilogram.
"Telur ayam kampung dijual dengan harga Rp58.267 per kilogram, telur itik Rp32.400 per kilogram, dan bawang bombai Rp28.000 per kilogram," tutup Chandra.
Ia juga menambahkan bahwa harga minyak goreng kemasan sederhana berada pada level Rp17.667 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter, dan minyak goreng curah Rp20.000 per kilogram. (red)
















