Sumbardaily.com, Padang – Awal musim BRI Super League 2025/2026 menjadi periode berat bagi Semen Padang FC. Hingga pekan ketujuh, tim berjuluk Kabau Sirah itu terpuruk di dasar klasemen sementara dengan raihan hanya empat poin dari enam pertandingan.
Catatan performa Semen Padang sejauh ini belum menggembirakan. Dari enam laga yang dijalani, mereka baru mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, serta menelan empat kekalahan.
Produktivitas gol juga masih rendah dengan hanya lima kali menjebol gawang lawan. Sebaliknya, barisan pertahanan rapuh sehingga sering kebobolan dan gagal menjaga peluang meraih angka penuh.
Situasi tersebut menempatkan Kabau Sirah dalam zona merah bersama PSBS Biak dan Persis Solo. Posisi juru kunci semakin menambah tekanan bagi tim asuhan manajemen Semen Padang FC.
Pertandingan berikutnya melawan Persita Tangerang, yang dijadwalkan Sabtu (4/10/2025) usai sempat ditunda karena faktor keamanan, akan menjadi ujian penting untuk menentukan arah kebangkitan tim.
Jika tren negatif ini tidak segera diputus, peluang anak asuh Eduardo Almeida untuk keluar dari zona degradasi akan semakin sulit. Kompetisi masih panjang, tetapi persaingan di papan bawah diprediksi kian ketat mengingat sejumlah tim juga berjuang keras menghindari jurang degradasi.
Sementara itu, persaingan di papan atas memperlihatkan kontras. Borneo FC tampil perkasa dengan rekor sempurna: enam kemenangan dari enam laga. Koleksi 18 poin membuat mereka kokoh di puncak klasemen sementara, meninggalkan para pesaing.
Manajemen dan suporter berharap Kabau Sirah segera bangkit agar tidak terus tertinggal di dasar klasemen. Laga-laga mendatang bukan hanya menjadi kesempatan untuk memutus rentetan hasil buruk, tetapi juga momentum membalikkan keadaan demi menjaga asa bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola nasional. (ik)
















