Sumbardaily.com - Manajemen Semen Padang FC langsung mengambil langkah setelah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis informasi terkait kewajiban finansial klub.
Manajemen memastikan persoalan yang berkaitan dengan hak satu pemain dari skuad musim lalu telah diselesaikan secara tuntas pada hari ini.
Manajer Tim Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, penyelesaian tersebut dilakukan setelah manajemen melakukan koordinasi secara intensif untuk menuntaskan seluruh proses yang sebelumnya masih terkendala.
Persoalan yang terjadi disebut tidak berkaitan dengan kesengajaan menunda pemenuhan hak pemain, melainkan muncul akibat persoalan teknis pada proses administrasi internal klub.
Kondisi tersebut sebelumnya membuat proses pemenuhan kewajiban terhadap pemain bersangkutan belum dapat diselesaikan sesuai alur administrasi yang seharusnya.
Manajemen kemudian melakukan pembenahan terhadap proses verifikasi dan kelengkapan dokumen agar pencairan hak pemain dapat segera diproses.
"Setelah proses tersebut dituntaskan, seluruh tahapan administrasi yang berkaitan dengan hak pemain akhirnya rampung. Dengan demikian, kewajiban finansial yang menjadi perhatian dalam rilis APPI tersebut telah diselesaikan oleh Semen Padang FC," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026) sore.
Langkah ini menjadi respons langsung manajemen terhadap persoalan administratif yang sempat muncul.
Penyelesaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan klub tetap berjalan secara profesional, khususnya dalam memenuhi hak-hak pemain yang menjadi bagian dari skuad.
Manajemen Semen Padang FC menjelaskan bahwa keterlambatan sebelumnya murni dipicu kendala teknis dalam proses verifikasi serta kelengkapan dokumen administrasi internal.
"Setelah persoalan tersebut teridentifikasi, koordinasi dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi tahapan yang menghambat pencairan hak pemain," kata Moulevey.
Penyelesaian kewajiban tersebut sekaligus menjadi momentum bagi manajemen untuk menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola klub.
Terlebih, katanya, Semen Padang FC sebelumnya juga telah melewati persoalan administratif lain yang berkaitan dengan kewajiban klub di tingkat internasional.
Salah satu rekam jejak yang disampaikan manajemen adalah keberhasilan Semen Padang FC menyelesaikan kewajiban hingga nama klub tersebut resmi dihapus dari daftar sanksi transfer ban FIFA.
"Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa manajemen memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan finansial dan administratif yang menjadi tanggung jawab klub," ujarnya.
Dengan penyelesaian kewajiban terhadap satu pemain musim lalu tersebut, manajemen kembali menegaskan perhatian terhadap kesejahteraan seluruh elemen yang berada di dalam tim.
"Hak pemain menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan profesionalisme sebuah klub sepak bola," katanya.
Braditi Moulevey juga menyampaikan bahwa manajemen menghargai perhatian yang diberikan APPI terhadap pemenuhan kewajiban finansial klub.
Pengawasan serta perhatian terhadap hak pemain menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya tata kelola sepak bola yang semakin baik.
"Di sisi lain, dukungan suporter juga dinilai memiliki peran penting bagi perjalanan Semen Padang FC. Karena itu, manajemen menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan sekaligus berharap proses pembenahan tata kelola klub dapat berjalan secara konsisten," katanya.
Semen Padang FC menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga kesejahteraan seluruh elemen tim. Penyelesaian kewajiban finansial tersebut menjadi bentuk tanggung jawab manajemen dalam mengoreksi kendala teknis internal dan memastikan persoalan administrasi tidak berlarut-larut.
Manajemen juga berharap penyelesaian ini dapat menjadi bagian dari proses membangun pengelolaan klub yang lebih transparan dan profesional. Koordinasi antara manajemen, pemain, serta pihak terkait akan terus menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kewajiban klub dapat dipenuhi sesuai ketentuan.
Respons cepat setelah rilis APPI tersebut menunjukkan bahwa persoalan administrasi yang sempat muncul langsung ditindaklanjuti.
Semen Padang FC memastikan seluruh alur verifikasi dan pencairan hak pemain yang bersangkutan telah selesai pada hari ini.
"Dengan demikian, fokus manajemen kini diarahkan untuk menjaga agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Pembenahan mekanisme administrasi internal menjadi salah satu hal yang penting untuk mendukung tata kelola klub sekaligus menjaga kepercayaan pemain, suporter, dan seluruh pihak yang berkepentingan terhadap Semen Padang FC," pungkasnya. (*)















