Sumbardaily.com, Agam – Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 pada Minggu (12/1/2025) dini hari. Berdasarkan data yang dirilis Stasiun Geofisika Padangpanjang, getaran gempa terekam pada pukul 04:03:05 WIB.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan lokasi episenter gempa berada di daratan, tepatnya 10 kilometer barat daya Kabupaten Agam.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 0,32 derajat Lintang Selatan dan 99,94 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 20 kilometer," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Berdasarkan karakteristiknya, gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal. "Setelah melakukan analisis komprehensif terhadap lokasi dan kedalaman pusatnya, dapat disimpulkan bahwa gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar lokal," jelas Suaidi.
Peta guncangan yang dirilis BMKG menunjukkan dampak getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di tujuh wilayah Sumatera Barat. Getaran terkuat tercatat di dua wilayah, yakni Pasaman Barat dan Agam, dengan skala intensitas III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
"Masyarakat di Pasaman Barat dan Agam merasakan getaran yang cukup nyata, terutama mereka yang berada di dalam rumah. Getaran yang dirasakan menyerupai sensasi lewatnya kendaraan berat, disertai dengan bunyi-bunyian dari elemen bangunan seperti jendela, pintu, dan dinding," papar Suaidi.
Wilayah Padang Pariaman dan Kota Pariaman mengalami guncangan dengan intensitas lebih rendah, yakni II-III MMI. Di kedua daerah ini, getaran masih dapat dirasakan dengan jelas oleh penduduk, ditandai dengan goyangan pada benda-benda ringan yang tergantung.
Sementara itu, tiga wilayah lainnya yakni Kota Padang, Bukittinggi, dan Pesisir Selatan mencatatkan intensitas getaran terendah dengan skala I-II MMI.
"Di ketiga lokasi tersebut, getaran hanya terdeteksi oleh peralatan seismik atau dirasakan oleh sebagian kecil warga, dengan indikasi berupa goyangan ringan pada benda-benda yang digantung," tambah Suaidi.
Meskipun gempa dirasakan di berbagai wilayah, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur. BMKG juga mencatat belum ada aktivitas gempa susulan atau aftershock pasca kejadian ini.
Menanggapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan.
"Kami mengimbau warga untuk memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar ketahanan gempa. Lakukan pengecekan berkala terhadap struktur bangunan untuk meminimalisir dampak yang tidak diinginkan jika terjadi gempa susulan," tutup Suaidi. (red)
















