Sumbardaily.com - Banjir yang merendam permukiman warga di Nagari Kajai dan Nagari Kajai Selatan, Kecamatan Talamau, mendapat penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Selain menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, pemerintah daerah juga mengerahkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membersihkan lumpur yang menggenangi rumah-rumah warga agar segera dapat ditempati kembali.
Langkah penanganan tersebut dipastikan saat Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, meninjau langsung lokasi banjir pada Minggu (26/72026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan bantuan darurat tersalurkan sekaligus memantau penyebab banjir yang menggenangi kawasan permukiman.
Dalam peninjauan tersebut, M. Ihpan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penyisiran di sejumlah titik terdampak. Hasil identifikasi menunjukkan adanya penyempitan saluran pengairan di Nagari Kajai Selatan yang menjadi salah satu faktor air meluap hingga masuk ke permukiman warga.
"Pemerintah daerah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan cepat. Dari hasil penyisiran bersama Dinas PUPR, salah satu kendala utama adalah penyempitan saluran air. Saya pastikan perbaikannya dikerjakan tahun ini, bersamaan dengan pengaspalan Jalan MAN," tegas M. Ihpan saat berada di lokasi bencana.
Selain mengevaluasi kondisi infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mendata kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan yang diprioritaskan meliputi sembako, perlengkapan bayi, kasur, serta dukungan pembersihan rumah yang dipenuhi material lumpur.
Upaya percepatan pemulihan dilakukan dengan menurunkan armada Damkar ke kawasan permukiman. Kendaraan tersebut dimanfaatkan untuk menyemprot dan membersihkan lumpur yang masih menutupi rumah warga sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
"Perlengkapan bayi, kasur, dan sembako menjadi prioritas bantuan saat ini. Hari ini juga, sekitar pukul 11.00 WIB, armada Damkar kami turunkan untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur agar dapat segera ditempati secara layak," ujar M. Ihpan.
Banjir yang melanda Nagari Kajai dan Nagari Kajai Selatan dipicu oleh tingginya intensitas hujan. Kondisi tersebut menyebabkan saluran air meluap hingga menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga.
Di tengah proses penanganan, Wakil Bupati Pasaman Barat juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta segera melaporkan setiap kondisi darurat kepada pemerintah nagari maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Menurut M. Ihpan, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pemulihan pascabanjir melalui penanganan yang dilakukan secara terpadu, mulai dari penyaluran bantuan, pembersihan kawasan permukiman, hingga pembenahan infrastruktur yang menjadi penyebab banjir.
"Melalui penanganan terpadu, mulai dari penyaluran bantuan, pembersihan permukiman, hingga perbaikan infrastruktur, Pemkab Pasaman Barat berkomitmen mempercepat pemulihan warga terdampak dan meminimalkan dampak bencana," tutupnya. (*)
















