Sumbardaily.com – Kunjungan kerja Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon ke Sumatera Barat (Sumbar) menyoroti pentingnya pelestarian situs industri bersejarah di Indonesia.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pabrik Indarung I PT Semen Padang, yang dikenal sebagai pabrik semen pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon meninjau langsung kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang yang berada di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Situs industri bersejarah ini dinilai memiliki nilai penting dalam perjalanan teknologi dan industrialisasi di kawasan Asia Pasifik.
Keberadaan Pabrik Indarung I tidak hanya penting dalam konteks sejarah industri nasional, tetapi juga diakui secara internasional.
Arsip terkait pabrik ini tercatat dalam memori kolektif Asia Pasifik melalui program Memory of the World Committee for Asia and the Pacific yang ditetapkan oleh UNESCO.
Pengakuan tersebut diberikan karena arsip Pabrik Indarung I dinilai memiliki nilai sejarah tinggi serta merekam jejak inovasi dan perkembangan teknologi di kawasan Asia Pasifik.
Selain itu, bangunan fisik pabrik juga telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, mempertegas perannya sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah industrialisasi Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menilai kawasan Indarung I memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang memadukan unsur sejarah, seni, dan budaya.
Ia menyebut sejumlah titik di kawasan tersebut memiliki nilai historis yang kuat dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kawasan bersejarah tersebut tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali melalui berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan masyarakat.
“Kawasan ini dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai amphitheater, pameran, dan pertunjukan teater. Bangunan-bangunan yang sudah menjadi cagar budaya ini bisa kita aktivasi menjadi satu art space, ruang ekspresi seni dan budaya,” ujar Fadli Zon.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang masih memerlukan sejumlah perbaikan di beberapa titik.
Menurutnya, upaya revitalisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, komunitas, serta pihak perusahaan.
Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, kawasan bersejarah ini diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran publik yang mampu memperkaya narasi sejarah industri Indonesia.
Fadli Zon menilai pengembangan kawasan ini dapat memperkuat fungsi situs bersejarah, tidak hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang memberi pemahaman tentang perjalanan teknologi dan industri nasional.
Melalui kunjungan ini, Kementerian Kebudayaan kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi dan menghidupkan kembali kawasan-kawasan bersejarah di Indonesia.
Situs seperti Pabrik Indarung I PT Semen Padang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pengetahuan sekaligus inspirasi bagi masyarakat.
Ke depan, kawasan Indarung I diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan situs industri bersejarah yang mampu menghadirkan narasi kuat tentang perkembangan teknologi, industri, dan perjalanan kemandirian bangsa dalam pembangunan nasional.
“Lokasi ini sudah sangat baik dan kuat. Saya yakin ini bisa menjadi tambahan ruang berekspresi, apalagi Indarung I sudah menjadi cagar budaya,” pungkas Fadli Zon. (*)
















