Sumbardaily.com, Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat nilai ekspor asal Sumbar pada Agustus 2025 mencapai 318,79 juta dolar AS, meningkat sebesar 4,11 juta dolar AS dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebesar 314,68 juta dolar AS.
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, mengatakan peningkatan tersebut terjadi pada sebagian besar komoditas ekspor utama Sumbar. Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor tertinggi, lima di antaranya menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Sebagian besar komoditas mengalami peningkatan nilai ekspor. Kenaikan ini terutama terlihat pada kelompok produk kimia, karet, bahan nabati, serta garam dan belerang,” ujar Sugeng dalam keterangannya dikutip Minggu (5/10/2025).
Berdasarkan data BPS, lemak dan minyak hewan/nabati masih menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekspor 273,14 juta dolar AS, meskipun turun 4,55 juta dolar dibanding Juli 2025. Komoditas berikutnya adalah berbagai produk kimia (HS38) yang melonjak hingga 13,02 juta dolar AS, naik 4,54 juta dolar.
Sementara karet dan barang dari karet meningkat menjadi 8 juta dolar AS, naik 2,41 juta dolar; bahan nabati naik ke 6,72 juta dolar (naik 1,85 juta dolar); serta garam, belerang, dan kapur mencapai 5,55 juta dolar (naik 2,72 juta dolar).
Beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan, seperti sari bahan samak dan celup sebesar 4,19 juta dolar (turun 0,29 juta dolar), kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar 1,80 juta dolar (turun 1,21 juta dolar), ampas/sisa industri makanan sebesar 2,65 juta dolar (turun 0,72 juta dolar), serta buah-buahan sebesar 1,26 juta dolar (turun 0,53 juta dolar). Adapun minyak atsiri dan kosmetik wangi-wangian naik tipis menjadi 2,25 juta dolar (naik 0,15 juta dolar).
Dari sisi tujuan ekspor, Pakistan masih menjadi negara utama tujuan ekspor Sumbar dengan nilai 92,97 juta dolar AS, diikuti India sebesar 78,18 juta dolar AS, dan Bangladesh sebesar 40,28 juta dolar AS.
Sugeng menjelaskan, peningkatan nilai ekspor ini sebagian besar ditopang oleh sektor industri pengolahan yang pada Agustus 2025 mencatat nilai ekspor 310 juta dolar AS, naik 3,47 juta dolar dibanding Juli 2025. Sementara sektor pertanian juga menunjukkan peningkatan menjadi 8,76 juta dolar AS, naik 0,67 juta dolar. Adapun sektor pertambangan justru turun menjadi 0,02 juta dolar AS, atau berkurang 0,04 juta dolar dibanding bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, BPS mencatat sebagian besar ekspor Sumbar dikirim melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Barat dengan total nilai 304,07 juta dolar AS, meningkat 4,79 juta dolar dibandingkan Juli 2025. Hal ini menunjukkan aktivitas ekspor di pelabuhan lokal tetap menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri daerah tersebut. (pooke)
Dengan capaian tersebut, BPS menilai tren ekspor Sumbar menunjukkan tanda pemulihan meski belum merata di semua sektor. Kinerja sektor industri pengolahan yang tetap dominan menjadi indikator penting bagi penguatan ekonomi Sumbar ke depan.
















