Ekspor Sumbar Naik 36,96 Persen, Surplus Perdagangan Capai 1,3 Miliar Dollar AS

Ekspor Sumbar Naik 36,96 Persen, Surplus Perdagangan Capai 1,3 Miliar Dollar AS

Ilustrasi Ekspor (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Juli 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar melaporkan nilai ekspor daerah itu mencapai 1,59 miliar dollar AS atau naik 36,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,16 miliar dollar AS. Lonjakan ini terutama dipacu sektor industri pengolahan yang tumbuh 38,77 persen.

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, menyebutkan India menjadi mitra dagang terbesar Sumbar dengan nilai ekspor mencapai 516,64 juta dollar AS. Disusul Pakistan 358,14 juta dollar AS, Bangladesh 149,68 juta dollar AS, Mesir 113,70 juta dollar AS, dan Myanmar 111,62 juta dollar AS.

“Lima negara tujuan utama ini menyerap lebih dari separuh produk ekspor Sumbar,” ujar Sugeng dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2025).

Adapun tiga komoditas utama ekspor Sumbar sepanjang periode tersebut adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dengan pangsa 83,41 persen, karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar 3,26 persen, serta berbagai produk kimia (HS 38) dengan pangsa 3,18 persen. Ketiganya mencatat kenaikan baik dari sisi nilai maupun volume dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor Sumbar pada Januari–Juli 2025 mencapai 290,62 juta dollar AS. Angka ini naik 2,98 persen dibanding periode yang sama pada 2024. Kenaikan impor terutama disumbang bahan baku dan penolong yang tumbuh 14,24 persen.

“Kebutuhan bahan baku industri masih menjadi pendorong utama impor Sumbar,” jelas Sugeng.

Negara asal impor terbesar Sumbar didominasi Singapura dengan nilai 117,16 juta dollar AS, kemudian Malaysia 89,46 juta dollar AS, Brasil 32,01 juta dollar AS, Kanada 20,80 juta dollar AS, dan Tiongkok 8,83 juta dollar AS.

Komoditas impor terbanyak meliputi bahan bakar mineral (HS 27) dengan kontribusi 70,24 persen, ampas atau sisa industri makanan (HS 23) sebesar 15,36 persen, serta pupuk (HS 31) yang menyumbang 7,07 persen. Ketiganya juga mengalami pertumbuhan baik dari sisi nilai maupun volume.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Sumbar masih surplus. Pada periode Januari–Juli 2025, surplus perdagangan mencapai 1,30 miliar dollar AS, jauh lebih tinggi dibanding surplus pada periode yang sama tahun lalu sebesar 881,23 juta dollar AS.

Sugeng menilai, pencapaian tersebut menunjukkan daya saing ekspor Sumbar yang tetap kuat di tengah tantangan global. “Surplus perdagangan yang semakin besar ini menandakan kinerja ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian Sumbar,” katanya. (red)

Baca Juga

Kabut Asap Menutup Langit Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Kabut Asap Menutup Langit Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Dugaan Ayat Al-Qur’an Dipakai Promosi Minuman Alkohol, DPR Desak Perusahaan Bertanggung Jawab
Dugaan Ayat Al-Qur’an Dipakai Promosi Minuman Alkohol, DPR Desak Perusahaan Bertanggung Jawab
Ombudsman Periksa Dugaan Pungutan Guru untuk Sumbar Teacher Summit 2026
Ombudsman Periksa Dugaan Pungutan Guru untuk Sumbar Teacher Summit 2026
Dapat Bisikan Lewat Mimpi, Anak di Pasaman Barat Habisi Nyawa Ibu Kandung dan Neneknya
Dapat Bisikan Lewat Mimpi, Anak di Pasaman Barat Habisi Nyawa Ibu Kandung dan Neneknya
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan sejumlah pejabat memukul gendang saat pembukaan Padang Harmoni Festival 2026 di Pantai Cimpago.
Padang Harmoni Festival 2026 Bantah Anggapan Kota Padang tak Toleran
MUI Keluarkan Fatwa Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
MUI Keluarkan Fatwa Pria Pakai Baju Wanita Saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram