Disambut di Stasiun BIM, 250 Delegasi dari 36 Negara Rasakan Pengalaman Naik Kereta Api Menuju IMLF 2026

Delegasi International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 disambut dengan pertunjukan budaya Minangkabau di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau oleh KAI Divre II Sumbar sebelum melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi.

Para delegasi International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 dari berbagai negara mengikuti prosesi penyambutan budaya Minangkabau di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau, Rabu (3/6/2026), sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bukittinggi. (Dok. KAI Divre II Sumbar)

Sumbardaily.com - Kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi bagi ratusan delegasi internasional yang tiba di Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengikuti International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4.

Bagi para tamu dari berbagai belahan dunia itu, perjalanan melalui jalur rel justru menjadi pintu pertama untuk mengenal budaya Minangkabau, sekaligus menyaksikan bagaimana transportasi modern berpadu dengan kekayaan tradisi yang telah diwariskan selama satu abad perjalanan Jam Gadang.

Momentum tersebut terlihat saat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) menyambut kedatangan para tamu dan delegasi IMLF ke-4 di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (3/6/2026).

Penyambutan itu menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap agenda internasional yang mengangkat literasi, budaya, dan sejarah Minangkabau kepada masyarakat dunia.

Tahun ini, IMLF ke-4 mengusung tema “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota” dan menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Festival tersebut berlangsung sepanjang Juni 2026 dan dibagi ke dalam dua kelompok kegiatan utama.

Rangkaian pertama berupa kegiatan literasi yang digelar pada 3 hingga 7 Juni 2026. Sementara itu, agenda seni, budaya, dan sejarah berlangsung pada 7 hingga 21 Juni 2026.

Festival yang diselenggarakan bersama Yayasan Satu Pena Sumatera Barat itu menghadirkan sekitar 250 delegasi dari 36 negara.

Para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang membahas sejarah, ekonomi kreatif, pariwisata, sosial, pendidikan, tata kota, sastra, budaya, hingga adat Minangkabau.

Beragam agenda tersebut dirancang untuk menggali sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai yang telah menjadi identitas masyarakat Minangkabau selama perjalanan satu abad Jam Gadang sebagai ikon Kota Bukittinggi.

Menariknya, pengalaman para delegasi internasional dimulai bahkan sebelum mereka tiba di lokasi utama festival.

Setibanya di BIM, para peserta langsung disambut dengan nuansa budaya khas Minangkabau yang dipersiapkan panitia bersama KAI Divre II Sumbar.

Penyambutan itu menghadirkan pertunjukan tari tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Ranah Minang.

Selain itu, para delegasi juga disuguhi pembacaan puisi, menikmati kuliner khas Minangkabau, mendapatkan edukasi singkat mengenai perkembangan perkeretaapian di Sumbar, hingga mengikuti sesi foto bersama di atas Kereta Minangkabau Ekspres bersama awak kereta api.

Setelah rangkaian penyambutan selesai, para delegasi melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi, kota yang menjadi pusat pelaksanaan sejumlah agenda penting dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan IMLF ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.

“Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat. KAI Divre II Sumbar siap memberikan dukungan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi budaya, literasi, dan pariwisata yang mendunia,” katanya.

Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai negara merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional sekaligus menunjukkan perkembangan layanan transportasi publik di Sumatera Barat.

Hal senada disampaikan Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab. Ia menyebut keterlibatan KAI dalam penyambutan delegasi menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi daerah.

“KAI Divre II Sumbar merasa bangga dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival 2026. Kehadiran para delegasi dari berbagai negara merupakan momentum penting untuk memperkenalkan budaya Minangkabau sekaligus layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan di Sumbar,” ujar Reza.

Apresiasi terhadap pelaksanaan IMLF ke-4 juga datang dari Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Dalam rapat koordinasi persiapan kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.

Menurut Ramlan, kehadiran delegasi dari puluhan negara menjadi momentum bersejarah bagi Kota Bukittinggi untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan nilai-nilai Minangkabau kepada masyarakat dunia.

“IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang merupakan momentum bersejarah bagi Kota Bukittinggi untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan nilai-nilai Minangkabau kepada masyarakat dunia. Kehadiran delegasi dari 36 negara menjadi kehormatan sekaligus peluang untuk memperkuat jejaring budaya dan pariwisata internasional. Kami berharap mereka mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di Bukittinggi dan Sumatera Barat,” ujar Ramlan Nurmatias.

Dukungan KAI Divre II Sumbar juga mendapat apresiasi dari Ketua International Minangkabau Literacy Festival ke-4, Sastri Bakry.

Ia menilai sinergi yang dibangun antara penyelenggara dan KAI menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu internasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAI Divre II Sumbar atas dukungan dan sambutan yang diberikan kepada para delegasi IMLF ke-4. Kehadiran KAI memberikan pengalaman yang nyaman dan berkesan bagi para tamu dari berbagai negara yang datang ke Sumatera Barat. Sinergi ini menjadi wujud kolaborasi yang baik dalam menyukseskan IMLF dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang,” ungkap Sastri Bakry.

Kesan mendalam juga dirasakan para delegasi yang datang dari berbagai negara. Salah satunya Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, Armin Limo.

Dirinya merasa sangat terhormat dan senang berada di sini, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas sambutan hangat dan keramahan yang saya terima sejak kedatangan saya.

"Merupakan suatu kehormatan untuk menghadiri Festival Literasi Minangkabau Internasional dan bergabung dengan sesama anggota korps diplomatik dalam acara penting ini. Saya pernah berkesempatan untuk merasakan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, yang benar-benar luar biasa," katanya.

Dengan merasakan perjalanannya nyaman, modern dan efisien, dirinya yakin bahwa salah satu pengalaman kereta api terbaik yang pernah saya alami di Indonesia.

Dirinya yang berasal dari Bosnia dan Herzegovina, mengaku belum memiliki layanan kereta api dengan kecepatan dan kualitas seperti ini, dan Armin Limo benar-benar terkesan dengan perkembangan kereta api di Indonesia.

"Saya berharap dapat berpartisipasi dalam festival ini dan mempelajari lebih lanjut tentang budaya dan pencapaian wilayah yang indah ini," katanya.

Pernyataan Armin Limo tersebut menjadi gambaran bagaimana perkembangan sektor perkeretaapian Indonesia turut menjadi perhatian para tamu internasional yang berkunjung ke Sumatera Barat (Sumbar).

Apresiasi serupa juga disampaikan delegasi asal Australia, May. Ia menilai pemilihan stasiun kereta api sebagai lokasi penyambutan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan penyelenggaraan festival internasional pada umumnya.

“Saya berasal dari Vietnam dan saat ini tinggal di Australia. Saya sangat senang dapat menjadi bagian dari Festival Literasi Minangkabau Internasional (IMLF). Mengadakan acara penyambutan di Stasiun Kereta Api Padang adalah ide yang luar biasa, karena tidak hanya menyoroti salah satu ruang publik ikonik kota tetapi juga menarik perhatian masyarakat luas," katanya.

Dirinya yakin festival tersebut akan memperkuat hubungan budaya, mempromosikan literasi, dan menciptakan pertukaran ide yang bermakna di antara peserta dari berbagai negara dan latar belakang.

"Saya benar-benar menikmati waktu saya di sini. Suasananya ramah, dan tempatnya memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua delegasi,” ujar May. (*)

Baca Juga

Klinik Mediska KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan layanan kesehatan bagi pekerja, keluarga pekerja, dan masyarakat.
Klinik Mediska Padang Layani 3.550 Peserta BPJS hingga Semester 1 2026
Puluhan peserta anak mengikuti Fashion Show Cilik di Sky Bridge Stasiun Bandara Internasional Minangkabau dengan memperagakan busana di hadapan dewan juri dan pengunjung.
Fashion Show Cilik KAI Divre II Sumbar, Lahirkan 10 Duta Cilik Baru
Penyerahan bantuan Program TJSL KAI Divre II Sumbar kepada penerima manfaat di Sumatera Barat sebagai dukungan terhadap pendidikan, rumah ibadah dan lingkungan.
KAI Divre II Sumbar Gelontorkan Rp77 Juta Dana TJSL, Lapangan Sekolah hingga Rumah Ibadah jadi Prioritas
KAI Divre II Sumbar bersama Kejaksaan Negeri Bukittinggi membahas penguatan perlindungan aset dan tata kelola perusahaan.
Langkah KAI Divre II Sumbar Lindungi Aset Perusahaan
Penyerahan bantuan Program TJSL KAI Divre II Sumbar kepada kelompok penyandang disabilitas dan SMAN 3 Sawahlunto sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan fasilitas pendidikan.
Program TJSL KAI Divre II Sumbar Hadirkan Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Anak-anak peserta lomba mewarnai didampingi orang tua mengikuti peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Peron Bandara Stasiun Padang yang diselenggarakan KAI Divre II Sumbar.
KAI Divre II Sumbar Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Lomba Mewarnai