Sumbardaily.com, Padang - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy melepas secara resmi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kebencanaan Universitas Andalas (Unand), Sabtu (8/6/2024).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan mitigasi pascabencana yang melanda wilayah Sumbar.
Berlangsung di halaman Masjid Nurul Ilmi Kampus Limau Manis, program KKN MBKM Kebencanaan ini akan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan 75 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Andalas.
Selain itu, turut bergabung pula 75 mahasiswa Program Mahasiswa Merdeka (PMM) dari universitas lain di Indonesia yang akan terlibat selama satu hari di lokasi bencana.
Dalam sambutannya, Audy mengimbau peserta KKN untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terdampak bencana serta mempelajari kebutuhan mereka, baik di sektor ekonomi, pertanian, peternakan, maupun pemulihan mental pasca bencana.
"Jadikan kegiatan ini sebagai pembelajaran yang sangat berharga dan manfaatkan sebaik mungkin," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unand Syukri Arief, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa PMM yang bersedia mengalihkan kegiatannya ke lokasi bencana serta pihak-pihak yang bekerja sama, seperti Lamtamal II dan MPZ Yayasan Alumni Fakultas Kedokteran.
Dijelaskannya, ada dua kegiatan besar dalam KKN MBKM terintegrasi ini, yakni membangun desa dan mitigasi bencana yang telah diprogramkan kampus.
"Kegiatan ini akan berlangsung kurang lebih empat bulan dan akan mendapatkan konversi 20 SKS dengan pencapaian pembelajaran," tuturnya.
Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Unand, Nur Afrainin Syah, menyebutkan KKN MBKM Kebencanaan ini dilaksanakan di empat posko bencana, yakni Koto Tuo, Bukit Batabuah, Andaleh, dan Pandai Sikek.
Mahasiswa PMM hanya diberikan satu hari untuk berkegiatan di lokasi bencana, serta diharapkan dapat memfasilitasi pertemuan dengan murid-murid yang kehilangan tempat belajar akibat bencana dan membantu mengatasi trauma.
Sementara mahasiswa Unand akan tinggal selama empat hari terlebih dahulu untuk melakukan pemetaan, mencari solusi, serta mendengarkan aspirasi masyarakat terdampak bencana. (red)
















