Sumbardaily.com, Tanah Datar - Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan dicecar pertanyaan soal langkah yang akan dikakukannya untuk memenuhi hak disabilitas, jika dia terpilih menjadi Presiden.
Peryanyaan itu dilontarkan oleh dua penyandang disabilitas yang hadir dalam acara Desak Anies di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/1/2024).
Seorang Penyandang Disabilitas, Jaliman, mempertanyakan bagaimana para disabilitas mendapat pekerjaan.
“Apakah penyandang disabilitas berhak mendapat pekerjaan? Bagaimana cara kami, orang disabilitas mendapat pekerjaan tersebut? Kalau Bapak terpilih menjadi Presiden, apakah hak-hak yang diperoleh bagi penyandang disabilitas?” tanya Jaliman kepada Anies.
Disabilitas lain, Wilmanto, mengaku saat ini peyandang disabilitas belum mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Padahal telah diatur dalam Undang-Undang.
“Saat ini kami penyandang disabilitas belum mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Padahal sudah ada di Undang-Undang. Hak-hak kami terpenuhi,” kata dia.
Mendengar pertanyaan dari dua penyandang disabilitas tersebut, Anies pun membeberkan kinerjanya ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dia menyebut terdapat kebijakan yang dibuat untuk penyandang disabilitas mendapat pekerjaan.
“Ketika kami bertugas di Jakarta. Ada kebijakan yang kami buat. Satu lapangan pekerjaan. Semua rekrutmen pegawai di Jakarat, minimal satu persen harus (didapat) penyandang disabilitas. Sehingga setiap rekrutmen, penyandang disabilitas itu dapat,” jawab Anies.
Lanjut Anies, kemudian semua kegiatan dan iven yang diadakan Pemprov DKI Jakarta telah memakai penerjemah bahasa isyarat.
“Semua produk komunikasi yang dihasilkan harus ada subtitle-nya. Supaya bisa dibaca oleh penyandang disabilitas. Ini komitmen kami,” ungkapnya.
Dia menambahkan, kebijakan terkait sarana dan prasarana yang dibuat Pemprov DKI Jakarta selalu mengundang para penyandang disabilitas. Sehingga diketahui kebutuhan yang diperlukan.
Anies pun memberi contoh salah satunya pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS).
“Teman-teman lihat semua Jakarta Internasional Stadium, maka itu bisa dibilang salah satu stadium yang dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas terlengkap di Indonesia,” katanya.
Dia menjelaskan, di JIS terdapat ruang khusus bagi penyandang disabilitas. Ruang itu untuk barisan kursi roda.
“Jadi di atas stadium, mereka (penyandang disabilitas) bisa menikmati sepakbola seperti warga lain ya. Jadi kami sampaikan, Insya Allah ke depan ketika amanah itu diberikan ke skala nasional, maka kebijakan yang setara akan kami lakukan di tingkat nasional,” sebut Anies.
“Termasuk regulasi. Undang-undang ada, tapi harus dilengkapi peraturan pesiden dan peraturan lainnya. Supaya penyandang disabilitas di Indonesia bisa berkata: Alhamdulillah, Indonesia bisa menjadi rumah yang ramah bagi semuanya,” tambah Anies. (wan/red)
















