Dasarian III Agustus 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Minim Hujan

Dasarian III Agustus 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Minim Hujan

Ilustrasi Cuaca Panas (Foto: Freepik)

Sumbardaily.com - Prediksi hujan Dasarian III Agustus 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan di bawah kondisi normal.

Berdasarkan data yang dikutip Kamis (20/8/2026) di laman BMKG, sebanyak 95,31 persen wilayah diprediksi memiliki sifat hujan kategori Bawah Normal pada periode tersebut.

Sementara itu, wilayah yang diperkirakan mengalami hujan dengan sifat Normal mencapai 4,39 persen. Adapun kategori Atas Normal diproyeksikan hanya mencakup 0,29 persen wilayah dan kategori Jauh di Atas Normal sebesar 0,01 persen.

Kondisi tersebut membuat pola hujan Bawah Normal menjadi kategori yang paling dominan pada Dasarian III Agustus 2026. Kategori Bawah Normal dalam data tersebut berarti jumlah hujan diperkirakan kurang dari 85 persen dibandingkan rata-rata hujan selama 30 tahun.

Sebaran wilayah yang masuk kategori tersebut sangat luas. Daerah yang tercakup meliputi sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Di Sumatera Barat, hampir seluruh kabupaten dan kota masuk dalam daftar wilayah yang diprediksi mengalami hujan Bawah Normal. Daerah tersebut mencakup Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung dan Dharmasraya.

Hanya Solok Selatan yang dalam data tersebut masuk kategori hujan Normal. Artinya, dari wilayah Sumatera Barat yang tercantum, Solok Selatan memiliki prediksi berbeda dibandingkan sebagian besar daerah lainnya.

Untuk kategori Normal, hujan diperkirakan berada pada kisaran 85 persen hingga 115 persen terhadap rata-rata hujan 30 tahun. Selain Solok Selatan, sejumlah wilayah lain di Indonesia juga diprediksi berada dalam kategori tersebut.

Di Aceh, wilayah yang masuk kategori Normal meliputi Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur dan Kota Langsa.

Kemudian di Sumatera Utara terdapat Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Serdang Bedagai, Kota Pematangsiantar dan Asahan.

Di Riau, kategori Normal mencakup Rokan Hilir dan Kota Dumai. Sementara di Jambi terdapat Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Bengkulu memiliki Bengkulu Selatan sebagai wilayah dengan prediksi hujan kategori Normal. Di Lampung, daerah yang masuk kategori tersebut adalah Kota Bandar Lampung.

Adapun Papua Pegunungan memiliki dua wilayah yang diprediksi mengalami hujan Normal, yakni Mamberamo Tengah dan Pegunungan Bintang.

Sumatera Didominasi Hujan Bawah Normal

Selain Sumatera Barat, sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera juga didominasi wilayah dengan prediksi hujan Bawah Normal pada Dasarian III Agustus 2026.

Di Aceh, wilayah yang masuk daftar Bawah Normal meliputi Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Simeulue, Pidie, Aceh Barat, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara dan Kota Subulussalam.

Sumatera Utara juga memiliki wilayah yang cukup luas dalam kategori tersebut. Daerahnya meliputi Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Padang Sidempuan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai.

Di Riau, wilayah Bawah Normal mencakup Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

Kepulauan Riau juga masuk dalam daftar, yakni Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas dan Natuna.

Jambi mencakup Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi.

Sementara Bengkulu terdiri atas Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang dan Kaur.

Di Sumatera Selatan, wilayah Bawah Normal mencakup Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang dan Ogan Komering Ilir.

Kepulauan Bangka Belitung juga tercatat dalam kategori tersebut, meliputi Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung dan Belitung Timur.

Lampung mencakup Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Metro dan Lampung Timur.

Sementara itu, Aceh Tamiang menjadi wilayah yang tercantum dalam kategori Atas Normal. Dalam kategori ini, hujan diprediksi berada pada kisaran 115 persen hingga 150 persen dibandingkan rata-rata hujan 30 tahun.

Jawa Juga Banyak Masuk Kategori Bawah Normal

Prediksi hujan Dasarian III Agustus 2026 juga menempatkan hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa dalam kategori Bawah Normal.

Di Banten, wilayah tersebut meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta yang tercantum dalam data juga berada pada kategori Bawah Normal. Daerah tersebut mencakup Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Kota Administrasi Jakarta Timur.

Jawa Barat mencakup Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon dan Kota Banjar.

Di Jawa Tengah, wilayah yang masuk kategori Bawah Normal meliputi Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora dan Rembang.

Seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta juga tercantum dalam kategori tersebut, yaitu Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul.

Jawa Timur mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso dan Banyuwangi.

Bali dan Nusa Tenggara

Wilayah Bali yang diprediksi mengalami hujan Bawah Normal meliputi Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem dan Klungkung.

Prediksi serupa juga berlaku di Nusa Tenggara Barat. Wilayah yang tercantum yakni Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Di Nusa Tenggara Timur, wilayah Bawah Normal mencakup Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka dan Belu.

Kalimantan hingga Sulawesi

Di Kalimantan Barat, prediksi Bawah Normal mencakup Bengkayang, Kayong Utara, Mempawah, Kota Singkawang, Sambas, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Kalimantan Tengah meliputi Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur.

Kalimantan Selatan mencakup Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan dan Kotabaru.

Di Kalimantan Timur, wilayahnya terdiri atas Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

Kalimantan Utara meliputi Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Prediksi Bawah Normal juga mencakup banyak wilayah Sulawesi. Di Sulawesi Selatan terdapat Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar dan Luwu Timur.

Sulawesi Barat meliputi Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Di Sulawesi Tenggara, wilayah Bawah Normal mencakup Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan dan Wakatobi.

Sulawesi Tengah mencakup Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Gorontalo meliputi Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango.

Sementara Sulawesi Utara mencakup Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Maluku dan Papua

Wilayah Maluku Utara yang masuk kategori Bawah Normal terdiri atas Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan Pulau Morotai.

Di Maluku, wilayahnya meliputi Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru.

Untuk Papua Barat Daya, daerah yang diprediksi mengalami hujan Bawah Normal adalah Raja Ampat, Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan dan Maybrat.

Papua Barat mencakup Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan dan Teluk Wondama.

Di Papua, wilayah yang tercantum meliputi Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom dan Kota Jayapura.

Papua Pegunungan mencakup Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Jayawijaya, Yahukimo dan Yalimo. Sementara Papua Tengah meliputi Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.

Di Papua Selatan, wilayah yang masuk kategori Bawah Normal terdiri atas Asmat, Merauke, Mappi dan Boven Digoel.

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan dominasi prediksi hujan Bawah Normal pada Dasarian III Agustus 2026. Dari seluruh kategori sifat hujan yang tercantum, Bawah Normal menjadi kondisi yang paling luas dengan proporsi 95,31 persen, sedangkan Normal mencapai 4,39 persen, Atas Normal 0,29 persen dan Jauh di Atas Normal 0,01 persen.

Kondisi Bawah Normal didefinisikan sebagai hujan kurang dari 85 persen terhadap rata-rata 30 tahun. Sementara kategori Normal berada pada rentang 85 hingga 115 persen, sedangkan Atas Normal berkisar 115 hingga 150 persen terhadap rata-rata hujan 30 tahun.

Dengan demikian, wilayah Indonesia yang tercantum dalam daftar perlu memperhatikan prediksi sifat hujan pada Dasarian III Agustus 2026, khususnya daerah yang masuk kategori Bawah Normal. Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang paling banyak memiliki kabupaten dan kota dalam kategori tersebut, sementara Solok Selatan berada pada kategori Normal. (*)

Baca Juga

TMMD ke-129 Agam Ditutup, Jalan 1,9 Km hingga Jembatan Dibangun Bersama
TMMD ke-129 Agam Ditutup, Jalan 1,9 Km hingga Jembatan Dibangun Bersama
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sumbar Sepekan, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sumbar Sepekan, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Pemulihan Pascabencana Sumbar: 70 Jembatan Rampung, 7 Masih Dipasang
Pemulihan Pascabencana Sumbar: 70 Jembatan Rampung, 7 Masih Dipasang
Cuaca Sumbar Dasarian 2 Agustus Diprediksi Lebih Kering, Hampir Semua Daerah Terdampak
Cuaca Sumbar Dasarian 2 Agustus Diprediksi Lebih Kering, Hampir Semua Daerah Terdampak
Trans Paliko Menuju Transportasi Massal Terintegrasi, Payakumbuh-Lima Puluh Kota Siapkan Anggaran
Trans Paliko Menuju Transportasi Massal Terintegrasi, Payakumbuh-Lima Puluh Kota Siapkan Anggaran
Sawah Rusak Berat di Aceh, Sumut, Sumbar Dipulihkan, Simak Strateginya
Sawah Rusak Berat di Aceh, Sumut, Sumbar Dipulihkan, Simak Strateginya