Cegah Stunting, Kader Posyandu Asah Kemampuan Komunikasi di Pasaman Barat

Cegah Stunting, Kader Posyandu Asah Kemampuan Komunikasi di Pasaman Barat

Suasana pelatihan KPP yang diikuti kader Posyandu guna meningkatkan upaya pencegahan stunting di Pasaman Barat. (Foto: Diskominfo Pasbar)

Sumbardaily.com - Upaya percepatan penurunan stunting di Pasaman Barat terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu, khususnya dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) yang berlangsung pada 21–23 April 2026 di Hotel Gucci.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Yayasan Cipta, dan Tanoto Foundation, dengan Dinas Kesehatan setempat berperan sebagai fasilitator sekaligus narasumber.

Pelatihan menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Ike Efrinayanti, SKM, MKM, bersama Subkoordinator Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Amila Rahmi, S.Kep, M.Kes, sebagai pemateri.

Fokus utama pelatihan ini adalah penguatan keterampilan kader dalam berbagai aspek, seperti teknik memfasilitasi pertemuan, pelaksanaan kunjungan rumah, konseling di Posyandu, serta strategi menggerakkan partisipasi masyarakat.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan advokasi berbasis bukti. Keterampilan ini dinilai penting untuk mendorong dukungan dari para pemangku kebijakan, terutama dalam hal pendanaan program stunting dan bantuan sosial di daerah.

Setelah menerima materi, para kader langsung mengikuti sesi praktik yang disesuaikan dengan wilayah kerja masing-masing, berdasarkan pembagian nagari dan Posyandu.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerapan materi di lapangan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Ike Efrinayanti, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran kader.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan 25 standar kompetensi kader dapat diterapkan secara optimal, khususnya di Nagari Kapa dan Nagari Sasak,” ujarnya dikutip dari Diskominfo Pasaman Barat, Senin (27/42026).

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, kader Posyandu diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara lebih efektif, sehingga upaya penurunan stunting di Pasaman Barat dapat berjalan lebih optimal dan berdampak luas. (*)

Baca Juga

Stunting di Pasaman Barat 12,4 Persen, 1.110 Balita dalam Kondisi Rentan
Stunting di Pasaman Barat 12,4 Persen, 1.110 Balita dalam Kondisi Rentan
Muaro Sasak Jadi Primadona Libur Lebaran di Pasaman Barat
Muaro Sasak Jadi Primadona Libur Lebaran di Pasaman Barat
Tim SAR Gabungan Akhiri Pencarian Bocah 6 Tahun di Pasbar, Korban Ditemukan Meninggal
Tim SAR Gabungan Akhiri Pencarian Bocah 6 Tahun di Pasbar, Korban Ditemukan Meninggal
LKPJ 2025 Dipaparkan di DPRD, Pemko Padang Soroti Lonjakan IPM dan Penurunan Stunting
LKPJ 2025 Dipaparkan di DPRD, Pemko Padang Soroti Lonjakan IPM dan Penurunan Stunting
Limbah Pertanian Disulap Jadi Biochar, Pasaman Barat Bidik Pasar Karbon
Limbah Pertanian Disulap Jadi Biochar, Pasaman Barat Bidik Pasar Karbon
Tiga Jembatan Penghubung ke Pelabuhan Teluk Tapang Mulai Beroperasi
Tiga Jembatan Penghubung ke Pelabuhan Teluk Tapang Mulai Beroperasi