Sumbardaily.com, Padang Panjang – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Pusat Padang Panjang menunjukkan dinamika yang beragam pada awal Februari 2026.
Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, sementara sebagian besar bahan pangan strategis justru mengalami penurunan. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar sekaligus mendorong kembali daya beli masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan harga oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di Pasar Pusat Padang Panjang antara lain cabai merah, kacang tanah, seledri, dan ikan kembung. Kenaikan tertinggi tercatat pada cabai merah dengan persentase mencapai 7,36 persen.
Analis Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang, Chandra Erfiko, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai merah dipengaruhi oleh faktor cuaca. Hujan lebat yang terjadi selama dua hari pada akhir pekan menyebabkan pasokan cabai ke tingkat konsumen berkurang.
“Hasil pemantauan OPD terkait menunjukkan kenaikan harga cabai merah dipicu cuaca hujan lebat selama dua hari di akhir pekan, yang menyebabkan berkurangnya pasokan di tingkat konsumen,” ujar Chandra, Minggu (1/2/2026).
Secara rinci, harga cabai merah naik Rp3.300 dari sebelumnya Rp44.850 menjadi Rp48.150 per kilogram. Kacang tanah mengalami kenaikan Rp167, dari Rp37.667 menjadi Rp37.834 per kilogram.
Harga seledri naik Rp2.000, dari Rp29.700 menjadi Rp31.700 per kilogram, sedangkan ikan kembung naik Rp3.334, dari Rp73.333 menjadi Rp76.667 per kilogram.
Di sisi lain, perkembangan positif terlihat pada sejumlah komoditas pangan strategis yang justru mengalami penurunan harga. Penurunan ini dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat karena berpotensi meningkatkan daya beli serta mendorong aktivitas transaksi ekonomi di pasar tradisional.
Chandra menyebutkan, komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi telur ayam ras, telur ayam kampung, telur itik, cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, bawang daun, terong, bawang bombai, serta minyak goreng kemasan sederhana.
Pada periode pemantauan pekan ini, harga telur ayam ras turun Rp15 dari Rp29.350 menjadi Rp29.335 per kilogram. Telur ayam kampung turun cukup signifikan sebesar Rp1.534, dari Rp58.267 menjadi Rp56.733 per kilogram, sementara telur itik turun Rp400, dari Rp32.000 menjadi Rp31.600 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Cabai hijau turun Rp7.000 dari Rp50.000 menjadi Rp43.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit turun Rp14.966, dari Rp71.650 menjadi Rp56.684 per kilogram.
Komoditas hortikultura lainnya turut mengalami penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah. Bawang merah turun Rp850, dari Rp40.000 menjadi Rp39.150 per kilogram.
Bawang daun turun Rp700, dari Rp8.000 menjadi Rp7.300 per kilogram, dan terong turun Rp2.000, dari Rp10.700 menjadi Rp8.700 per kilogram. Sementara itu, bawang bombai turun Rp1.700, dari Rp33.000 menjadi Rp31.300 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng kemasan sederhana tercatat turun Rp1.633, dari Rp17.333 menjadi Rp15.700 per liter.
“Penurunan harga ini diharapkan dapat meningkatkan kembali daya beli masyarakat Padang Panjang dan mendorong pertumbuhan transaksi perekonomian di Pasar Pusat,” ujar Chandra.
Sementara itu, sejumlah komoditas utama lainnya terpantau relatif stabil. Harga beras kualitas I bertahan di Rp18.000 per kilogram, beras kualitas II di Rp17.000 per kilogram, dan beras kualitas III di Rp16.167 per kilogram.
Tepung terigu stabil di harga Rp13.000 per kilogram, bawang putih tercatat Rp34.517 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter, serta minyak goreng curah Rp19.000 per liter.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi berada di Rp141.667 per kilogram, daging ayam broiler Rp32.750 per kilogram, ayam kampung besar Rp90.000 per kilogram, ayam kampung sedang Rp80.000 per kilogram, dan ayam kampung kecil Rp70.000 per kilogram. (red)
















