Buntut tragedi Kanjuruhan Malang, Pemerintah Indonesia bersama Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia.
“FIFA bersama dengan pemerintah akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam video channel YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (7/10/2022).
Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Pada Minggu (2/10/2022) menyebabkan setidaknya 131 orang meninggal dunia.
Meski menelan banyak korban, Jokowi menyebut, FIFA tidak memberikan sanksi kepada sepak bola Indonesia.
“Alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” ucap Jokowi.
Selain membentuk tim tranformasi, lanjut Jokowi, Pemerintah Indonesia akan berkolaborasi dengan FIFA dan AFC, untuk memperbaiki sepak bola Indonesia.
Hal ini agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan Malang tidak terjadi lagi ke depan.
Baca Juga:
20 Polisi Diduga Langgar Etik, Polri Tegaskan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Anies Baswedan Terima Mandat Capres Pemilu 2024 dari Partai Nasdem
Menurut Jokowi, Presiden FIFA Gianni Infantino akan datang ke Indonesia pada Oktober-November untuk diskusi dengan pemerintah.
Dalam diskusi nantinya, ada lima fokus kolaborasi tersebut. Pertama, membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia.
Kedua, memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional.
Ketiga, melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, Termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama.
Keempat, mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada. Kelima, menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.
“FIFA juga akan berkantor di Indonesia selama proses-proses tersebut,” ujar Jokowi. (red)















