Bumiy Rilis Japuik Tabao, Balada Minangkabau tentang Kehilangan yang Menyentuh

Bumiy Rilis Japuik Tabao, Balada Minangkabau tentang Kehilangan yang Menyentuh

Bumiy merilis lagu Minang terbaru berjudul Japuik Tabao, balada emosional karya Budi Irwandi dengan nuansa musik era 1950-an. (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com – Penyanyi asal Padang, Bumiy, kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul Japuik Tabao. Lagu berbahasa Minangkabau tersebut mengangkat kisah kehilangan mendalam akibat takdir dengan balutan nuansa musik yang berbeda dari kebanyakan lagu Minang modern.

Single terbaru ini ditulis oleh Budi Irwandi dan menghadirkan pendekatan musikal khas Minangkabau era 1950 hingga 1960-an. Melalui aransemen yang tenang namun emosional, lagu ini menawarkan pengalaman mendengar yang lebih intim dan menyentuh.

Secara lirik, “Japuik Tabao” menceritakan tentang seseorang yang harus menerima kenyataan ditinggalkan pasangan untuk selamanya. Kehilangan dalam lagu tersebut bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan duka mendalam akibat kematian.

Salah satu penggalan lirik, “Uda kini dalam pusaro”, menjadi penegas suasana kehilangan yang tidak dapat dipulihkan. Nuansa penyesalan, janji yang belum sempat ditepati, hingga cinta yang tidak tersampaikan menjadi benang merah sepanjang lagu.

Melalui karya ini, Bumiy mencoba menghadirkan warna baru dalam musik Minangkabau dengan tetap mempertahankan akar tradisi. Pendekatan musikal yang diusung membuat lagu tersebut terasa berbeda dibanding lagu Minang yang populer dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam proses produksinya, Bumiy kembali bekerja sama dengan Deni Januarta sebagai produser. Kolaborasi tersebut menghasilkan aransemen musik yang manis sekaligus emosional tanpa menghilangkan kekuatan cerita di dalam lagu.

Sementara itu, proses mixing dan mastering ditangani oleh Irene Edmar Irawan. Penanganan audio tersebut memperkuat karakter musik “Japuik Tabao” dengan tetap menjaga kedekatan emosional dari vokal yang dibawakan Bumiy.

Dukungan musikal dalam lagu ini juga melibatkan Yogi Mahendra yang mengisi permainan gitar bass. Selain itu, Bumiy turut mengisi lapisan vokal tambahan untuk memperkaya ekspresi dan suasana lagu.

Melalui “Japuik Tabao”, Bumiy tidak hanya menghadirkan lagu bertema kehilangan, tetapi juga membuka ruang eksplorasi baru dalam musik Minangkabau yang lebih lintas genre dan relevan dengan pendengar masa kini.

Karya tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan musik tradisional dengan pendekatan modern tanpa kehilangan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

Lagu “Japuik Tabao” mulai tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 7 Mei 2026 dan dapat dinikmati oleh para pecinta musik Minangkabau maupun pendengar musik Indonesia secara umum.

Dikenal sebagai penyanyi dan performer dengan pendekatan musikal yang eksploratif dan personal, Bumiy selama ini konsisten menghadirkan karya yang memadukan unsur tradisi dan modernitas.

Fokus pada emosi, cerita, dan pengalaman manusia menjadi ciri khas dalam setiap karya yang dibawakannya. (*)

Baca Juga

Japuik Tabao Jadi Lagu Minang Penuh Luka, Ini Lirik Lengkap dan Maknanya
Japuik Tabao Jadi Lagu Minang Penuh Luka, Ini Lirik Lengkap dan Maknanya
Petugas BNNP Sumbar memperlihatkan empat tersangka dan barang bukti tujuh karung ganja seberat 150 kilogram hasil pengungkapan kasus narkotika di Agam.
BNNP Sumbar Gagalkan Penyelundupan 150 Kilogram Ganja di Agam, Empat Tersangka Ditangkap
Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan Bendera Pataka kepada Kadishub baru Yudi Indra Syani dalam apel sertijab Dinas Perhubungan Kota Padang. (Dok. Prokopim)
Dishub Padang Diminta Sikat Parkir Liar, Fadly Amran: Jangan Ada Pungli di Jalanan
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban anak hanyut di Pantai Buayo Putiah, Pesisir Selatan, setelah ditemukan di perairan sekitar lokasi pencarian.
Bocah Hanyut di Pessel Ditemukan Meninggal usai Tiga Hari Pencarian
Sumbar Masuk Jalur Pusat Industri Halal, Inklusi Keuangan Syariah Kini Tembus 92,14 Persen
Sumbar Masuk Jalur Pusat Industri Halal, Inklusi Keuangan Syariah Kini Tembus 92,14 Persen
Kebakaran rumah di Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung pada Selasa (12/5/2026) petang.
Kebakaran Rumah di Padang, Api Muncul dari Gudang Lantai Dua di Kawasan Padat Penduduk