Sumbardaily.com, Agam – Upaya percepatan penanganan korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Data sementara menunjukkan besarnya dampak bencana hidrometeorologi ini, baik dari sisi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang tersebar di banyak kecamatan.
Kepala BPBD Agam, Rahmad Lasmono, melaporkan bahwa jumlah korban meninggal telah mencapai 74 orang. “Data sementara, 74 orang meninggal, 78 orang hilang masih dalam pencarian,” ujar Rahmad dalam laporannya, Jumat (27/11/2025).
Dari total korban tersebut, 60 orang merupakan korban galodo di Palembayan, 10 orang di Malalak, 2 orang akibat banjir di Tanjung Raya, serta masing-masing satu korban di Palupuh dan Matur.
Selain korban jiwa, pemerintah daerah juga terus mengevakuasi warga yang terdampak. Rahmad menyampaikan bahwa ratusan kepala keluarga harus mengungsi ke lokasi aman. Di Malalak, tercatat 135 KK telah ditempatkan di pengungsian sementara.
Sementara itu, 300 KK dari Kecamatan Matur turut dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Di Kecamatan Palembayan, sebanyak 43 KK mengungsi, di Ampek Nagari 75 KK, dan Palupuah 30 KK.
Kerusakan fisik akibat bencana juga cukup luas. Hingga hari yang sama, 49 rumah tercatat rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 468 rumah mengalami kerusakan ringan. Dampak serupa juga menimpa fasilitas pendidikan, dengan total 55 sekolah terdampak banjir dan longsor.
Rahmad menjelaskan, bencana banjir dan longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut melanda 16 kecamatan di Kabupaten Agam. Kondisi ini membuat pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Upaya pencarian korban hilang dan pemulihan awal terus dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak. (red)
















