Sumbardaily.com, Padang – Nasib apes menimpa dua pemuda di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Niat hati ingin memalak pengunjung Pantai Padang yang mereka kira warga biasa, ternyata malah menjerumuskan keduanya ke situasi tak terduga.
Peristiwa pemalakan ini terjadi di sekitar Taman Budaya Pantai Padang, Jalan Diponegoro, Selasa malam (29/10/2025). Malam itu, Zidan, sedang merekam video mengenakan pakaian bebas. Tak lama, dua pemuda yang dikenal sering beraksi sebagai pemalak lokal menghampiri.
Dengan nada percaya diri, keduanya mengaku sebagai pemuda setempat dan meminta uang keamanan dengan alasan untuk membeli rokok. Tapi di balik gaya santai itu, terselip ancaman yang selama ini membuat pengunjung Pantai Padang merasa tak aman.
Sayangnya, keberanian mereka kali ini salah alamat. Zidan yang dipalak ternyata bukan warga biasa. Begitu salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam untuk menakut-nakuti, refleks terlatih Zidan yang merupakan anggota polisi Polda Sumbar berpangkat Bripda, langsung bekerja. Dalam hitungan detik, situasi berbalik.
Dua pemuda yang tadinya merasa berkuasa justru dibuat tak berkutik. Tanpa bantuan siapa pun, Zidan berhasil melumpuhkan keduanya dan menyerahkannya ke petugas yang datang ke lokasi.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, membenarkan insiden itu. Ia mengungkapkan bahwa kedua pelaku bukan orang baru di kawasan Pantai Padang.
“Mereka memang sudah lama jadi target kami. Hampir setiap hari tim patroli menemukan laporan tentang aksi pemalakan serupa di kawasan pantai,” ujarnya, dikutip Minggu (2/11/2025).
Menurut Apri, aksi kedua pemuda itu adalah bentuk premanisme yang sudah berulang. Petugas kerap membubarkan atau mengamankan mereka, namun efek jera tak juga muncul.
“Mereka ini pintar bermain kucing-kucingan dengan petugas. Tapi kali ini mereka salah sasaran. Korbannya ternyata anggota polisi sendiri,” tuturnya sambil menegaskan bahwa tak ada kompromi terhadap pelaku pemalakan.
Ia juga memerintahkan Tim Klewang untuk terus menyisir kawasan wisata Pantai Padang, memastikan tidak ada lagi aksi yang meresahkan masyarakat.
“Kami ingin Pantai Padang kembali jadi tempat aman bagi warga dan wisatawan. Tak ada tempat bagi preman di sini,” kata Apri.
Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi premanisme di kawasan wisata yang berujung apes bagi pelakunya. Sekali ini, mereka bukan hanya gagal mendapat uang rokok, tapi juga harus berurusan langsung dengan hukum—dan ironisnya, dari tangan polisi yang semula mereka kira hanyalah warga biasa. (red)
















