Sumbardaily.com, Padang – Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengambil langkah tegas dalam upaya menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah hukumnya melalui program Zero Tawuran dan Zero Balap Liar.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya keresahan masyarakat akan maraknya aksi tawuran dan balap liar, terutama di kawasan perkotaan dan lokasi-lokasi yang telah teridentifikasi rawan.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, mengungkapkan bahwa Polda Sumbar telah merancang strategi komprehensif untuk menekan fenomena tawuran dan balap liar.
"Kedua aktivitas ini bukan sekadar mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Kami berkomitmen penuh untuk memberantas kegiatan-kegiatan yang merugikan masyarakat ini," tegas Dwi, Selasa (7/1/2025).
Dalam implementasinya, Polda Sumbar menerapkan empat langkah strategis yang telah dirumuskan secara matang. Pertama, intensifikasi patroli rutin dan razia malam hari di lokasi-lokasi yang telah teridentifikasi sebagai titik rawan. Upaya ini khususnya ditingkatkan pada malam hari dan akhir pekan untuk mencegah potensi terjadinya aksi sejak dini.
Kedua, mengoptimalkan peran Babinkamtibmas dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Program ini secara khusus menyasar remaja dan institusi pendidikan di Kota Padang, dengan fokus pada pemahaman tentang bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan tawuran dan balap liar.
Langkah ketiga melibatkan penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Polda Sumbar membuka jalur komunikasi dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan potensi terjadinya tawuran atau balap liar melalui layanan pengaduan yang telah disediakan.
Terakhir, melalui Satlantas, Polda Sumbar menggiatkan kampanye keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah dan komunitas pemuda. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya dan menjauhkan generasi muda dari aktivitas balap liar.
"Program ini tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum, melainkan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif untuk membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat. Kami optimis dengan dukungan semua pihak, khususnya generasi muda, Kota Padang dapat terbebas dari fenomena tawuran dan balap liar," ungkap Dwi. (red)
















