Banyak ASN Pariaman Belum Punya Rumah, Wali Kota: Masih Numpang atau Ngontrak

Banyak ASN Pariaman Belum Punya Rumah, Wali Kota: Masih Numpang atau Ngontrak

Ilustrasi Rumah (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com, Pariaman – Masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) berpenghasilan rendah di Kota Pariaman yang belum memiliki rumah sendiri. Sebagian besar di antara mereka terpaksa tinggal menumpang bersama keluarga atau menyewa rumah kontrakan.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mengajukan pembangunan Rumah Susun Negara dan 1.912 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) RI.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perdesaan Kemen PKP, Imran, di Jakarta, Senin (20/10/2025). Ia menekankan bahwa kebutuhan perumahan bagi ASN menjadi salah satu isu mendesak di daerahnya.

“Banyak ASN di Pariaman, terutama yang berpenghasilan rendah, belum memiliki rumah sendiri. Sebagian masih menumpang atau mengontrak. Karena itu kami mengajukan pembangunan Rumah Susun Negara agar mereka dapat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Yota Balad.

Menurut Yota, selain program rumah susun bagi ASN, Pemko Pariaman juga mengusulkan pembangunan 1.912 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk warga berpenghasilan rendah.

Berdasarkan pendataan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Pariaman, jumlah RTLH tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan memerlukan perhatian segera dari pemerintah pusat.

“Kami telah mendata secara rinci rumah tidak layak huni yang ada di Kota Pariaman. Dari hasil pendataan, ada 1.912 rumah yang kondisinya belum memenuhi standar kelayakan. Kami berharap Kemen PKP dapat membantu pembangunan agar menjadi rumah yang aman dan layak huni,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yota menjelaskan bahwa Dinas Perkim LH kini tengah melakukan penginputan data calon penerima bantuan perumahan ke dalam aplikasi Sibaru (Sistem Informasi Bantuan Perumahan) milik Kemen PKP.

Data tersebut menjadi dasar pertimbangan pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan pada tahun anggaran berikutnya.

“Kami berharap usulan ini mendapat persetujuan dan dapat dikerjakan pada tahun anggaran 2026. Program ini menjadi prioritas kami untuk mendukung kesejahteraan ASN sekaligus masyarakat berpenghasilan rendah,” tambah Yota. (red)

Baca Juga

MK Tolak Gugatan Soal SIM Kedaluwarsa, Ini Alasan Permohonan Tak Diterima
MK Tolak Gugatan Soal SIM Kedaluwarsa, Ini Alasan Permohonan Tak Diterima
Tanah Ulayat Pasca Bencana Jadi Sorotan, Dosen FH Bung Hatta Rumuskan Model Regulasi
Tanah Ulayat Pasca Bencana Jadi Sorotan, Dosen FH Bung Hatta Rumuskan Model Regulasi
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Tim Opsnal Satreskrim Polres Pesisir Selatan melakukan penyelidikan terkait pengamanan aset PT Telkom di GraPARI Painan.
Polisi Telusuri Pengamanan Aset Telkom di Pesisir Selatan, Ini Temuannya
Warna Baru New Honda Stylo 160 Resmi Meluncur, Ini Pilihan untuk Tipe ABS dan CBS
Warna Baru New Honda Stylo 160 Resmi Meluncur, Ini Pilihan untuk Tipe ABS dan CBS
Ombudsman Sumbar dan Pertamina memeriksa kualitas Pertalite di SPBU Gunung Pangilun.
Keluhan Pertalite di Sumbar Ditelusuri, Ombudsman Cek Data Transaksi hingga Sampel BBM