Sumbardaily.com, Padang - Di tengah gelapnya dini hari dan kecemasan yang masih menyelimuti warga terdampak banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar), sebuah kabar melegakan tiba bersama sorot lampu kapal besar yang perlahan mendekat ke Pelabuhan Bungus, Kota Padang.
Pada Kamis (4/12/2025) pukul 02.40 WIB, KM Ganesha milik Basarnas akhirnya bersandar, membawa harapan baru bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal dan akses pangan.
Kapal itu bukan sekadar armada logistik. Di dalamnya, tersimpan wujud solidaritas dari berbagai penjuru negeri, bantuan kemanusiaan dari pemerintah pusat dan organisasi-organisasi sosial, serta kehadiran para rescuer dari sejumlah Kantor SAR di Pulau Jawa yang turut memperkuat upaya penyelamatan di lapangan.
Mereka datang tanpa banyak kata, menggantikan lelah dengan tekad, demi memastikan tak ada warga yang terabaikan dalam masa genting ini.
Kepala Kantor SAR Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik, menyampaikan bahwa kedatangan kapal ini menjadi penopang penting bagi masyarakat yang kini masih berjuang bangkit dari bencana.
"Bantuan yang dibawa merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pasokan logistik tidak terputus di tengah situasi darurat," katanya.
Dari KM Ganesha, sekitar 5 ribu kaleng kornet dan sarden segera disiapkan untuk didistribusikan kepada warga terdampak di berbagai titik pengungsian.
Setiap kaleng, katanya, bukan hanya bahan makanan, melainkan simbol bahwa para penyintas tidak berjalan sendirian.
“Saat ini, kami dari Kantor SAR Padang membawa bantuan logistik untuk diserahkan kepada masyarakat korban terdampak banjir bandang,” ujar Abdul Malik.
Selain untuk wilayah Sumbar, logistik yang diangkut KM Ganesha juga ditujukan bagi daerah terdampak lainnya, termasuk Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).
Jalur laut dipilih untuk mempercepat distribusi bantuan serta menjangkau wilayah yang sulit diakses setelah bencana menghancurkan sejumlah infrastruktur darat.
Abdul Malik menegaskan bahwa proses pendistribusian akan dilakukan segera setelah penyortiran dan pendataan selesai.
“Kami menyuplai bantuan dari pusat via jalur laut dan nantinya akan disuplai ke daerah yang dituju,” katanya.
Bagi para korban, setiap kiriman bantuan adalah dorongan moril yang berarti. Di tengah rumah yang rata dengan lumpur, jaringan listrik yang padam, dan ketidakpastian yang menghantui hari-hari mereka, kedatangan kapal Basarnas ini menjadi wujud nyata bahwa negara hadir dalam waktu yang paling mereka butuhkan.
Banjir bandang yang melanda Sumbar beberapa hari terakhir bukan hanya menyapu bangunan, tetapi juga mengguncang perasaan dan ketahanan sosial masyarakat.
Di banyak titik, warga mengaku bertahan dengan persediaan seadanya sambil menunggu bantuan tiba.
Karena itu, kehadiran KM Ganesha pada dini hari itu seakan menjadi cahaya kecil yang menyusup di tengah gelapnya masa darurat, ibarat cahaya yang memberi kekuatan untuk bertahan satu hari lagi, hingga pemulihan dapat benar-benar dimulai.
Dengan kapal telah bersandar dan bantuan kemanusiaan siap dikirim ke daerah-daerah paling terdampak, langkah selanjutnya kini terus bergerak.
"Kami memastikan bahwa misi kemanusiaan berjalan tanpa henti, secepat waktu yang dikejar untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa dan menjaga warga tetap bertahan," tuturnya. (adl)
















