Banjir Bandang Terjang Pasa Lalang Kuranji Padang, Dinding Tiga Rumah Warga Jebol

Banjir Bandang Terjang Pasa Lalang Kuranji Padang, Dinding Tiga Rumah Warga Jebol

Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sore di kawasan Pasa Lalang. Kecamatan Kuranji, Kota Padang membuat sejumlah masyarakat setempat dievakuasi dan menghantam rumah warga hingga jebol. (Dok. Pusdalops PB)

Sumbardaily.com, Padang - Banjir bandang kembali melanda Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras yang terjadi secara tiba-tiba mengguyur wilayah hulu sungai, Sabtu (31/1/2026) sore.

Luapan air sungai menerjang pemukiman warga di Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, hingga menyebabkan dinding tiga rumah warga jebol dan menimbulkan ancaman keselamatan bagi penghuni.

Peristiwa tersebut berdampak langsung pada kerusakan bangunan rumah serta memaksa evakuasi warga lanjut usia demi keselamatan. Banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.20 WIB dan melanda wilayah RT 01 dan RT 02 RW 07 Kelurahan Kuranji.

Luapan air sungai yang mengalir deras menghantam bagian belakang sejumlah rumah warga hingga menyebabkan dinding bangunan jebol.

Sedikitnya tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan struktural akibat tekanan arus air yang datang secara mendadak.

Rumah pertama yang terdampak merupakan milik Jamalus (36), warga RT 02 RW 07 Kelurahan Kuranji, dengan jumlah satu kepala keluarga berisi empat orang. Pada rumah tersebut, dinding bagian belakang dan samping dilaporkan jebol.

Kerusakan serupa juga terjadi pada rumah Indra (45) dengan kondisi dinding belakang rumah mengalami kerusakan parah akibat luapan sungai.

Selain itu, rumah milik Asnidar (53) turut mengalami kerusakan pada bagian dinding belakang. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan enam orang anggota keluarga.

Meski tidak dilaporkan adanya korban luka, kerusakan fisik bangunan membuat situasi sempat membahayakan keselamatan penghuni.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat Padang Sigap 112.

Informasi awal menyebutkan adanya warga yang terjebak di dalam rumah akibat luapan air sungai dan tidak mampu menyelamatkan diri secara mandiri.

"Laporan tersebut menyebutkan adanya warga yang terjebak akibat luapan air dan tidak mampu menyelamatkan diri secara mandiri di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.

Sebanyak 10 personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga dan pendataan rumah terdampak.

Salah satu warga yang dievakuasi adalah Kartini (75), seorang perempuan lanjut usia (lansia). Lansia tersebut dievakuasi ke rumah anaknya yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi banjir. "Kondisi Kartini dalam keadaan sehat saat proses evakuasi dilakukan," ujar Hendri.

Luapan air sungai yang merendam permukiman warga di Pasa Lalang menjadi pengingat bahwa potensi banjir bandang di Kota Padang masih tinggi.

Kondisi ini terjadi meskipun wilayah tersebut sebelumnya berada dalam periode kemarau dan curah hujan sempat menurun dalam beberapa waktu terakhir.

"Cuaca ekstrem dapat terjadi kapan saja dan memicu bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai," katanya.

Hingga Sabtu sore, tim BPBD Kota Padang masih berada di lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap terkendali. Selain melakukan evakuasi warga terdampak, petugas juga melakukan pemantauan intensif terhadap lingkungan sekitar guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

"Seluruh proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan warga maupun personel yang bertugas," katanya.

BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, meskipun cuaca terlihat cerah atau curah hujan relatif rendah.

"Warga yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan Padang Sigap 112," tuturnya. (adl)

Baca Juga

Ancaman Bencana Megathrust Sumatera Jadi Prioritas Riset Unand Bersama BNPB
Ancaman Bencana Megathrust Sumatera Jadi Prioritas Riset Unand Bersama BNPB
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan mengapung di aliran Banda Bakali kawasan Parak Gadang Timur, Kota Padang.
Penemuan Mayat Mengapung di Padang Gegerkan Warga, Korban Ternyata Pengemudi Ojol
Anggaran Pemulihan Sumbar Capai Rp17 Triliun, Mendagri Tito Soroti Pentingnya Satgas Daerah
Anggaran Pemulihan Sumbar Capai Rp17 Triliun, Mendagri Tito Soroti Pentingnya Satgas Daerah
Petugas BPBD Kota Padang bersama tim gabungan mengevakuasi pohon Marapalam tumbang yang menutup Jalan Raya Padang-Painan di kawasan Gates saat hujan deras dan angin kencang.
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh, Pohon Raksasa yang Tumbang di Jalur Padang-Painan Dievakuasi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Padang Pariaman Percepat Pemulihan Pertanian, Tanam Serentak Digelar di Tanah Taban
Padang Pariaman Percepat Pemulihan Pertanian, Tanam Serentak Digelar di Tanah Taban