Peneliti Unand Ungkap Pentingnya Konservasi Ayam Kokok Balenggek

Peneliti Unand Ungkap Pentingnya Konservasi Ayam Kokok Balenggek

Ayam Kokok Balenggek (AKB) asal Sumatera Barat menjadi sorotan akademisi karena dinilai memiliki nilai penting dari sisi genetika, ekonomi, sekaligus budaya. (Foto: Wikipedia)

Sumbardaily.com - Ayam Kokok Balenggek (AKB) asal Sumatera Barat menjadi sorotan akademisi karena dinilai memiliki nilai penting dari sisi genetika, ekonomi, sekaligus budaya.

Keunikan suara kokok bertingkat atau balenggek menjadikan ayam ini bukan hanya sekadar unggas lokal, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Firda Arlina, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas, dalam orasi ilmiahnya yang digelar pada Selasa (28/4/2026) di Kampus Limau Manis.

Sebagaimana dikutip laman resmi Unand, dalam pemaparannya, Prof. Firda menegaskan bahwa keberadaan Ayam Kokok Balenggek saat ini menghadapi sejumlah tantangan serius.

Di antaranya adalah penurunan populasi, terjadinya erosi genetik akibat persilangan yang tidak terkontrol, serta menurunnya kualitas suara kokok yang menjadi ciri khas utama ayam tersebut.

“AKB memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada ayam lokal lainnya. Suara kokok bertingkat menjadi daya tarik utama sekaligus penentu nilai ekonomi ayam ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ayam ini memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi, terutama sebagai ayam hias dan ayam penyanyi yang sering dilombakan dalam berbagai kontes suara kokok.

Untuk menjaga keberlanjutan AKB, Prof. Firda menekankan perlunya pendekatan ilmiah yang terarah. Upaya tersebut meliputi seleksi tetua, sistem perkawinan terkontrol, pencatatan performa ternak, serta pemanfaatan teknologi genetika molekuler.

Ia juga menyoroti pentingnya kajian gen yang berperan dalam kemampuan vokal unggas, seperti FOXP2, Zenk, reseptor dopamin, dan CCKBR, yang dinilai dapat meningkatkan akurasi dalam proses seleksi.

Selain itu, konservasi AKB perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan in situ dan ex situ. Penguatan kelembagaan serta keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian ayam khas ini.

Menurutnya, kontes suara kokok tidak hanya berfungsi sebagai ajang budaya, tetapi juga memiliki peran strategis dalam seleksi dan peningkatan nilai ekonomi ternak.

Prof. Firda berharap pelestarian Ayam Kokok Balenggek dapat dilakukan secara kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan peternak.

Dengan begitu, AKB diharapkan tetap terjaga sebagai plasma nutfah unggas lokal sekaligus warisan budaya Minangkabau yang bernilai ekonomi bagi masyarakat. (*)

Baca Juga

PSP Padang Tampil Efektif di Laga Uji Coba, Libas Cengkeh Putra 4-0 Meski Dihantam Kelelahan
PSP Padang Tampil Efektif di Laga Uji Coba, Libas Cengkeh Putra 4-0 Meski Dihantam Kelelahan
Spekulasi Berakhir! Shin Tae-yong Kini Latih Timnas Mini Soccer Indonesia ke Italia 2026
Spekulasi Berakhir! Shin Tae-yong Kini Latih Timnas Mini Soccer Indonesia ke Italia 2026
laporan Polda Sumbar
Kasus Fitnah Media Sosial, Resto Lesmana Laporkan 2 Akun Instagram ke Polda Sumbar
Mahyeldi Tegas Berantas PETI Sumbar, Siapkan Izin Tambang Rakyat untuk Solusi Legal
Mahyeldi Tegas Berantas PETI Sumbar, Siapkan Izin Tambang Rakyat untuk Solusi Legal
Taekwondoin Muda Sumbar Ressya Faolingga Harumkan Indonesia di Osaka
Taekwondoin Muda Sumbar Ressya Faolingga Harumkan Indonesia di Osaka
KTP Hilang di Padang Capai Ribuan Setiap Bulan, Ini Penyebabnya
KTP Hilang di Padang Capai Ribuan Setiap Bulan, Ini Penyebabnya