Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkab Dharmasraya Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkab Dharmasraya Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

Gerakan pangan murah yang digelar Pemkab Dharmasraya. (Foto: Pemkab Dharmasraya)

Sumbardaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok dengan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di dua pasar nagari.

Program yang digagas melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) itu menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat (12/6/2026) di Pasar Nagari IV Koto, Kecamatan Pulau Punjung, dan dilanjutkan pada Sabtu (13/6/2026) di Pasar Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan. Pemerintah daerah menilai diperlukan intervensi yang tepat agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Medison, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam memperkuat pengendalian inflasi di daerah. Menurutnya, pemerintah daerah diminta untuk terus mengambil langkah nyata guna menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk aktif melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi. Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Pengendalian inflasi menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten mengingatkan pemerintah daerah agar aktif melakukan berbagai intervensi, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Medison.

Selain sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi arahan langsung Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Pemerintah daerah diminta mengambil langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.

Medison menyebutkan bahwa Pemkab Dharmasraya berkomitmen memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Karena itu, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

“Atas arahan Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara Pemkab Dharmasraya, Bank Indonesia, dan Bulog. Melalui program tersebut, masyarakat dapat membeli beras dengan harga Rp77.000 per kemasan 5 kilogram.

Tidak hanya beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga disediakan, seperti bawang merah, minyak goreng, dan cabai. Untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian. Setiap orang hanya diperbolehkan membeli satu paket, sementara jumlah kuota yang tersedia juga terbatas.

Sinergi antara Pemkab Dharmasraya, Bank Indonesia, Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga laju inflasi tetap terkendali. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi daerah melalui ketersediaan bahan pangan yang cukup dan harga yang tetap terjangkau.

Pemkab Dharmasraya pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, program ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk datang sesuai jadwal dan memanfaatkan program ini. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga inflasi Dharmasraya tetap terkendali,” pungkas Medison. (*)

Baca Juga

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Dharmasraya 2026-2028, Bupati Annisa Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan
Pelantikan Pengurus Cabang PMII Dharmasraya 2026-2028, Bupati Annisa Dorong Lahirnya Pemimpin Masa Depan
Pemkab Dharmasraya Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi, Distribusi Tepat Sasaran Jadi Fokus
Pemkab Dharmasraya Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi, Distribusi Tepat Sasaran Jadi Fokus
Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya Capai 74 Persen, Bupati Annisa Wanti-wanti Soal Kualitas
Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya Capai 74 Persen, Bupati Annisa Wanti-wanti Soal Kualitas
Bupati Dharmasraya Ingatkan Pentingnya Menjaga Silek Pangian sebagai Warisan Budaya
Bupati Dharmasraya Ingatkan Pentingnya Menjaga Silek Pangian sebagai Warisan Budaya
Pemkab Dharmasraya Luncurkan Garda Pancasila Muda untuk Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
Pemkab Dharmasraya Luncurkan Garda Pancasila Muda untuk Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
Jalur Padang Panjang–Bukittinggi Rawan Kecelakaan, Pembatasan Operasional Kendaraan Diusulkan
Jalur Padang Panjang–Bukittinggi Rawan Kecelakaan, Pembatasan Operasional Kendaraan Diusulkan