Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menjadi sosok pemegang kunci calon wakil Presiden (Cawapres) dari Prabowo Subianto.
Pasalnya, Cak Imin adalah mitra koalisi yang sangat dihargai oleh Prabowo. Hal itu dikatakan Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade.
Andre mengatakan, pembahasan Cawapres diputuskan bersama-sama oleh Prabowo dan Gus Muhaimin.
“Tentu ada beberapa nama yang masuk seperti yang dikatakan Gus Muhaimin hari ini kan bahwa ada nama-nama lain. Tapi yang saya ketahui kandidat terkuatnya ya Gus Muhaimin,” kata Andre Rosiade dalam keterangannya, Selasa (13/6/2023).
Anggota Komisi VI DPR RI itu menyebut, Gus Muhaimin merupakan pemegang kunci calon pendamping Prabowo.
Baca Juga:
Ganggu Peserta Penas Tani, Perempuan Paruh Baya Ini Diamankan Satpol PP
“Jadi siapapun nama yang dibahas tetap yang terkuat Gus Muhaimin tapi semua pembahasan ya tergantung Gus Muhaimin juga," kata Andre Rosiade.
Andre berharap partai-partai lain bakal bergabung ke koalisi Gerindra dan PKB atau Koalisi Indonesia Raya (KIR).
Apalagi, masih banyak partai yang belum menentukan kemana arah koalisi mereka pada Pilpres 2024.
“Pak Prabowo dan Gus Muhaimin punya konsep dan prinsip yang sama bahwa membangun Indonesia harus bersama-sama dan gotong royong,” ujar Andre.
“Jadi kita berharap tidak hanya Gerindra dan PKB, tapi Golkar dan PAN juga bergabung,” tambah Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Baca Juga:
Hasil Survei IPI: Prabowo Unggul 11% dari Ganjar, 30% dari Anies
Lebih lanjut Andre Rosiade menyebut, saat ini Prabowo terus memimpin perolehan survei dari lembaga-lembaga yang kredibel.
Seperti Indikator Politik Indonesia, LSI, SMRC dan lainnya. Mayoritas menyebut elektabilitas Prabowo Subianto teratas disusul Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Survei Prabowo dalam tiga bulan terakhir, lanjut Andre, naik terus. Sesuai pesan Prabowo kepada kader Gerindra, meski survei unggul, untuk tidak boleh jumawa, sombong dan angkuh.
Bahkan, seharusnya hasil-hasil survei yang menyatakan Prabowo unggul, jadi pelecut semangat pendukung. Suvei positif dan tren positif dijadikan semangat, agar bekerja lebih keras lagi.
“Kader diminta lebih turun lagi ke masyarakat, hadir dan menjadi solusi. Ini yang telah Gerinda lakukan terus sejak Oktober 2022 lalu. Saat pak Prabowo masih nomor tiga. Struktur diperkuat, kader turun dan pendukung aktif secara organik di medsos. Alhamdulillah hasilnya menunjukkan tren positif. Untuk itu akan terus ditingkatkan,” ungkap Andre. (*)














