Ancaman Cuaca Ekstrem! Warga Tanah Datar Diminta Waspada Sepanjang Hari

Ancaman Cuaca Ekstrem! Warga Tanah Datar Diminta Waspada Sepanjang Hari

Ilustrasi Cuaca Ekstrem (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com, Tanah Datar – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar kembali berada dalam situasi siaga menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. Hujan berintensitas tinggi yang kerap disertai angin kencang diperkirakan masih akan mendominasi, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidro-meteorologi, termasuk pohon tumbang, banjir bandang, dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Ermon Revlin, menegaskan bahwa kewaspadaan penting terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pohon berukuran besar, kawasan lereng perbukitan, serta masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Kondisi geografis Tanah Datar yang berbukit dan dipenuhi banyak sungai menjadikan sejumlah wilayah hulu sangat rawan terhadap kenaikan debit air secara tiba-tiba.

Ermon menjelaskan bahwa intensitas hujan yang sulit diprediksi, terutama saat malam hari, dapat meningkatkan risiko bencana. Ia meminta masyarakat segera mengungsi secara mandiri apabila menemukan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah atau aliran sungai yang mendadak meningkat. Warga juga diminta melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah nagari maupun petugas BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

BPBD Tanah Datar, lanjutnya, juga terus meningkatkan pemantauan di daerah rawan, terutama sungai-sungai berhulu dari Gunung Marapi yang memiliki riwayat banjir bandang. Pengawasan dilakukan melalui Early Warning System (EWS) yang terhubung langsung ke posko induk kebencanaan sehingga perubahan kondisi hulu dapat terpantau secara real time.

Upaya mitigasi lainnya dilakukan melalui pemantauan lapangan dan pembersihan aliran sungai oleh BPBD bersama satgas penanggulangan bencana Nagari Andaleh Baruh Bukik, Kecamatan Sungayang, khususnya di Batang Sago. Sungai ini berhulu dari Gunung Sago dan mengalir ke daerah Andaleh hingga Tanjung Sungayang sebelum bergabung dengan Batang Bangkahan, aliran sungai dari Gunung Marapi.

Dengan rangkaian kondisi tersebut, BPBD meminta masyarakat terus mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah agar mendapat pembaruan cuaca dan peringatan dini secara akurat. Ermon menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif dapat mengurangi risiko bencana.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada. Jangan mengabaikan gejala awal bencana karena tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa,” ujarnya menutup imbauan dikutip Sabtu (22/11/2025). (red)

Baca Juga

Wabup Tanah Datar Soroti Mentalitas Warga: Dari Pola Asuh hingga Ancaman Narkoba
Wabup Tanah Datar Soroti Mentalitas Warga: Dari Pola Asuh hingga Ancaman Narkoba
Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring
Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong
105 Perantau IKM Bengkulu Kunjungi Tanah Datar, Tertarik Pacu Jawi dan Alua Katentong
Perubahan APBD Tanah Datar 2026: Bupati Jawab Soal PAD, UMKM hingga Mitigasi Bencana
Perubahan APBD Tanah Datar 2026: Bupati Jawab Soal PAD, UMKM hingga Mitigasi Bencana
Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Aliri 400 Hektare Sawah di Tanah Datar
Puluhan Tahun Menanti, Pompanisasi Tenaga Surya Kini Aliri 400 Hektare Sawah di Tanah Datar
Pendapatan Daerah Tanah Datar Naik 9,87 Persen, Belanja Tembus Rp1,37 Triliun
Pendapatan Daerah Tanah Datar Naik 9,87 Persen, Belanja Tembus Rp1,37 Triliun