Jemaah Tarekat Syattariyah Sumbar Rayakan Idul Adha 19 Juni

Jemaah Tarekat Syattariyah Sumbar Rayakan Idul Adha 19 Juni

Jemaah Tarekat Syattariyah yang berbasis di Padang Pariaman, Sumbar (Foto: Dok DetikSumut/M. Afdal Afrianto)

Sumbardaily.com, Pariaman - Umat Muslim di Sumatera Barat (Sumbar) akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada beberapa tanggal yang berbeda. Salah satunya adalah Jemaah Tarekat Syattariyah yang berbasis di Padang Pariaman.

Mereka akan melaksanakan Salat Idul Adha pada Rabu, 19 Juni 2024, dua hari setelah pemerintah dan organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) serta Muhammadiyah.

Pimpinan Tarekat Syattariyah Ulakan, Tuanku Ali Amran menjelaskan, penentuan tanggal tersebut berdasarkan perhitungan metode hisab Taqwim Khamsiah.

"Kita akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada Rabu (19/6/2024). Itu serentak untuk seluruh Tarekat Syattariyah di Sumbar," ungkap Tuanku Ali, Sabtu (15/6/2024).

Tuanku Ali menegaskan bahwa dalam menentukan Hari Raya Idul Adha, Tarekat Syattariyah tidak melakukan pengamatan hilal atau rukyat seperti pada penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri.

"Untuk Idul Adha ini kita tidak mengadakan melihat hilal. Itu diadakan cuma saat menentukan kapan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Jadi untuk Idul Adha inj cuma menghitung dengan metode kepercayaan kami," jelasnya.

Salat Idul Adha Tarekat Syattariyah akan diselenggarakan di sekitar Makam Syekh Burhanuddin dan di seluruh surau yang mengikuti kepercayaan tersebut. Setelah salat, masing-masing surau akan melakukan penyembelihan hewan kurban.

Meski berbeda waktu pelaksanaan dengan umat Muslim lainnya, Tuanku Ali mengajak masyarakat untuk saling menghormati kepercayaan masing-masing.

Dengan demikian, di Sumbar akan diadakan tiga kali Salat Idul Adha pada tahun ini. Pertama oleh Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang pada Sabtu (15/6), kemudian pemerintah, NU, dan Muhammadiyah pada Senin (17/6), dan terakhir Tarekat Syattariyah pada Rabu (19/6/2024).

Perbedaan waktu perayaan Idul Adha ini mencerminkan keberagaman tradisi dan kepercayaan dalam masyarakat Sumbar. Namun, di balik perbedaan tersebut, toleransi dan saling menghormati menjadi kunci untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. (red)

Baca Juga

Air Laut Berpotensi Naik, Banjir Rob Mengancam Pesisir Sumbar 8-12 September
Air Laut Berpotensi Naik, Banjir Rob Mengancam Pesisir Sumbar 8-12 September
56 Penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau Batal Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
56 Penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau Batal Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang Sumbar Naik, Tamu Lokal Turun
Lama Menginap Tamu Asing di Hotel Bintang Sumbar Naik, Tamu Lokal Turun
Pemberitahuan pembatalan penerbangan akibat erupsi Anak Gunung Krakatau di Bandara Internasional Minangkabau
Update Terbaru BIM: 21 Penerbangan Dibatalkan, 2.318 Penumpang Gagal Berangkat Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Feri Amsari Disebut Jarang Mengajar di Unand, Singgung Hasil BKD dan Dugaan Operasi Intelijen Partai Pemerintah
Feri Amsari Disebut Jarang Mengajar di Unand, Singgung Hasil BKD dan Dugaan Operasi Intelijen Partai Pemerintah
Kuota Internet Belum Habis Tak Boleh Hangus, Menkomdigi Terbitkan SE Baru
Kuota Internet Belum Habis Tak Boleh Hangus, Menkomdigi Terbitkan SE Baru