Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) pada Triwulan I tercatat sebesar 4,80 persen year on year (yoy) meningkat dibanding Triwulan IV 2022 yang tumbuh 4,15 persen.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra menyampaikan, kondisi ini menunjukkan akselerasi melanjutkan tren pemulihan ekonomi.
Sektor pendukung paling dominan di Sumbar adalah perdagangan dan pariwisata.
“Sumbar didominasi oleh konsumsi. Tapi kalau dari sisi lapangan usaha yang banyak adalah perdagangan besar, kemudian akomodasi seperti makan dan minum. Artinya Alhamdulillah pariwisata kita cukup baik itu tumbuhnya,” kata Endang dalam acara Seminar Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar, Selasa (18/7/2023).
Endang melanjutkan, industri pengolahan dan pertanian juga menjadi sektor yang berperan dalam pertumbuhan perekonomian.
Baca Juga:
Triwulan I Inflasi Kota Padang Turun 5,94 Persen, Ini Penyebabnya
“Sektor perdagangan menyumbang kurang lebih 19 hingga 20 persen dalam pertumbuhan perekonomian. Ini juga kita lihat tren pembangunan berupa hilirisasi pertanian, jadi masyarakat yang semulanya hanya bertani sekarang mampu menghasilkan produk dari hasil pertaniannya,” jelas Endang.
Daera di Sumbar yang menjadi penyumbang tertinggi dalam pertumbuhan perekonomian adalah Kota Bukittinggi, Payakumbuh, dan Kota Padang.
Endang juga menuturkan prakiraan perekonomian Sumbar pada tahun 2023 ini akan diperkirakan terus tumbuh positif berada kisaran 4,42 persen sampai 5,22 persen yoy.
Pencabutan PPKM pasca wabah pandemi Covid-19 pada akhir tahun 2022 diperkirakan akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha pada tahun 2023.
Secara keseluruhan sebutnya, akselerasi ekonomi tersebut terjadi akibat peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi serta pelaksanaan berbagai even pariwisata menyambut Visit Beautiful West Sumatera 2023. (*)
















