129 Sekolah di Tanah Datar Dapat Revitalisasi, SDN 04 Tanjung Habiskan Rp 1 Miliar

129 Sekolah di Tanah Datar Dapat Revitalisasi, SDN 04 Tanjung Habiskan Rp 1 Miliar

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, yang berhasil menyelesaikan rehabilitasi sejumlah ruang belajar serta pembangunan fasilitas penunjang dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar. (Foto: Pemkab Tanah Datar)

Sumbardaily.com - Sebanyak 129 sekolah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menerima bantuan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, yang berhasil menyelesaikan rehabilitasi sejumlah ruang belajar serta pembangunan fasilitas penunjang dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar.

Penyelesaian pembangunan di sekolah tersebut ditandai dengan kegiatan Open House Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 yang dihadiri Bupati Tanah Datar Eka Putra pada Kamis (15/10/2026).

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.

Dikutip dari Kominfo Tanah Datar, Jumat (16/10/2026), Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen RI atas dukungan yang diberikan kepada 129 sekolah di daerah tersebut. Ia berharap bantuan revitalisasi dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak satuan pendidikan memperoleh fasilitas yang layak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Menurut Eka Putra, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah merupakan bagian penting dalam menunjang kualitas pendidikan. Karena itu, dukungan pemerintah pusat diharapkan tidak berhenti pada pembangunan yang telah dilaksanakan, tetapi juga dapat menjangkau sekolah lain yang masih membutuhkan perbaikan fasilitas.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program revitalisasi di UPT SDN 04 Tanjung. Dukungan tersebut meliputi kepala sekolah, guru, komite sekolah, hingga panitia pembangunan yang bekerja sama agar proyek dapat diselesaikan sesuai kebutuhan.

Eka Putra menilai keberhasilan pembangunan yang berlangsung di tengah pergantian kepemimpinan sekolah menjadi bukti pentingnya koordinasi dan kerja sama antarpihak. Menurutnya, perubahan kepala sekolah tidak menghambat proses pembangunan hingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan.

“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Bupati juga mengingatkan pihak sekolah agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Perawatan diperlukan agar sarana pendidikan dapat digunakan dalam jangka panjang dan tetap mendukung aktivitas belajar siswa maupun pekerjaan para guru.

Ia juga meminta sekolah memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi terkini, termasuk kebutuhan fasilitas yang masih diperlukan. Dengan begitu, sekolah dapat mempersiapkan usulan pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana lainnya melalui program pemerintah yang tersedia.

Berawal dari Atap Ruang Kelas Roboh

Kepala UPT SDN 04 Tanjung, Desi Asrianti, menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah berawal dari kerusakan bangunan akibat hujan deras pada akhir November 2025. Ketika itu, atap salah satu ruang kelas roboh dan disertai ambruknya plafon pada malam hari.

Peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan pada bagian bangunan sekolah. Beruntung, kejadian berlangsung di luar jam kegiatan belajar mengajar sehingga tidak terjadi ketika siswa dan guru sedang berada di ruang kelas.

Setelah kejadian itu, pihak sekolah melakukan koordinasi dan menempuh tahapan pengusulan bantuan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak sekaligus memenuhi kebutuhan sarana pendidikan lainnya. Proses tersebut kemudian berlanjut hingga pembangunan mulai dilaksanakan pada 5 Mei 2026.

Pekerjaan revitalisasi berlangsung sekitar empat bulan dan rampung pada awal September 2026. Dengan selesainya pembangunan tersebut, sejumlah fasilitas sekolah kini telah diperbaiki maupun dibangun untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Desi menjelaskan, anggaran revitalisasi digunakan untuk merehabilitasi enam ruang kelas, memperbaiki ruang administrasi dan dua ruang kantor, serta membangun ruang musala. Pekerjaan juga mencakup pembangunan toilet siswa di gedung atas dan gedung bawah, rumah guru, serta fasilitas pendukung lainnya.

Ia mengatakan, perjuangan untuk memperoleh bantuan revitalisasi telah dimulai sejak sekolah dipimpin Asmah. Upaya tersebut kemudian diteruskan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah Mardalenis hingga akhirnya pembangunan diselesaikan di bawah kepemimpinan Desi Asrianti.

“Program revitalisasi ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ungkapnya.

Menurut Desi, perubahan fasilitas sekolah tidak hanya terlihat dari perbaikan ruang kelas dan penambahan bangunan. Pembangunan juga menjawab kebutuhan sehari-hari guru dan siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas.

Salah satu perubahan yang dirasakan adalah ketersediaan toilet di kedua gedung sekolah. Sebelum revitalisasi, guru yang bertugas di gedung bawah harus menggunakan toilet yang berada di gedung atas. Kondisi tersebut membuat mereka perlu berpindah gedung ketika membutuhkan fasilitas sanitasi.

Kini, toilet telah tersedia di gedung atas maupun bawah. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mempermudah aktivitas guru dan siswa sekaligus meningkatkan kenyamanan selama berada di lingkungan sekolah.

Revitalisasi untuk Memenuhi Standar Nasional Pendidikan

Dalam kegiatan yang sama, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, khususnya standar sarana dan prasarana.

Ia menerangkan, pelaksanaan revitalisasi tidak hanya ditujukan kepada sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pemerintah juga menjalankan program melalui skema reguler untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan secara bertahap.

Dengan skema tersebut, perbaikan sarana pendidikan diharapkan dapat menjangkau sekolah yang membutuhkan peningkatan fasilitas, meskipun tidak seluruhnya mengalami kerusakan akibat bencana. Ketersediaan fasilitas yang memenuhi standar menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Iryasman juga mengingatkan pengawas dan kepala sekolah agar memperbarui data peserta didik serta kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Pembaruan data diperlukan sebagai dasar dalam mengusulkan kebutuhan revitalisasi untuk tahun berikutnya.

Selain memastikan data sekolah sesuai dengan kondisi sebenarnya, pembangunan fasilitas juga harus memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa fasilitas seperti toilet dan akses bagi penyandang disabilitas perlu dibangun dengan mengikuti standar yang berlaku.

Hal tersebut menjadi perhatian agar pembangunan yang dilakukan tidak hanya menambah jumlah fasilitas, tetapi juga memperhatikan kelayakan dan kemudahan penggunaannya oleh warga sekolah.

Melalui program revitalisasi, pemerintah berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Tanah Datar memiliki sarana dan prasarana yang aman, nyaman, serta layak. Penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran, meningkatkan kenyamanan siswa dan guru, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.

Rampungnya revitalisasi UPT SDN 04 Tanjung menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan program tersebut. Perbaikan ruang kelas, penambahan toilet, pembangunan musala, rumah guru, dan fasilitas pendukung lainnya diharapkan dapat menunjang kegiatan pendidikan di sekolah itu secara berkelanjutan. (*)

Baca Juga

Benteng Van der Capellen Bakal Jadi Museum Perjuangan, Pemkab Tanah Datar Siapkan Revitalisasi
Benteng Van der Capellen Bakal Jadi Museum Perjuangan, Pemkab Tanah Datar Siapkan Revitalisasi
Pemkab Tanah Datar Luncurkan PAK-EEN, Pedagang Kaki Lima Kini Didata Pakai Barcode
Pemkab Tanah Datar Luncurkan PAK-EEN, Pedagang Kaki Lima Kini Didata Pakai Barcode
SNT Pasaman Barat Dikebut, Pemkab Targetkan Sekolah Siap Dipakai Juni 2027
SNT Pasaman Barat Dikebut, Pemkab Targetkan Sekolah Siap Dipakai Juni 2027
Arsip Lama Jadi Jendela Sejarah Tanah Datar, Ada Foto hingga Naskah Kuno
Arsip Lama Jadi Jendela Sejarah Tanah Datar, Ada Foto hingga Naskah Kuno
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tanah Datar Jaga Produksi hingga Pasar Hasil Pertanian
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tanah Datar Jaga Produksi hingga Pasar Hasil Pertanian
Sempat Naik pada 2024, Kemiskinan Tanah Datar Kini Turun Jadi 3,59 Persen
Sempat Naik pada 2024, Kemiskinan Tanah Datar Kini Turun Jadi 3,59 Persen