Sumbardaily.com - Penyaluran bantuan kebutuhan pokok menjadi salah satu upaya untuk membantu warga menghadapi dampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026).
Sebanyak 250 paket sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak di dua lokasi, yakni Kampung Apa, Kecamatan Koto Tangah dan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji.
Bantuan tersebut menyasar warga yang membutuhkan dukungan kebutuhan sehari-hari setelah banjir melanda kawasan permukiman.
Dari total bantuan yang disalurkan, 106 paket diperuntukkan bagi warga Kampung Apa, sedangkan 144 paket lainnya diberikan kepada masyarakat di Kampung Guo.
Bantuan tersebut diberikan oleh Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Sumatera bersama unsur Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan sejumlah pihak terkait.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa Chaniago, perwakilan Kejaksaan Negeri, Camat, Kepolisian Sektor, serta jajaran Kelurahan turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Paket bantuan yang disalurkan berisi sejumlah kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan rumah tangga masyarakat. Barang yang dibagikan meliputi beras, gula pasir, sarden, minyak goreng dan mi instan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, Kamis (15/19/2026).
Bahan pangan tersebut, katanya, menjadi bagian dari bantuan bagi keluarga yang terdampak banjir.
Penyaluran sembako diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari selama menghadapi dampak bencana.
Pembagian bantuan di dua lokasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur kewilayahan dalam menjangkau masyarakat terdampak.
"Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mendukung proses distribusi agar bantuan dapat diterima oleh keluarga yang menjadi sasaran," ujar Hendri.
Sebanyak 106 paket diserahkan kepada warga Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah. Sementara itu, 144 paket lainnya disalurkan kepada warga Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan bantuan yang disalurkan mencapai 250 paket. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak banjir yang membutuhkan keterlibatan lintas instansi.
"Dalam situasi pasca banjir, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penanganan kondisi darurat, tetapi juga pemenuhan kebutuhan pokok selama proses pemulihan. Oleh sebab itu, distribusi bahan pangan menjadi salah satu bentuk dukungan yang diperlukan oleh keluarga terdampak," katanya.
Beras, gula pasir, sarden, minyak goreng, dan mi instan yang terdapat dalam paket bantuan merupakan barang kebutuhan rumah tangga. Penyaluran barang-barang tersebut ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Keterlibatan Satgas PRR Pusat, Pemerintah Kota Padang, serta unsur kejaksaan, kecamatan, kepolisian, dan kelurahan juga menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.
"Koordinasi tersebut menjadi penting agar penanganan warga terdampak dapat dilakukan secara terarah. Data penerima, lokasi penyaluran, dan jenis bantuan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan distribusi bantuan kepada masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, perkembangan penanganan banjir dan kebutuhan lanjutan masyarakat tetap menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan setelah bencana. (*)
















