Irjen Jawari jadi Kapolda Sumbar Terbaru, Ini Daftar Pendahulunya dari Masa ke Masa

Irjen Jawari jadi Kapolda Sumbar Terbaru, Ini Daftar Pendahulunya dari Masa ke Masa

Mapolda Sumbar (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com - Tongkat komando Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali berpindah tangan. Setelah melalui perjalanan panjang sejak masa awal berdirinya kepolisian di provinsi tersebut, pucuk pimpinan Polda Sumbar kini dipercayakan kepada Irjen Jawari.

Jawari ditunjuk sebagai Kapolda Sumbar melalui mutasi terbaru Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/IX/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Ia menggantikan Irjen Djati Wiyoto Abadhy yang dimutasi menjadi Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan pada Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).

Pergantian tersebut menambah panjang daftar perwira tinggi yang pernah memegang kendali kepolisian di Ranah Minang.

Dalam perjalanannya, nama dan struktur kepemimpinan kepolisian di Sumatera Barat mengalami perubahan mengikuti dinamika organisasi Polri.

Polda Sumbar sebelumnya dikenal dengan nama Komando Daerah Kepolisian (Komdak atau Kodak) III/Sumatera Barat.

Institusi ini menjadi pelaksana tugas kepolisian di wilayah Provinsi Sumatera Barat dan kini berstatus Polda tipe A yang dipimpin perwira berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Catatan sejarah kepemimpinan kepolisian di Sumatera Barat mencatat Soelaiman Effendi sebagai salah satu pimpinan pada masa awal, yakni periode 1945-1949.

Setelah itu terdapat nama Kaharudin Datuak Rangkayo Basa yang memimpin pada 1953-1958. Kaharudin merupakan tokoh penting dalam sejarah kepolisian Sumatera Tengah dan kemudian dikenal sebagai Gubernur pertama Sumatera Barat.

Kepemimpinan kemudian berlanjut kepada Soemarno pada 1959-1960, Soedjono pada 1960-1962, Soebroto Brotodiredjo pada 1962-1964, serta Hadisaputro pada 1964-1965.

Memasuki pertengahan 1960-an, kepemimpinan berganti kepada Koeswadi pada 1965-1966 dan Adam Syamsul Bahri pada 1966-1970. Jack Subardja tercatat memimpin pada 1970, kemudian dilanjutkan Soewadjiono pada 1970-1971.

Setelah itu, Soekanto Wigiosoekarno memimpin pada 1971-1975, Soekrisno pada 1975-1977 dan Warsito pada 1977-1979.

Memasuki era 1980-an hingga 2000-an, perjalanan kepemimpinan berlanjut dengan Ahmad Isnadi pada 1984-1986, Koesparmono Irsah pada 1986-1987, Siman Supardi pada 1987-1988, serta M Zahri Amin pada 1988-1990.

Setelah itu, posisi pimpinan kepolisian Sumatera Barat secara berurutan ditempati Poeloeng Soehartono pada 1990-1991, Hendro Pramono pada 1991-1993, Yusuf Nairan pada 1993-1994, Nana S Permana pada 1994-1995, Yuzar Hasan pada 1995-1996, Eddy Kadir pada 1996-1997, dan Boedi R Koestono pada 1997-1999.

Memasuki penghujung 1990-an, tercatat Dasrul Lamsuddin, Didi Kusumayadi, hingga Adang Firman. Setelah itu kepemimpinan berlanjut kepada Herman Hidayat, Sri Kresno TJ dan Utjin Sudiana D.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pergantian pimpinan Polda Sumbar berlangsung mengikuti dinamika organisasi kepolisian nasional. Nama-nama yang memimpin pun berasal dari latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Memasuki 2008, Polda Sumbar dipimpin Ino Suripno. Setelah itu berturut-turut muncul Wahyu Daeni, Andayono, Wahyu Indra Pramugari, Noer Ali dan Bambang Sri Herwanto.

Basarudin kemudian memimpin Polda Sumbar mulai 31 Desember 2015 hingga 4 Januari 2017. Setelah itu, tongkat komando beralih kepada Fakhrizal.

Fakhrizal menjadi salah satu Kapolda Sumbar yang menandai fase penting dalam perubahan kepangkatan pimpinan Polda. Sejak 2017, jabatan Kapolda Sumbar menggunakan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau bintang dua.

Fakhrizal memimpin hingga Desember 2019. Ia kemudian digantikan Toni Harmanto yang menjabat hingga Agustus 2021.

Pada 25 Agustus 2021, tongkat komando Polda Sumbar beralih kepada Irjen Teddy Minahasa Putra. Masa jabatannya berakhir pada 14 Oktober 2022.

Teddy kemudian digantikan Irjen Suharyono. Ia memimpin Polda Sumbar hingga Desember 2024.

Dalam periode tersebut, Polda Sumbar menghadapi sejumlah agenda keamanan dan penanganan berbagai peristiwa di wilayah Sumatera Barat.

Pada 29 Desember 2024, kepemimpinan Polda Sumbar beralih kepada Irjen Gatot Tri Suryanta. Ia memimpin hingga 2026.

Pergantian berikutnya terjadi pada 2026. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP/2026, Djati Wiyoto Abadhy ditunjuk menggantikan Gatot Tri Suryanta. Sertijab dilaksanakan di Rupatama Mabes Polri pada 4 Juli 2026.

Namun, masa kepemimpinan Djati di Sumbar berlangsung singkat. Pada awal Oktober 2026, namanya kembali masuk dalam daftar mutasi. Djati dipindahkan sebagai Pati Baintelkam Polri dengan penugasan pada BRAN.

Djati juga tercatat sebagai Kapolda Sumbar dengan masa jabatan paling singkat, yakni hanya selama tiga bulan.

Kini, perjalanan panjang tersebut memasuki babak baru bersama Irjen Jawari. Jawari merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990.

Ia memiliki pengalaman panjang di bidang sumber daya manusia Polri. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Sumbar, Jawari menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia atau As SDM Kapolri. Ia menduduki posisi tersebut sejak akhir Agustus 2026.

Pengalaman Jawari di bidang SDM bukan hal baru. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan, termasuk Karodalpers SSDM Polri. Ia juga pernah menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Di tingkat kewilayahan, Jawari pernah dipercaya sebagai Karo SDM Polda Kalimantan Timur dan Karo SDM Polda Bali.

Pada 2022, ia mendapat penugasan sebagai Wakapolda Sumatera Utara dan menjalankan jabatan tersebut pada periode 2022-2023.

Dengan penunjukan tersebut, Jawari menjadi nama terbaru dalam rangkaian panjang pimpinan kepolisian di Sumatera Barat.

Perjalanan Polda Sumbar dari masa ke masa menunjukkan perubahan organisasi yang berlangsung selama puluhan tahun.

Dari kepemimpinan pada masa awal kemerdekaan, era Komdak/Kodak, hingga Polda tipe A yang dipimpin jenderal bintang dua, institusi kepolisian di Sumatera Barat terus mengalami pergantian pucuk pimpinan.

Kini, tongkat komando berada di tangan Jawari. Pengalaman panjangnya di bidang sumber daya manusia dan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri menjadi bagian dari rekam perjalanan sebelum ia dipercaya memimpin Polda Sumbar. (*)

Baca Juga

Profil Irjen Jawari, Kapolda Sumbar Baru Lulusan Akpol 1990 dengan Karier Panjang di Polri
Profil Irjen Jawari, Kapolda Sumbar Baru Lulusan Akpol 1990 dengan Karier Panjang di Polri
Mutasi Pertama Era Kapolri Suyudi, Irjen Djati Wiyoto Abadhy Tinggalkan Sumbar
Mutasi Pertama Era Kapolri Suyudi, Irjen Djati Wiyoto Abadhy Tinggalkan Sumbar
Barang Korban Galodo Solok Ditemukan, Tim Lanjutkan Pencarian Pakai Radar
Barang Korban Galodo Solok Ditemukan, Tim Lanjutkan Pencarian Pakai Radar
Kapolri Ganti Empat PJU Polda Sumbar, Siapa Saja yang Bergeser? Ini Daftarnya
Kapolri Ganti Empat PJU Polda Sumbar, Siapa Saja yang Bergeser? Ini Daftarnya
Personel Yanma Polda Sumbar Bripka Randi Raih Dua Juara di Ajang Paralayang Nasional
Personel Yanma Polda Sumbar Bripka Randi Raih Dua Juara di Ajang Paralayang Nasional
43 Kasus Narkotika Diungkap, Gubernur Minta Pengawasan Pintu Masuk Sumbar Diperketat
43 Kasus Narkotika Diungkap, Gubernur Minta Pengawasan Pintu Masuk Sumbar Diperketat