Sumbardaily.com - Cuaca Sumatera Barat pada Oktober 2026 diprediksi didominasi curah hujan kategori menengah hingga tinggi. Sejumlah daerah di provinsi tersebut diperkirakan mengalami curah hujan 100-300 milimeter per bulan, sementara wilayah lainnya masuk kategori hujan tinggi dengan curah hujan 300-500 milimeter per bulan.
Prediksi tersebut menjadi gambaran kondisi hujan di Sumatera Barat sepanjang Oktober 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip Selasa (29/9/2026), sebagian besar wilayah Sumatera Barat berada dalam kategori curah hujan menengah.
Dalam pemetaan tersebut, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah.
Curah hujan kategori menengah berada pada kisaran 100-300 milimeter per bulan. Sementara itu, sejumlah wilayah Sumatera Barat diperkirakan memiliki curah hujan lebih tinggi.
Wilayah yang masuk kategori tinggi, dengan curah hujan 300-500 milimeter per bulan, yakni Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Dengan demikian, pola hujan Sumatera Barat pada Oktober 2026 tidak sepenuhnya seragam. Sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah, sedangkan sejumlah daerah lainnya diprediksi menerima curah hujan yang lebih tinggi.
Secara umum, BMKG memprediksi curah hujan Indonesia pada Oktober 2026 tersebar dalam empat kategori. Hujan sangat tinggi atau lebih dari 500 milimeter per bulan diperkirakan terjadi pada 0,33 persen wilayah Indonesia.
Kemudian, curah hujan kategori tinggi 300-500 milimeter per bulan mencakup 4,68 persen wilayah. Curah hujan menengah 100-300 milimeter per bulan diprediksi terjadi pada 45,08 persen wilayah.
Sementara itu, kategori rendah dengan curah hujan 0-100 milimeter per bulan menjadi kategori yang paling luas, yakni 49,92 persen wilayah Indonesia.
Selain Sumatera Barat, pemetaan BMKG juga menunjukkan sejumlah daerah lain yang masuk kategori rendah, menengah, tinggi, hingga sangat tinggi.
Wilayah Hujan Kategori Rendah
Daerah yang diprediksi dominan mengalami curah hujan rendah atau 0-100 milimeter per bulan tersebar di sejumlah provinsi.
Di Jambi, wilayah tersebut meliputi Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Di Bengkulu, wilayah yang masuk kategori rendah yakni Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, dan Kaur.
Sumatera Selatan mencakup Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.
Kepulauan Bangka Belitung meliputi Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur.
Lampung meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Lampung Timur.
Banten meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
DKI Jakarta mencakup Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Pusat, dan Kota Administrasi Jakarta Timur.
Jawa Barat meliputi Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.
Jawa Tengah mencakup Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang.
Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul.
Jawa Timur meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Bali mencakup Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.
Nusa Tenggara Barat meliputi Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Nusa Tenggara Timur mencakup Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.
Kalimantan Tengah meliputi Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.
Kalimantan Selatan mencakup Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan, dan Kotabaru.
Kalimantan Timur meliputi Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Bontang.
Sulawesi Selatan mencakup Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar, dan Luwu Timur.
Sulawesi Barat meliputi Mamuju, Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa. Sulawesi Tenggara mencakup Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi.
Sulawesi Tengah meliputi Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.
Gorontalo mencakup Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango.
Sulawesi Utara meliputi Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, dan Kepulauan Talaud.
Maluku Utara mencakup Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai.
Maluku meliputi Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.
Papua Barat Daya mencakup Raja Ampat. Papua Barat meliputi Fak Fak. Papua Selatan mencakup Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.
Wilayah Hujan Kategori Menengah
Selain sebagian besar wilayah Sumatera Barat, kategori menengah juga diprediksi terjadi di sejumlah daerah lainnya.
Aceh meliputi Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Simeulue, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.
Sumatera Utara mencakup Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, Karo, Samosir, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Pematangsiantar, Asahan, Kota Padang Sidempuan, dan Batu Bara.
Riau meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
Kepulauan Riau mencakup Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna.
Jambi meliputi Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi.
Bengkulu mencakup Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, dan Bengkulu Selatan. Sumatera Selatan meliputi Musi Rawas Utara dan Musi Rawas.
Kalimantan Barat mencakup Kayong Utara, Mempawah, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Kalimantan Tengah meliputi Lamandau, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya. Kalimantan Timur mencakup Mahakam Ulu dan Berau. Kalimantan Utara meliputi Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.
Sulawesi Barat mencakup Mamuju Tengah dan Pasangkayu. Sulawesi Utara meliputi Kepulauan Sangihe. Maluku Utara mencakup Halmahera Barat.
Papua Barat Daya meliputi Sorong, Kota Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat. Papua Barat mencakup Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama.
Papua meliputi Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom, dan Kota Jayapura.
Papua Pegunungan mencakup Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang.
Papua Tengah meliputi Nabire, Mimika, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Papua Selatan mencakup Asmat.
Wilayah Hujan Kategori Tinggi
Kategori hujan tinggi dengan curah hujan 300-500 milimeter per bulan diprediksi terjadi di beberapa wilayah.
Di Aceh, wilayah tersebut meliputi Aceh Jaya, Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Kota Subulussalam.
Sumatera Utara mencakup Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Kota Binjai, dan Kota Tanjung Balai.
Untuk Sumatera Barat, wilayah kategori tinggi meliputi Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang.
Sementara itu, Kalimantan Barat yang masuk kategori tinggi adalah Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sambas.
Wilayah Hujan Kategori Sangat Tinggi
Curah hujan kategori sangat tinggi atau lebih dari 500 milimeter per bulan diprediksi terjadi di Aceh Barat Daya.
Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi hujan Oktober 2026 memiliki variasi cukup luas antardaerah. Di Sumatera Barat sendiri, perhatian tertuju pada perbedaan kategori antara sebagian besar wilayah yang berada pada level menengah dan lima wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi.
Informasi ini menjadi gambaran prakiraan curah hujan bulanan untuk Oktober 2026 berdasarkan data BMKG yang dikutip Selasa (29/9/2026). (*)















