Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi

Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi

Ilustrasi Hujan Lebat (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com - Cuaca Sumbar pada akhir September 2026 diprediksi tidak berlangsung seragam di seluruh wilayah. Memasuki Dasarian III September 2026, sebagian besar daerah Sumatera Barat diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah, sementara dua wilayah masuk kategori tinggi.

Dalam prediksi tersebut, Padang Pariaman dan Kota Pariaman menjadi wilayah di Sumatera Barat yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 150-300 milimeter per dasarian.

Sementara itu, wilayah Sumatera Barat lainnya yang tercantum dalam prakiraan masuk kategori hujan menengah dengan kisaran 50-150 milimeter per dasarian.

Daerah tersebut meliputi Pasaman Barat, Agam, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya.

Dengan kondisi tersebut, gambaran cuaca Sumbar pada penghujung September 2026 menunjukkan adanya perbedaan potensi curah hujan antardaerah. Padang Pariaman dan Kota Pariaman berada pada kategori lebih tinggi dibandingkan wilayah Sumatera Barat lainnya yang tercantum dalam kategori menengah.

Gambaran Hujan Indonesia pada Dasarian III September

Secara umum, wilayah Indonesia pada Dasarian III September 2026 diprediksi didominasi curah hujan kategori rendah.

Persentase wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan sangat tinggi tercatat 0,00 persen. Sementara wilayah dengan kategori hujan tinggi mencapai 0,38 persen.

Adapun kategori hujan menengah mencakup 36,31 persen wilayah Indonesia. Porsi terbesar berada pada kategori hujan rendah, yakni 63,31 persen.

Kategori rendah merupakan wilayah dengan curah hujan 0-50 milimeter per dasarian. Sementara kategori menengah berada pada rentang 50-150 milimeter per dasarian dan kategori tinggi 150-300 milimeter per dasarian.

Wilayah Sumatera Barat

Khusus Sumatera Barat, hampir seluruh daerah yang masuk dalam daftar prakiraan berada pada kategori hujan menengah.

Wilayah tersebut terdiri atas Pasaman Barat, Agam, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya.

Sementara itu, Padang Pariaman dan Kota Pariaman diprediksi berada pada kategori hujan tinggi.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang menonjol dalam prakiraan cuaca Sumbar pada Dasarian III September 2026. Artinya, potensi curah hujan tidak berada pada tingkat yang sama di setiap kabupaten dan kota.

Daerah Lain dengan Hujan Menengah

Selain Sumatera Barat, sejumlah wilayah di Indonesia juga diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah.

Di Aceh, wilayahnya mencakup Aceh Besar, Kota Sabang, Aceh Jaya, Simeulue, Pidie, Aceh Barat, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.

Di Sumatera Utara, wilayah yang masuk kategori menengah meliputi Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Langkat, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Pematangsiantar, Asahan, Kota Padang Sidempuan, Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai.

Riau juga didominasi kategori menengah di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

Untuk Kepulauan Riau, kategori tersebut meliputi Karimun, Kepulauan Anambas, dan Natuna. Jambi mencakup Kerinci, Kota Sungai Penuh, Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, dan Kota Jambi.

Bengkulu mencakup Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Sumatera Selatan meliputi Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, dan Kota Pagar Alam.

Di Jawa Barat, wilayah kategori menengah adalah Bogor, Kota Depok, dan Kota Bogor.

Wilayah dengan Hujan Rendah

Di sisi lain, sejumlah besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian III September 2026.

Di Pulau Sumatera, kategori rendah mencakup Kota Banda Aceh, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, serta Kota Bengkulu.

Sumatera Selatan yang masuk kategori rendah meliputi Empat Lawang, Lahat, Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.

Kepulauan Bangka Belitung mencakup Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur.

Lampung juga didominasi wilayah kategori rendah, mulai Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, hingga Lampung Timur.

Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara

Di Banten, wilayah kategori rendah meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Seluruh wilayah DKI Jakarta yang tercantum juga berada dalam kategori rendah, yakni Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Pusat, dan Kota Administrasi Jakarta Timur.

Jawa Barat memiliki daftar wilayah kategori rendah yang panjang, antara lain Sukabumi, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.

Jawa Tengah juga mencakup Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang.

Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul.

Di Jawa Timur, kategori rendah mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Bali meliputi Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung. NTB mencakup Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

NTT yang masuk kategori rendah meliputi Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, dan Belu.

Kalimantan dan Sulawesi

Di Kalimantan, Ketapang menjadi wilayah kategori rendah di Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah meliputi Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Murung Raya, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.

Kalimantan Selatan mencakup Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan, dan Kotabaru.

Kalimantan Timur meliputi Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kota Bontang.

Di Sulawesi Selatan, wilayah kategori rendah mencakup Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene Dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar, dan Luwu Timur.

Sulawesi Barat meliputi Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Sulawesi Tenggara mencakup Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan, dan Wakatobi.

Sulawesi Tengah mencakup Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

Gorontalo meliputi Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango. Sulawesi Utara mencakup Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Maluku dan Papua

Wilayah Maluku Utara yang masuk kategori rendah meliputi Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai.

Maluku mencakup Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru.

Di Papua Barat Daya, wilayah kategori rendah adalah Raja Ampat dan Kota Sorong. Papua Barat mencakup Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari, dan Manokwari Selatan.

Papua meliputi Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom, dan Kota Jayapura. Papua Pegunungan mencakup Nduga, Lanny Jaya, dan Jayawijaya.

Papua Tengah meliputi Mimika dan Dogiyai, sedangkan Papua Selatan mencakup Asmat, Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain berada pada kategori hujan menengah, seperti Bengkayang, Kayong Utara, Mempawah, Kota Singkawang, Sambas, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu di Kalimantan Barat.

Kalimantan Tengah mencakup Gunung Mas, sedangkan Kalimantan Timur meliputi Berau. Kalimantan Utara mencakup Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.

Di Papua Barat Daya, kategori menengah mencakup Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat. Papua Barat meliputi Teluk Wondama. Papua mencakup Waropen.

Papua Pegunungan terdiri atas Tolikara, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Papua Tengah meliputi Nabire, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

Adapun wilayah kategori hujan tinggi dalam daftar tersebut selain Padang Pariaman dan Kota Pariaman di Sumatera Barat adalah Tapanuli Tengah di Sumatera Utara.

Dengan demikian, cuaca Sumbar pada Dasarian III September 2026 memperlihatkan pola yang berbeda antarwilayah. Sebagian besar daerah berada dalam kategori hujan menengah, sedangkan Padang Pariaman dan Kota Pariaman tercatat dalam kategori hujan tinggi. (*)

Baca Juga

RS Rujukan di Sumbar Diperkuat, Wamenkes Ungkap Target Revitalisasi 441 RSUD
RS Rujukan di Sumbar Diperkuat, Wamenkes Ungkap Target Revitalisasi 441 RSUD
MBG di Padang Pariaman Disorot, Bupati Pertanyakan Jeda Masak hingga Makanan Diterima Siswa
MBG di Padang Pariaman Disorot, Bupati Pertanyakan Jeda Masak hingga Makanan Diterima Siswa
Bahlil Soroti Peralihan ke BBM Subsidi: Jangan Mobil Mewah Ikut Pakai
Bahlil Soroti Peralihan ke BBM Subsidi: Jangan Mobil Mewah Ikut Pakai
Kinerja Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global, Ini Indikatornya
Kinerja Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global, Ini Indikatornya
Hotspot Karhutla Sumatera Turun, Sumsel Masih Catat Titik Panas Tertinggi
Hotspot Karhutla Sumatera Turun, Sumsel Masih Catat Titik Panas Tertinggi
Kualitas Udara 162, Pemkab Padang Pariaman Pilih Pertahankan Sekolah Tatap Muka
Kualitas Udara 162, Pemkab Padang Pariaman Pilih Pertahankan Sekolah Tatap Muka