Hotspot Karhutla Sumatera Turun, Sumsel Masih Catat Titik Panas Tertinggi

Hotspot Karhutla Sumatera Turun, Sumsel Masih Catat Titik Panas Tertinggi

Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)

Sumbardaily.com - Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia kembali menurun. Namun, penurunan tersebut belum membuat pemerintah mengendurkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama karena asap masih mengganggu sejumlah wilayah dan mengancam habitat satwa liar.

Berdasarkan pemantauan hingga Rabu malam (16/9), terdeteksi 479 hotspot high confidence secara nasional. Angka itu turun 558 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan pengendalian karhutla tetap diperkuat meski jumlah hotspot mengalami penurunan. Dikutip Kemenhut Kamis (18/9/2026), upaya di lapangan terus dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran dan dampak asap yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan seluruh enam provinsi prioritas mengalami penurunan hotspot high confidence hingga Rabu (16/9) pukul 21.00 WIB.

Di Sumatera Selatan, tercatat 123 titik hotspot, turun dari 245 titik pada hari sebelumnya. Kalimantan Tengah mencatat 102 titik, turun dari 266 titik. Kemudian Kalimantan Barat sebanyak 21 titik, turun dari 43 titik.

Penurunan juga terjadi di Jambi yang kini mencatat 12 titik dari sebelumnya 62 titik. Kalimantan Selatan memiliki 11 titik, turun dari 72 titik. Sementara Riau mencatat 11 titik, berkurang dari 15 titik.

Meski secara nasional jumlah hotspot menurun, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah masih menjadi dua wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Kondisi itu membuat patroli, pengecekan lapangan atau groundcheck, pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan tetap diperkuat.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa keberadaan hotspot tidak otomatis menunjukkan adanya satu kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit.

Satu peristiwa kebakaran bahkan dapat menghasilkan beberapa titik hotspot dalam pemantauan satelit. Karena itu, setiap indikasi yang muncul tetap perlu diperiksa melalui verifikasi langsung terhadap kondisi aktual di lapangan.

Pengendalian dilakukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya. Operasi yang dilakukan mencakup patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.

Untuk memperkuat penanganan dari udara, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 armada lainnya menjalankan patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Dukungan tersebut juga diperkuat tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang. Namun, BNPB pada 16 September menyampaikan bahwa penggunaan Chinook untuk operasi pemadaman di Kalimantan Barat masih harus memperhatikan faktor keselamatan penerbangan.

Kabut asap menyebabkan jarak pandang di wilayah tersebut menurun. Karena itu, operasi udara tidak dipaksakan apabila kondisi visibilitas belum memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

Di tengah penanganan api dan asap, dampak karhutla juga menyentuh kehidupan satwa liar. Kebakaran dapat membuat satwa meninggalkan habitatnya dan bergerak mencari kawasan yang dianggap lebih aman.

Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA bersama mitra konservasi meningkatkan patroli, pemantauan, dan upaya penyelamatan satwa liar di wilayah terdampak.

Di Kalimantan Barat, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mencatat 21 orangutan telah dievakuasi. Selain orangutan, sebanyak 12 individu satwa liar lainnya juga dievakuasi.

Satwa tersebut terdiri atas trenggiling, bekantan, lutung kelabu, kukang Kalimantan, dan musang tenggalung. Tim masih melakukan pemantauan terhadap satwa di kawasan yang terbakar serta menyiagakan tim medis selama 24 jam.

Kementerian Kehutanan meminta masyarakat tidak menangkap ataupun melakukan evakuasi satwa liar secara mandiri. Jika menemukan satwa terdampak karhutla, masyarakat diminta segera menghubungi petugas.

Pelaporan perlu disertai informasi lokasi secara jelas dan kondisi satwa. Masyarakat juga dapat melakukan dokumentasi apabila situasi memungkinkan dan aman. Selanjutnya, proses penanganan diserahkan kepada petugas.

Untuk wilayah Kalimantan, laporan penyelamatan satwa liar dapat disampaikan melalui Call Center Balai KSDA Kalimantan Barat di 0811-577-6767, Balai KSDA Kalimantan Tengah di 0811-5218-500, serta Balai KSDA Kalimantan Timur di 0821-1333-8181.

Sementara itu, kondisi kualitas udara akibat asap masih berbeda-beda di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pantauan PM2,5, sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang.

Namun, sejumlah kawasan di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat area terbatas yang masih masuk kategori berbahaya.

Pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 16 September juga memperlihatkan kondisi jarak pandang yang bervariasi di wilayah prioritas. Di Pontianak, jarak pandang sekitar 5 kilometer dengan kondisi berasap.

Palangka Raya dan Banjarmasin mencatat jarak pandang 10 kilometer atau lebih. Di Jambi jarak pandang sekitar 9 kilometer, Pekanbaru 8 kilometer, sedangkan Palembang mencapai 10 kilometer atau lebih.

Kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena dapat berubah dengan cepat. Untuk pagi 17 September, BMKG memprakirakan kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak mengalami udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Apabila kondisi memburuk, aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi. Penggunaan masker juga dianjurkan apabila masyarakat tetap harus beraktivitas di luar.

Perhatian lebih perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Kementerian Kehutanan juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap temuan asap, api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak karhutla diminta segera dilaporkan kepada petugas.

Pelaporan karhutla dapat dilakukan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau melalui email [email protected]. (*)

Baca Juga

Kabut Asap Belum Normal, Dharmasraya Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka dengan Syarat Ketat
Kabut Asap Belum Normal, Dharmasraya Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka dengan Syarat Ketat
Hotspot Sumatera Naik, Sumsel Tembus 116 Titik Saat Karhutla Menguat
Hotspot Sumatera Naik, Sumsel Tembus 116 Titik Saat Karhutla Menguat
Di Tengah Hutan Solok, Anak Muda Sumbar Didorong Belajar Langsung Jadi Penjaga Hutan
Di Tengah Hutan Solok, Anak Muda Sumbar Didorong Belajar Langsung Jadi Penjaga Hutan
Karhutla Sumatera Masih Membara, 49 Hotspot High Confidence Terdeteksi di Sumsel
Karhutla Sumatera Masih Membara, 49 Hotspot High Confidence Terdeteksi di Sumsel
Petugas BPBD Kota Padang membagikan masker gratis kepada pengendara di tengah kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat.
Jangan Sepelekan Kabut Asap di Sumbar, Bisa Picu ISPA hingga Gangguan Jantung
Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Padang Pariaman Tak Sehat, 50 Ribu Masker Dibagikan
Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Padang Pariaman Tak Sehat, 50 Ribu Masker Dibagikan