Kualitas Udara 162, Pemkab Padang Pariaman Pilih Pertahankan Sekolah Tatap Muka

Kualitas Udara 162, Pemkab Padang Pariaman Pilih Pertahankan Sekolah Tatap Muka

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dalam rapat di Ruang Rapat Bupati, Rabu (16/9/2026). (Foto: Pemkab Padang Pariaman)

Sumbardaily.com - Kualitas udara di Padang Pariaman berada pada angka 162. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memutuskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung. Siswa belum diminta belajar dari rumah, tetapi perlindungan terhadap anak-anak yang beraktivitas di luar ruangan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Keputusan itu disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dalam rapat di Ruang Rapat Bupati, Rabu (16/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, John didampingi Sekda Hendra Aswara, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP).

Pemkab Padang Pariaman mengambil keputusan tersebut setelah memantau kondisi kualitas udara melalui Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) milik Dinas Lingkungan Hidup Padang Pariaman. Hasil pemantauan menunjukkan angka kualitas udara saat ini berada di level 162.

Meski angka tersebut menjadi perhatian, pemerintah daerah masih menilai aktivitas masyarakat di ruang terbuka dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan perlindungan kesehatan.

"Untuk saat ini masih dalam batas toleransi untuk beraktivitas di luar ruangan atau di lapangan terbuka," ujar Bupati John Kenedy Azis.

Pertimbangan lain yang turut memengaruhi keputusan mempertahankan pembelajaran tatap muka adalah jadwal Ujian Tengah Semester (UTS) yang semakin dekat. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu, para siswa akan menghadapi UTS.

Dengan waktu yang semakin dekat, Pemkab Padang Pariaman menilai proses pembelajaran di sekolah masih diperlukan agar siswa dapat mempersiapkan diri menghadapi ujian tersebut. Karena itu, kegiatan belajar mengajar untuk sementara tetap dilakukan secara tatap muka.

Namun, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kondisi anak-anak apabila sekolah dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah. Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa kebijakan belajar dari rumah belum tentu membuat anak-anak sepenuhnya berada di dalam rumah.

Anak-anak masih memiliki kemungkinan melakukan berbagai kegiatan di luar rumah bersama teman maupun melakukan aktivitas lainnya.

"Walaupun dirumahkan, anak-anak ternyata masih banyak beraktivitas di luar rumah, bermain sepeda, bermain dengan teman-temannya di tempat terbuka," jelasnya.

Berdasarkan sejumlah pertimbangan tersebut serta masukan yang diterima pemerintah daerah, Pemkab Padang Pariaman akhirnya memutuskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan untuk sementara waktu.

Meski begitu, kebijakan tersebut tidak bersifat permanen. Pemkab Padang Pariaman akan terus mengikuti perkembangan cuaca dan kualitas udara di wilayah tersebut.

Apabila kondisi mengalami perubahan dan dinilai membutuhkan penyesuaian, pemerintah daerah akan kembali mengkaji kebijakan mengenai kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Selain memantau kondisi udara, Bupati John Kenedy Azis juga meminta masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang ditekankan pemerintah di tengah kondisi kualitas udara saat ini.

"Kita tetap sekolah, tetapi dengan catatan warga dan anak-anak yang beraktivitas di luar rumah tetap menggunakan masker. Keputusan ini akan kita tinjau kembali tergantung perkembangan cuaca ke depan," tegasnya.

Pemkab Padang Pariaman juga meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi cuaca dan kualitas udara. Warga diimbau mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi pemerintah.

Pemantauan terhadap cuaca dan kualitas udara akan terus dilakukan. Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan berikutnya terkait aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar.

Bupati John Kenedy Azis berharap kondisi tersebut tetap terkendali dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan memperhatikan langkah perlindungan yang telah disampaikan pemerintah.

"Semoga Allah SWT melindungi kita semua," tutup Bupati. (*)

Baca Juga

Cek 3 Dapur SPPG Padang Pariaman, Bupati Temukan IPAL dan Limbah Belum Beres
Cek 3 Dapur SPPG Padang Pariaman, Bupati Temukan IPAL dan Limbah Belum Beres
Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring
Kualitas Udara Tanah Datar Memburuk, Pembelajaran SD dan SMP Digelar Daring
Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Payakumbuh Diminta Hentikan Aktivitas Outdoor
Kualitas Udara Tak Sehat, Sekolah di Payakumbuh Diminta Hentikan Aktivitas Outdoor
Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman Didorong Tembus Pasar Nasional hingga Dunia
Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman Didorong Tembus Pasar Nasional hingga Dunia
Kualitas Udara Padang Panjang Memburuk, Sekolah PAUD-TK Diliburkan 14-16 September
Kualitas Udara Padang Panjang Memburuk, Sekolah PAUD-TK Diliburkan 14-16 September
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah
ISPU Padang Masuk Kategori Berbahaya, Ini Instruksi Disdikbud untuk Sekolah