Program Kebun Pangan Perempuan Disiapkan untuk Korban Bencana di Padang Panjang

Program Kebun Pangan Perempuan Disiapkan untuk Korban Bencana di Padang Panjang

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI menyiapkan Program Kebun Pangan Perempuan yang diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk kembali melakukan kegiatan produktif sekaligus membantu perekonomian keluarga. (Foto: Pemko Padang Panjang)

Sumbardaily.com - Pemulihan ekonomi perempuan terdampak bencana di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mendapat perhatian Pemerintah Pusat.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI menyiapkan Program Kebun Pangan Perempuan yang diharapkan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk kembali melakukan kegiatan produktif sekaligus membantu perekonomian keluarga.

Persiapan program tersebut dilakukan dengan melihat langsung kondisi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di Kota Padang Panjang, Jumat (11/9/2026).

Rombongan Kementerian PPPA meninjau sejumlah lokasi untuk melihat potensi lahan yang bisa dimanfaatkan oleh perempuan terdampak bencana. Peninjauan juga dilakukan untuk mengetahui potensi pangan yang dapat dikembangkan di sekitar kawasan huntara dan huntap.

Program Kebun Pangan Perempuan sendiri tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana dengan membuka kesempatan bagi perempuan terdampak untuk kembali menjalankan aktivitas produktif.

Rombongan Kementerian PPPA dipimpin Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik, Keamanan, Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, Pemasyarakatan, dan Pemerintah Daerah Wilayah II, Iip Ilham Firman.

Sebelum melakukan peninjauan lapangan, rombongan disambut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Faizah, Asisten II Setdako Indra Gusnady, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Iip Ilham menjelaskan bahwa Program Kebun Pangan Perempuan akan diterapkan di tiga provinsi yang terdampak bencana. Ketiga wilayah tersebut yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

“Pemerintah Pusat memiliki program dalam pemulihan pascabencana dan kami turut menjadi salah satu satuan tugas dalam pemulihan bencana ini. Hari ini kami datang untuk melihat lokasi dan lahan yang bisa digunakan oleh para perempuan terdampak bencana di Padang Panjang dalam upaya membangkitkan perekonomian mereka,” ujarnya.

Menurut Iip Ilham, keberadaan program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perempuan yang terdampak bencana. Selain membantu menyediakan kebutuhan pangan, perempuan juga diharapkan memiliki kesempatan untuk kembali berkegiatan secara produktif setelah menghadapi dampak bencana.

Kegiatan produktif tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi keluarga. Dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, perempuan terdampak bencana dapat kembali beraktivitas sekaligus mengembangkan sumber pangan yang sesuai dengan kondisi kawasan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Padang Panjang, Faizah, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian PPPA terhadap kondisi perempuan terdampak bencana di daerah tersebut.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung peluang pemanfaatan lahan di kawasan hunian bagi pelaksanaan Program Kebun Pangan Perempuan.

“Kami menyambut baik kunjungan dari Kementerian PPPA ini. Saat ini beberapa huntap masih dalam tahap pengerjaan, namun lokasi huntara berdekatan dengan huntap tersebut. Untuk lahan yang dapat dimanfaatkan, tentu akan segera kita koordinasikan,” ungkapnya.

Faizah berharap program yang disiapkan Kementerian PPPA tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi perempuan terdampak bencana di Kota Padang Panjang.

Program itu diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan perekonomian perempuan dan keluarga mereka.

Potensi kegiatan produktif yang dapat dikembangkan juga cukup beragam. Pemerintah Kota Padang Panjang membuka peluang pengembangan kegiatan sesuai potensi yang tersedia di kawasan tersebut, mulai dari pertanian, peternakan, hingga berbagai bentuk pengembangan pangan lainnya.

Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan serta kondisi kawasan huntara dan huntap. Karena itu, pemetaan potensi lahan menjadi salah satu bagian yang dilakukan dalam kunjungan Kementerian PPPA ke Padang Panjang.

Pada tahap awal, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi terkait lahan yang memungkinkan untuk dimanfaatkan. Hal tersebut juga mempertimbangkan kondisi sejumlah huntap yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

Sementara lokasi huntara berada berdekatan dengan kawasan huntap. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan dalam melihat peluang pelaksanaan Program Kebun Pangan Perempuan di Padang Panjang.

Program tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap pemulihan pascabencana, khususnya dalam mendorong perempuan terdampak agar dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi.

Selain Padang Panjang, Program Kebun Pangan Perempuan juga akan menyasar daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pelaksanaannya diarahkan untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di masing-masing daerah.

Dalam kegiatan peninjauan di Padang Panjang, turut hadir perwakilan Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perkim LH, BPBD Kesbangpol, camat, lurah, serta sejumlah unsur terkait lainnya di Kota Padang Panjang.

Keterlibatan sejumlah unsur tersebut diharapkan dapat mendukung koordinasi mengenai lahan dan potensi kegiatan pangan yang bisa dikembangkan dalam pelaksanaan program.

Dengan pemanfaatan lahan yang tersedia di sekitar huntara dan huntap, Program Kebun Pangan Perempuan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu perempuan terdampak bencana kembali produktif sekaligus mendorong pemulihan ekonomi keluarga di Kota Padang Panjang. (*)

Baca Juga

7 SPPG di Padang Panjang Diperiksa, Pemko Soroti Keamanan Makanan MBG
7 SPPG di Padang Panjang Diperiksa, Pemko Soroti Keamanan Makanan MBG
Sampah Bisa Bernilai Ekonomi, Padang Panjang Mulai Gerakkan Pengelolaan Berbasis Warga
Sampah Bisa Bernilai Ekonomi, Padang Panjang Mulai Gerakkan Pengelolaan Berbasis Warga
Katupek Ketan Deni Laris di Tengah Keramaian 20 Ribu Jemaah BKMT Padang Panjang
Katupek Ketan Deni Laris di Tengah Keramaian 20 Ribu Jemaah BKMT Padang Panjang
59 Warga Terima Bantuan ATENSI Padang Panjang, Ada Kursi Roda hingga Modal Usaha
59 Warga Terima Bantuan ATENSI Padang Panjang, Ada Kursi Roda hingga Modal Usaha
DPRD Padang Panjang Setujui Perubahan APBD 2026, Penyertaan Modal Rp26,64 Miliar Dibahas
DPRD Padang Panjang Setujui Perubahan APBD 2026, Penyertaan Modal Rp26,64 Miliar Dibahas
Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Masih Pegang Tugas Pj Sekdako Padang Panjang
Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Masih Pegang Tugas Pj Sekdako Padang Panjang