Sumbardaily.com - Curah hujan Sumatera Barat pada Dasarian I September 2026 diprediksi terbagi dalam dua kategori, yakni rendah dan menengah. Sebanyak tujuh daerah di Sumatera Barat diperkirakan mengalami curah hujan rendah dengan akumulasi 0-50 milimeter per dasarian.
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya di Sumatera Barat diprediksi berada dalam kategori menengah dengan curah hujan 50-150 mm per dasarian. Kondisi tersebut membuat sebaran hujan di Sumatera Barat pada awal September 2026 tidak seragam.
Prediksi tersebut merupakan bagian dari gambaran kondisi hujan Indonesia pada Dasarian I September 2026. Secara umum, wilayah Indonesia diperkirakan lebih banyak mengalami curah hujan kategori rendah.
Dalam data prediksi tersebut disebutkan, wilayah Indonesia pada periode itu diperkirakan mengalami curah hujan kategori sangat tinggi sebesar 0,00 persen, kategori tinggi 0,05 persen, kategori menengah 18,66 persen, dan kategori rendah mencapai 81,29 persen.
7 daerah Sumatera Barat diprediksi hujan rendah
Untuk Sumatera Barat, wilayah yang diperkirakan dominan mengalami hujan kategori rendah meliputi Kabupaten Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Solok Selatan, Dharmasraya, serta Kota Payakumbuh.
Kategori rendah yang dimaksud berada pada rentang curah hujan 0-50 mm per dasarian.
Dengan demikian, tujuh wilayah tersebut menjadi bagian dari daerah di Indonesia yang diprediksi memperoleh curah hujan relatif rendah pada Dasarian I September 2026.
Data tersebut mencakup Kabupaten Lima Puluh Kota yang berada di bagian utara Sumatera Barat. Kemudian Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Solok Selatan, dan Dharmasraya, serta Kota Payakumbuh.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat justru masuk kategori menengah.
Kota Padang masuk kategori menengah
Wilayah Sumatera Barat yang diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah terdiri atas Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto.
Kategori menengah memiliki rentang curah hujan 50-150 mm per dasarian.
Artinya, Kota Padang yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Sumatera Barat diperkirakan berada dalam kategori menengah pada Dasarian I September 2026. Kondisi serupa diprediksi terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk kawasan pesisir, dataran tinggi, hingga wilayah kepulauan.
Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, dan Pasaman termasuk wilayah kabupaten yang masuk dalam kategori menengah.
Kemudian terdapat Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, serta Kota Sawahlunto yang juga berada pada kelompok tersebut.
Jika dibandingkan, terdapat perbedaan kategori curah hujan antara sejumlah daerah di Sumatera Barat. Tujuh wilayah diprediksi masuk kategori rendah, sedangkan 12 wilayah lainnya masuk kategori menengah.
Sumatera Barat dalam peta hujan Indonesia
Prediksi curah hujan Sumatera Barat tersebut menjadi bagian dari peta kondisi hujan yang mencakup berbagai provinsi di Indonesia. Pada Dasarian I September 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi berada dalam kategori rendah.
Selain Sumatera Barat, sejumlah wilayah di Pulau Sumatera juga masuk kategori rendah. Di Aceh, daerah yang masuk kategori tersebut adalah Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe.
Di Sumatera Utara, Padang Lawas Utara diprediksi mengalami hujan kategori rendah.
Riau juga memiliki sejumlah wilayah dalam kategori rendah, yakni Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
Kepulauan Riau meliputi Karimun, Kota Batam, Lingga, Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna. Sementara Jambi mencakup Kerinci, Kota Sungai Penuh, Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kota Jambi.
Bengkulu juga didominasi kategori rendah, meliputi Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Sumatera Selatan yang masuk kategori rendah mencakup Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Lahat, Musi Banyuasin, Kota Pagar Alam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Ogan Komering Ilir.
Kepulauan Bangka Belitung juga mencakup Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung, dan Belitung Timur.
Sebaran kategori rendah meluas ke berbagai daerah
Kategori rendah juga diprediksi terjadi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Di Lampung, wilayah yang masuk kategori rendah antara lain Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Lampung Timur.
Banten meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta juga masuk kategori rendah, termasuk Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.
Jawa Barat mencakup Sukabumi, Bogor, Kota Depok, Kota Bogor, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon, dan Kota Banjar.
Jawa Tengah juga mencakup wilayah yang cukup luas, yakni Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora, dan Rembang.
Daerah Istimewa Yogyakarta mencakup Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul.
Sementara Jawa Timur meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Sejumlah wilayah lain masuk kategori menengah
Selain Sumatera Barat, kategori menengah pada Dasarian I September 2026 juga diprediksi terjadi di sejumlah daerah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Di Aceh, wilayah kategori menengah meliputi Kota Sabang, Aceh Jaya, Simeulue, Pidie, Aceh Barat, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.
Sumatera Utara mencakup Padang Lawas, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Langkat, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Samosir, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Pematangsiantar, Asahan, Kota Padang Sidempuan, Batu Bara, dan Kota Tanjung Balai.
Riau meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. Kalimantan Utara mencakup Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan.
Di Papua Barat Daya, kategori menengah diprediksi terjadi di Tambrauw dan Maybrat. Papua Barat mencakup Pegunungan Arfak. Papua meliputi Waropen, Mamberamo Raya, dan Sarmi.
Papua Pegunungan mencakup Tolikara, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Sementara Papua Tengah mencakup Nabire, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
Dengan gambaran tersebut, curah hujan Sumatera Barat pada Dasarian I September 2026 menunjukkan adanya perbedaan kondisi antarwilayah. Sebanyak tujuh daerah berada dalam kategori rendah 0-50 mm per dasarian, sedangkan 12 daerah lainnya termasuk kategori menengah 50-150 mm per dasarian. (*)
















